Sepuluh Figur Botak Paling Top Dalam Sepakbola

Sepuluh Figur Botak Paling Top Dalam Sepakbola

Inilah sepuluh bintang lapangan hijau dengan rambut yang minim atau botak sama sekali, termasuk wasit legendaris Pierluigi Collina.

10. Pierluigi Collina
Tak lengkapnya bila tidak menyebut Pierluigi Collina. Meski bukan pesepakbola, ia sosok wasit yang disegani dan melegenda. Ia sudah kehilangan rambutnya saat masih muda karena serangan penyakit alopecia.

Kepalanya yang plontos justru menjadi trade mark Collina. Diakui sebagai wasit yang tegas sehingga kerap memimpin pertandingan-pertandingan besar. Semua pemain di seluruh dunia menaruh respek pada wasit yang memiliki julukan Kojak ini.

9. Yordan Letchkov
Si botak yang menjadi pahlawan Bulgaria. Sebaliknya, Yetchkov adalah mimpi buruk Jerman di Piala Dunia 1994. Tandukan dari kepalanya yang botak menjebol gawang Jerman sekaligus mengantarkan Bulgaria menang 2-1.
ADVERTISEMENT
Penumbuh rambut botak alami

Ironis sekali karena dalam pertandingan itu, Jerman sudah unggul lebih dulu. Namun, Jerman yang berstatus juara bertahan akhirnya harus disingkirkan oleh tim nonunggulan.

Bagi Letchkov, gol tersebut menjadi sangat istimewa karena sehari sebelumnya ia merayakan ulang tahunnya yang ke-27.

8. Grzegorz Lato
Kerap dilupakan dalam daftar terbesar. Padahal ia menjadi topskor Piala Dunia 1974. Saat dunia terpesona dengan sihir Johan Cruyff dan ketenangan seorang Franz Beckenbauer, namun Lato berhasil mencuri perhatian dengan menjadi pencetak gol terbanyak.

Ia mengungguli striker Jerman [Barat] Gerd ‘der bomber’ Mueller dan bintang Belanda Johan Neeskens. Pemain sayap yang mudah dikenali dengan kepalanya yang botak dan juga kecepatannya.

7. Roberto Carlos
Legenda Real Madrid dan salah satu bintang yang pernah dilahirkan Brasil. Disebut sebagai tipikal bek modern karena tidak ingin terpaku di posisinya. Roberto Carlos tak pernah lelah melapis serangan dengan menyusuri sektor kiri.

Ia tak berhenti melepaskan umpan silang tapi juga melakukan penetrasi. Dalam waktu yang singkat, dia sudah kembali ke posisinya saat tim mendapat serangan lawan. Ini hanya bisa dilakukan oleh bek yang bertenaga kuda.

Keistimewaan lain, tendangan bebasnya yang terukur dan keras. Ia mencetak banyak gol dari bola-bola mati.

6. Alfredo de Stefano
Saat Real Madrid mendominasi sepakbola Eropa dengan memenangi European Championship Cup (sekarang menjadi Liga Champions), satu nama yang selalu disebut: Alfredo di Stefano.

Pemain dengan kepala botak di bagian depan ini pernah memperkuat tiga negara, Argentina, Kolombia dan Spanyol. Namun Di Stefano pernah mendapat julukan yang unik, Blonde Arrow alias Anak Panah yang Pirang!

5. Bobby Charlton
Bintang masa lalu Manchester United dan Inggris. Memenangi Piala Dunia 1966 bersama Inggris dan dua tahun kemudian mengantarkan The Red Devils merebut European Cup. United menjadi tim Inggris pertama yang memenanginya.
ADVERTISEMENT

https://shopee.co.id/product/66485087/9513381967?smtt=0.66486543-1612433986.3

Rambutnya mulai rontok pada awal 1960-an. Namun hanya kepala bagian tengah yang kehilangan rambut. Sedangkan sisi kiri dan kanannya masih tumbuh rambut. Dia kemudian memanjangkan rambut yang masih bisa tumbuh dan kemudian menutupi bagian yang botak.

Gayanya kemudian menjadi tren dan bahkan mewabah. Gaya itu kemudian dikenal sebagai Bobby Charlton-Comb Over dan menjadi kultur populer di Inggris.

4. Fabio Cannavaro
Model rambutnya kerap berubah. Namun, Cannavaro populer dengan kepala yang hampir gundul saat memimpin Italia memenangi Piala Dunia 2006.

Prestasinya pun mengkilap seperti kepalanya. Dia terpilih sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2006. Satu-satunya pemain belakang yang pernah terpilih.

Pemain paling senior di timnas dan memiliki caps terbanyak, 132.

3. Fabien Barthez
Kiper yang terkenal dengan kepalanya yang plontos. Barthez menjadi salah satu bintang yang mengantarkan Prancis menjadi juara dunia 1998.

Sukses itu menjadikan Barthez sebagai pemain kedua paling populer di Prancis setelah Zinedine Zidane. Momen yang tak pernah dilupakan adalah kepalanya yang botak selalu dicium bek Laurent Blanc sebelum pertandingan.

Barthez menjadi kontroversi saat kembali menjadi pilihan pertama di Piala Dunia 2006. Pasalnya, publik menghendaki Gregory Coupet.

Namun, Barthez yang terpilih menjadi kiper utama. Ia yang kemudian menjadi kapten saat Zidane diusir pada final.

2. Ronaldo
Sudah masuk skuad Brasil saat memenangi Piala Dunia 1994. Namun, kontribusinya begitu nyata saat membawa Brasil menjadi juara dunia 2002. Dia juga menjadi topskor di turnamen sepakbola paling akbar itu.

Dalam sebuah polling online yang dilakukan GOAL.com pada 2010, Ronaldo terpilih sebagai Player of The Decade setelah mengumpulkan 43,63% suara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *