Perbedaan Mendasar UX Designer dengan UI Designer

Dalam dunia pemrograman, kebutuhan akan programmer atau lebih tepatnya designer yang paham akan UI dan UX makin meningkat. Sedangkan bagi yang awam, seringkali bertanya apa perbedaan desainer UI dan UX. Sederhananya, UI Designer fokus ke tampilan aplikasi, sedangkan UX Designer fokus ke perasaan atau pengalaman pengguna ketika menggunakan aplikasi. Selain itu, perbedaan keduanya ada pada ranah tugas yang dikerjakan tentunya.

Kedua jenis desain program perangkat lunak tersebut erat kaitannya dengan kebutuhan akan aplikasi bisnis yang makin berkembang di era Android saat ini. Kebutuhan akan aplikasi juga semakin beragam, mulai dari aplikasi belajar online, aplikasi pesan antar makanan, aplikasi belanja sayur, dan aplikasi lainnya.

Jika diamati , setiap aplikasi memiliki beberapa pilihan, misalnya saja aplikasi belanja online punya beberapa opsi yang bisa dipilih. Pengguna cenderung memilih yang tampilannya enak dipandang dan juga mudah untuk digunakan. Untuk keperluan desain itulah peran UI dan UX Designer dibutuhkan.

Tak perlu bingung, bagi anak muda yang ingin memilih focus bidang keahlian, apakah memilih desain UI atau UX. Perbedaan keduanya terletak pada fokus desain, tugas, dan juga skill yang harus dimiliki.

Seorang UI Designer harus memiliki ketrampilan dalam bidang problem solving untuk memecahkan masalah pengguna melalui aplikasi dengan cara yang kreatif, salah satunya adalah dalam membuat prototype. Prototype biasanya terbagi menjadi 3. Gambar rangka dengan ketelitian rendah, prototipe yang dapat diklik dengan ketelitian sedang hingga tinggi, dan prototipe akhir yang menyerupai produk akhir.

Ketrampilan berikutnya yang harus dimiliki UI Designer adalah skill visual branding. Skill ini mutlak karena  Designer UI fokus pada tampilan yang mencakup tipografi, desain ikon, skema warna, dan lainnya. Pengetahuan tentang desain yang responsive juga merupakan hal mendasar yang harus dimiliki. Desain aplikasi bukan hanya menarik tapi juga responsif dan konsisten untuk berbagai jenis dan ukuran layar.

Bagaimana dengan UX Designer? Profesional di bidang ini harus memiliki kemampuan dalam membuat proses perancangan aplikasi. Tahap selanjutnya adalah wireframing dan membuat prototype gambar rangka dengan tingkat ketelitian yang berbeda dari suatu layar, halaman, atau tahapan produk. Membuat prototype untuk dapat diuji oleh pengguna.

Perbedaan krusial selanjutnya ada pada tahap riset dan analisis. UX Design bergerak mulai dari tahapan riset dan mengenali pengguna. Seorang UX Designer harus bisa melakukan penelitian dan analisis yang baik untuk bisa menjawab masalah dan kebutuhan pengguna melalui aplikasi agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.