Printing Money in The Modern Monetary Theory

Yang Saya Pahami Tentang Teori Printing Money

Cetak uang alias printing money sempat jadi kontroversi belakangan ini. Ada yg berpendapat bikin inflasi, ada yg berpendapat itu solusi agar kita bisa lepas landas jadi negara maju. Tentu saja ada ilmunya. Ilmunya bagaimana, biarkan yang ahli menjelaskan…
Saya ingat kata orang tua dulu, kalo pas lagi gak punya duit dapat permintaan yang tidak masuk akal, biasanya yang terlontar:

“lha duwit opo karek ngeruk wae piye?”
“Emang duwite mbahe?”
“Emang perusahane mbahmu?”

Lontaran psimisme itu perlu dijawab dengan cara yang diluar kebiasaan…cara itu yang skr rame saya tahu tentang teori printing money.
Begini yang saya pahami tentang teori itu dan misalnya mau dijalankan…

Misalkan saat ini kita pake mata uang rupiah, kita namakan saja mata uang saat ini sebagai rupiah A.
Kemudian kita cetak mata uang baru, kita namakan saja rupiah B ..dengan bentuk yg berbeda untuk memudahkan dalam membedakan..sama sama resmi nya.

Hanya saja rupiah B hanya khusus untuk pembiayaan produktif yg strategis dan terpilih . Misalkan industri strategis terpilih tsb adalah industri pesawat angkut yg diproduksi PT DI, dimana hampir semua komponen bisa di produksi di dalam negeri, mulai skrup hingga jaket nya pilot.

Kemudian sales kita sebar ke banyak negara untuk menawarkan pesawat tsb…dapat PO dan DP misalkan 100 T dari total kebutuhan dana 600 T
Sisa 500 T itu kita cetak dalam bentuk rupiah B
Kebutuhan dana memproduksi pesawat angkut dibayar pake rupiah B. Misalnya saja yg bangun juga BUMN dan anak usahanya.
Rupiah B hanya bisa digunakan seputar transaksi di lingkup industri yg ditunjuk tsb…
Peswat selesai, negara pemesan bayar lunas pake dolar..total kita pegang dolar 600 T
Rupiah B kita tarik tukar dengan dolar tsb…rupiah B kita bakar…selesai. Dapat duit 600 T…
Jika sukses bisa dilanjut…

Tawarkan ke timor leste bangun infrastruktur…semua yg bangun dari kita, mulai material hingga tenaga kerja…mereka suruh ngangsur kalo sudah selesai….
Duitnya darimana ? Rupiah B…
Apakah semudah itu Ferguso? Mugo-mugo ferguso
Lantas inflasinya dimana Kang Jarwo? Kan duitnya muter muter saja di seputar proyek…gak bisa buat beli sembako…
Bener juga Bang Pendi….

Dan begitulah kisah China yang sukses menantang hegemoni Amerika…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *