Studi Kasus Aspek Hukum dalam Dunia Perantara dan Investasi

  • Studi kasus ini untuk sedikit memberikan gambaran agar setiap orang punya pengetahuan dan wawasan yang cukup terkait aspek apa saja yang perlu di pertimbangkan saat terjun dalam dunia investasi, baik sebagai investor, perantara maupun pemilik bisnis yang butuh investasi. Studi kasus ini di buat dalam bentuk tanya jawab dengan pola urutan tulisan time lines.

Saya punya teman, sebut saja A. Saya kenal baik sebatas teman kurang lebih 4 tahun, 2015-2019. Selama itu tidak ada masalah. Hingga kini tetap kontak. Si A selama ini setahu saya juga dikenal cukup baik (tidak ada masalah) di lingkup teman-teman yang saya kenal.

Sekitar 6 bulan yang lalu saat kami bertemu sempat ada sharing si A punya aktivitas (salah satu aktivitas dia, bukan pekerjaan utama) sebagai penyambung/mediator/perantara dalam bidang investasi. A punya beberapa jaringan investor dan jika saya punya teman/rekanan bisa saja di tawarkan. Saya tertarik, dengan harapan bisa menambah jaringan dan juga dapat uang/komisi. Skema investasi yang ditawarkan bisa macam macam modelnya, baik loan (pinjaman biasa) maupun equity financing (ikut terlibat di dalam proyek investasinya) atau model lain.

Jaringan investor si A punya nominal cukup besar, minimal 75 M hingga ratusan milyar dan bahkan bisa jadi sampe trilyun. Saya dalam aktivitas memasarkan biasa menggunakan bahasa pemasaran “unlimited”, baik info melalui grup WA teman-teman kuliah maupun FB walaupun sebatas “info sekilas” di sertai guyonan. Salah satu info di FB tersebut mendapatkan tanggapan serius teman saya yang lain sebut saja si B (kebetulan punya rencana proyek belum dapat pemodal) dan kini masuk dalam fase awal saling tertarik antara si B dan salah satu investor jaringannya si A. Si B ini juga saya kenal baik sebatas teman beda kota.

Sebelum masuk ke B, salah satu tema saya yang lain sebut saja si C tertarik untuk tahu lebih jauh mengingat infonya ada beberapa proyek di salah satu kota banyak yang mangkrak waktu masa transisi kabinet. Dia sempat tanya “ sumber dananya darimana? Halal apa enggak? Saya bilang nggak tahu, tapi saya jadi kepikiran dan takut sendiri. Jadi ingat soal pasal pencucian uang.

Saya tanyakan hal itu ke A. Seingat saya dia bilang yang ajukan pendanaan investasi itu banyak, belum tentu juga di setujui. Dengan system perusahaan investasi seperti saat ini apalagi dengan nominal “unlimited”, kalo level seperti saya yang cuma perantara, mana paham dan juga nggak punya akses untuk mengetahui misalnya ada aliran dana dalam dan luar negeri yang masuk, legal atau tidak dan sebagainya. Tapi yang pasti kalau proposal yang masuk membuat investor tertarik, maka akan di “declare” semua terbuka, dalam pertemuan langsung atau melalui video conference.

Si C akhirnya batal, tidak berani lanjut. Hingga akhirnya B yang masuk sekitar 2-3 bulan yang lalu. Sempat pending karena beberapa investor belum ada yang cocok, sampai akhirnya hari ini saya dapat khabar dari si A, ada investor baru yang masuk. Proposal dari si B saya kirim, ada kecocokan awal antara investor dan si B (investor tertarik dengan proposal tsb dan si B ada keyakinan bisa memenuhi persyaratan investor). Nominal pengajuan 75 M. Info dari A yang antri pengajuan banyak. Beberapa yang pernah di “handle” umumnya adalah proyek yang sudah punya reputasi atau ada SPK dari pemerintah.

Kalau aliran dana ini legal berarti kan tidak ada masalah. Kalo ternyata illegal, maka yang ingin saya tanyakan:

Apakah saya dianggap ikut terlibat? Posisi saya hanya sebatas berbisnis, dengan antisipasi mitigasi resiko sebisa mungkin sesuai kapasitas saya. Artinya saya berbisnis dengan teman yang saya kenal baik, tidak ada masalah sejauh yang saya tahu sedangkan untuk menelusuri sumber dan aliran dana, jelas tidak punya kewenangan dan kemampuan.

Cara amannya bagaimana? Artinya kerjasama bisnis bisa berlanjut, dan aman dari resiko hukum, tentunya sebatas kemampuan kami (saya dan si A. Terutama sekali aman bagi saya yang sekedar ikut-ikutan) sebagai perantara dan tentunya etika dalam berbisnis juga terjaga alias sungkan mau Tanya-tanya tentang sumber dana dan juga profil perusahaan.  Apalagi kalo dananya “unlimited”, pemainnya pun  tidak bisa saya bayangkan profilnya.

Misalnya nanti berlanjut, dalam pertemuan “deal” proyek antara B dengan investor (baik langsung atau conference), apakah saya dan teman saya si A sebaiknya tidak usah ikut atau malah wajib ikut? Atau ikut dan gak ikut sama saja di mata hukum?

Si A sejauh info yang saya tahu sudah cukup punya waktu jalan bareng dengan beberapa investor tersebut dan prediksi saya sudah pernah ada yang deal. Kalo saya belum pernah deal. Baru yang terakhir ini mulai menunjukkan arah kecocokan. Saya tidak kenal satupun dan juga tidak pernah kontak/akses dengan jaringan investor si A. Saat ini saya kerja di bank, jadi di mata hukum bisa jadi saya dianggap punya wawasan dan pengetahuan yang cukup untuk hal seperti ini walaupun untuk kronologis yang ini tidak ada kaitannya dengan pekerjaan saya di bank.

Terima kasih

Jawab:

Hati-hati..

Modus investor duit unlimited tanpa kejelasan asal duit, biasanya penipu.

Posisi sampeyan tidak masalah sebagai perantara.

Patokannya begini.

Kalau nanti investor minta duit, langsung tinggalkan. Penipu itu.

Ada banyak ketemu model seperti itu.

Nanti akan minta duit dengan berbagai macam istilah yang rumit-rumit.

Tinggalkan.

Ikuti aja dulu.

Kalau minta duit. Penipu.

Kasih tahu saja ke B clue tadi.

Kalau minta duit di muka, wassalam tinggalkan saja.

Sepertinya yang C sudah paham.

Banyak sekarang yang ngaku-ngaku investor, tapi zonk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *