Review Bicara Indonesia, Khazanah Baru Pusat Informasi Dengan Sajian Menarik

Di masa ini, sudah terdapat banyak portal berita online yang sedianya menyuguhkan informasi-informasi menarik, termasuk di Indonesia. Baik portal berita online dengan cakupan wilayah nasional, juga dengan cakupan wilayah lokal. Hal ini tentu menjadi suatu tantangan bagi setiap portal berita online untuk mampu menyuguhkan berita yang disukai oleh para pembacanya. Tantangan ini juga berlaku bagi portal berita Bicara Indonesia.

Bicara Indonesia merupakan salah satu media online yang belakangan ini terkenal di Indonesia. Portal berita online ini rutin menyuguhkan artikel-artikel menarik bagi para pembacanya dan selalu memanfaatkan data seperti foto, kutipan, rekaman peristiwa, data statistik yang dikemas secara menarik baik secara langsung maupun melalui gambar dan infografik. Beberapa hal tersebut sudah menjadi ciri khas dari media ini.

Pada kesempatan kali ini, saya tertarik ingin menelaah lebih jauh mengenai bicara indonesia melalui salah satu artikelnya, terkhusus pada teknik penulisan yang digunakan dalam artikel yang telah berhasil menarik banyak minat pembaca.

Dalam setiap ulasan berita atau artikel yang ditampilkan di Bicara Indonesia penulis tidak semata-mata menuliskan suatu informasi begitu saja. Namun penulis juga memvariasikan panjang kalimat pada setiap paragrafnya. Ada paragraf yang panjang dan memuat beberapa informasi, ada paragraf yang pendek dan hanya memuat dialog, dan lain sebagainya.

Pengungkapan karakter dalam artikel pun dilakukan dengan baik. Penyampaian berita seperti bercerita merupakan sebuah strategi yang sangat baik dalam menarik perhatian pembaca. Hal ini juga dilakukan dalam artikel yang sedang dianalisis. Informasi dalam artikel dikemas dalam sebuah narasi cerita yang jelas dan mudah dipahami oleh pembaca. Penggabungan teknik bercerita dalam sebuah berita dapat dilakukan dengan dasar 5W + 1H, yaitu who becomes character / siapa menjadi tokoh, what becomes action (What happened) / apa menjadi kejadian yang terjadi where becomes setting / dimana menjadi pengaturan cerita seperti lokasi, situasi, dll, when becomes chronology/ kapan menjadi kronologi kejadian, why becomes motivation or causality / mengapa menjadi motivasi atau kausalitas, how becomes process (how it happened) / bagaimana menjadi proses terjadinya kejadian.

Dalam pengemasan informasi pada artikelnya, tiga komponen utama cerita yang digunakan dengan baik oleh penulis Bicara Indonesia. Tiga komponen tersebut adalah awal cerita, pertengahan cerita, dan akhir cerita. Artikel, ulasan atau cerita yang bagus adalah cerita yang memiliki bagian permulaan, pertengahan, dan akhir cerita.  Penggunaan ketiga bagian ini akan membuat penyampaian cerita lebih tertata dan enak untuk dibaca.

Selain itu, pada bagian ini penulis juga harus mengetahui bagian penting dalam ceritanya dan mampu menentukan letak bagian yang penting pada artikel. Pembaca yang melihat bagian utama atau penting cerita akan semakin mudah mengingat keseluruhan cerita.

Itulah beberapa hal terkait teknik penulisan yang digunakan oleh penulis Bicara Indonesia. Informasi dan berita dalam portal Bicara Indonesia ini menurut saya sangat menarik. Dengan pengemasan melalui teknik penulisan yang baik, artikel yang dibuat dapat menarik perhatian pembaca dan informasi dapat tersampaikan dengan baik pula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *