Vaksin Perusahaan

Apakah Perusahaan Wajib Memberikan Vaksin Corona Pada Karyawan?Vaksinasi COVID-19 terus berhasil diluncurkan di banyak tempat di Indonesia dan seluruh dunia. Vaksin ini menawarkan peluang tambahan bagi pengusaha untuk membawa karyawan kembali ke tempat kerja setelah divaksin.

Pada akhirnya bukan berarti jarak sosial dan langkah-langkah keamanan lainnya dapat dikurangi atau dihapus. Tapi tentu saja, peluncuran vaksin secara nasional (dan global) menghadirkan banyak tantangan logistik dan etika dan menimbulkan sejumlah masalah baru yang perlu ditangani oleh pengusaha dengan hati-hati.

Pada umumnya, seseorang yang telah menerima vaksin melaporkan mengalami beberapa efek samping. Mulai dari nyeri otot di area suntikan, mengantuk sampai demam. Kendati demikian, ada beberapa orang yang justru tidak mengalami efek samping sama sekali. Hal ini kemudian menimbulkan sejumlah tanya apakah vaksinasinya berhasil atau tidak?

Efek samping setelah mendapatkan vaksin adalah hal yang umum. Ini karena sistem kekebalan sedang menginstruksikan tubuh untuk bereaksi dengan cara tertentu. Sebagian besar orang yang sudah divaksinasi melaporkan bahwa mereka mengalami efek samping ringan seperti nyeri di area suntikan dan demam. Lantas, apakah seseorang yang tidak mengalami efek samping apapun pertanda vaksinasi gagal? Sebaiknya, simak penjelasan ini terlebih dahulu. 

Jalur vaksinasi corona mandiri yang dinamai vaksinasi gotong royong, telah resmi dibuka oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Artinya, perusahaan akan diberi kesempatan untuk mengadakan sendiri program vaksinasi untuk buruh dan karyawan, di luar vaksinasi gratis yang menjadi program pemerintah. 

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Lalu, apakah akan ada biaya yang dikenakan untuk buruh dan karyawan?

Biaya Ditanggung Perusahaan

Juru Bicara Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan bahwa vaksinasi gotong-royong yang diperuntukkan bagi para buruh dan karyawan swasta, dan keluarganya, bersifat gratis. Dalam hal ini, biaya ditanggung oleh perusahaan masing-masing. 

“Vaksinasi gotong royong ditujukan bagi buruh. Jadi ditujukan bagi buruh dan karyawan swasta dan diberikan secara gratis, sehingga dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 (nasional),” ujar Arya dalam konferensi pers virtual melalui YouTube FMB9, Jumat (26/2). 

Dalam kesempatan yang sama, Arya menyampaikan tujuan vaksinasi ini adalah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Dengan cara membangun kekebalan kelompok, yakni 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia, yang setara dengan 181,5 juta orang. 

“Semakin cepat kekebalan kelompok terbentuk, maka semakin baik bagi masyarakat. Usulan yang dapat mengakselerasi program vaksinasi tanpa menambah beban anggaran negara itu patut disambut baik,” katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, memastikan bahwa pemerintah tetap menjamin vaksinasi gratis yang saat ini sedang berlangsung. Tidak akan terganggu dengan adanya program vaksinasi gotong-royong ini. 

Jenis dan Tempat Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong

Bicara soal vaksinasi gotong royong untuk buruh dan karyawan, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Jenis dan tempat pelaksanaan vaksinasi terutama. Tentunya jenis dan tempat vaksinasi gotong royong berbeda dengan vaksinasi nasional dari pemerintah.

Jenis vaksin COVID-19 ditetapkan oleh Keputusan Menteri, yang tercantum dalam pasal 7 ayat 3, adalah yang telah mendapat persetujuan penggunaan pada masa darurat (Emergency Use Authorization), atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adapun jenis vaksin COVID-19 untuk pelaksanaan vaksinasi gotong royong harus berbeda dengan jenis vaksin COVID-19 yang digunakan untuk vaksinasi yang menjadi program utama pemerintah. Tujuannya agar tidak ada persaingan atau rebutan suplai.

Soal tempat pelaksanaan vaksinasi, dalam pasal 22, vaksinasi gotong royong tidak dilaksanakan rumah sakit milik pemerintah. Melainkan, di rumah sakit swasta yang bekerja sama dengan perusahaan, untuk melakukan vaksinasi bagi karyawan.

Itulah sedikit penjelasan mengenai vaksinasi gotong royong untuk buruh dan karyawan. Sambil menunggu giliran divaksin, jangan lupa untuk selalu menaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19. 

Protokol yang dimaksud adalah memakai masker, menjaga jarak fisik dengan orang lain, dan rutin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer dalam keadaan mendesak.

Tak Mengalami Efek Samping, Tanda Vaksinasi Gagal?

Umumnya, seseorang yang telah mendapat vaksin mengalami gejala ringan. Namun, beberapa orang bahkan tidak merasakan efek samping sama sekali. Melansir dari Health, Richard Watkins, MD, dokter penyakit menular dan profesor penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University juga menambahkan bahwa efek samping yang dialami setiap orang dapat berbeda-beda. Jadi, hanya karena kamu tidak mengalami gejala setelah vaksin, bukan berarti ada masalah. 

Lewis S. Nelson, MD, profesor dan ketua Departemen Pengobatan Darurat dan direktur Divisi Toksikologi Medis di Rutgers New Jersey Medical School, juga menambahkan bahwa dalam semua studi vaksin, setidaknya sebanyak 20 persen orang tidak merasakan efek apapun setelah mendapatkan vaksinasi. Sebagian besar efek sampingnya cukup ringan, seperti nyeri di tempat suntikan. 

Kesimpulannya, kamu tidak perlu khawatir apabila tidak mengalami efek samping apapun setelah divaksinasi. Vaksin tetap akan berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Sebelum divaksinasi pastikan tubuh sedang dalam keadaan sehat dan tidak demam. Untuk lebih meningkatkan daya tahan tubuh, kamu juga bisa mengonsumsi vitamin atau suplemen.

Selain itu, sebagai pengusaha yang profesional, Anda juga perlu menggunakan aplikasi JojoExpense dari Jojonomic. Aplikasi ini dapat membantu Anda dalam memanajemen pengeluaran untuk kepentingan usaha secara efisien dan efektif. Anda dapat mengontrol anggaran usaha dengan baik hanya dengan modal smartphone.

strategi pemasaran kewirausahaan

Aplikasi JojoExpense dilengkapi dengan beragam fitur unggulan, seperti mobile approval, capture expenses, budget controlling, reimburse via app & web dan cash advanced. Beragam fitur unggulan ini berperan penting dalam mencapai tujuan sebagaimana disebut di atas.

Yuk gunakan aplikasi JojoExpense dari Jojonomic sekarang juga! Dapatkan demo gratis 14 hari dengan cara klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *