Presentasi Makalah Calon Komisaris

Pengawasan Cerdas Menunjang Produktivitas Perusahaan (Smart Supervision Increases Company Productivity)

Presentasi Makalah Calon Komisaris
Presentasi Makalah Calon Komisaris

Discipline In Execution focus on:

1.Service & Support Supervision

2.Improving Internal Business Control Culture

3.Providing Business Process Navigation

Sebagai Salah Satu Syarat Seleksi Calon Anggota Komisaris di PT BPRS Sukowati Sragen 2022”

Wahyudi Hari Siswanto

Magetan, 1978

Pendidikan: Sarjana Teknik Fisika ITS 2002

Sertifikat Kompetensi:

  • Sertifikasi Direktur BPR Tingkat 1 2021
  • Sertifikasi BSMR Level 1, 2022
  • Bankers Lending Competency, Leadership Competency, PT WIP 2022
  • Sertifikasi Dasar Pembiayaan – Managerial – SPPI 2014
  • Kursus Multifinance Syariah dari A-Z, Karim Consulting 2014
  • Affiliate Wealth Manager (Aff.WM) from Certified Wealth Managers Association (CWMA) & MM UGM 2006

Pengalaman Kerja:

  • PT BPR Jateng 2019-sekarang, Kepala Cabang
  • PT Bess Finance (Konvensional dan Unit Usaha Syariah), Jawa Tengah, Jatim, Jakarta, 2010-2019, Area Manager, Pimpinan UUS Jateng
  • PT WOM Finance 2005-2010, Jatim, Kalimantan Timur, Sumatera Bagian Utara, Area Manager
  • Koperasi ITS 1998-2001 (Ketua Badan Pengawas, Ketua Bidang SDM)
  • Visi Misi dan Rencana Pengawasan
  • Visi:

    Menjadi Pengawas Yang Modern dalam Menunjang Produktivitas Perusahaan

    Misi:

    Menjalankan pengawasan yang efektif dalam memastikan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik

    Menjadi mitra strategis semua pemangku kepentingan dalam menjalankan peran sebagai anggota dewan komisaris

    Menjadi pilar strategis dalam konsep “memandu dan membantu” menuju perusahaan yang “Sehat, Besar dan Kuat”

  • Rencana Pengawasan:

    a.Rencana Bisnis BPR, mendukung skema RBB fase pertumbuhan (ekspansi) 4 tahun ke depan, growth aset  20-25 % / tahun, growth laba 30 % / tahun. Penekanan aplikasi manajemen resiko strategic dlm mendukung ekspansi.

    b.Tata Kelola

    c.Manajemen Risiko

    d.SDM dan IT

Presentasi Makalah Calon Komisaris
Presentasi Makalah Calon Komisaris

Abstract:

Peran utama Dewan Komisaris sesuai POJK No. 4 /POJK. 03/2015 adalah memastikan tata kelola perusahaan berjalan dengan baik. Peran anggota Dewan Komisaris modern dituntut untuk bukan sekedar fungsi pengawasan namun menuju peran memberi arahan dan tempat konsultasi bagaimana bisnis proses dijalankan.

Untuk itulah, pengawasan modern saat ini menuju ke arah pengawasan cerdas (smart supervision) demi menunjang produktivitas. Cerdas disini berfokus pada 3 arena penting dengan dukungan perangkat teknologi. 3 hal tersebut adalah pengawasan terkait  “Service & Support”, mendorong segenap karyawan agar tercipta budaya “Internal Business Control” yang baik dan sekaligus menjadi penasehat direksi tentang bisnis yang dijalankan sebagai bagian dari peran “Navigate Business Process”

Latar Belakang:

Sejauh ini, peran Dewan Komisarsi kurang maksimal dalam mendukung kinerja BPR/BPRS. Pada prakteknya, peran anggota komisaris lebih banyak ke pengawasan regular dan standar sebatas rutinitas tanpa banyak memberikan kontribusi arahan bagaimana bisnis bisa menjadi lebih baik lagi untuk dijalankan.

Kondisi ini bisa makin memburuk jika rapat dewan komisaris tidak rutin dan yang dibahas tidak sesuai dengan POJK diatas. Untuk itulah ada 2 tahapan mendasar dalam proses perbaikan kinerja Dewan Komisaris saat ini yaitu: memenuhi ketentuan POJK diatas (rapat rutin dan pembahasan sesuai arahan POJK) baru menuju ke “smart supervision” diatas.

Tujuan:

Makalah ini bisa menjadi konsep perbaikan kinerja Dewan Komisaris serta memberi gambaran arah pelaksanaannya dalam setidaknya satu periode masa jabatan kedepan.

 

Visi dan Misi:

Visi:

  • Menjadi Pengawas Yang Modern dalam Menunjang Produktivitas Perusahaan

Misi:

  • Menjalankan pengawasan yang efektif dalam memastikan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik
  • Menjadi mitra strategis semua pemangku kepentingan dalam menjalankan peran sebagai anggota dewan komisaris
  • Menjadi pilar strategis dalam konsep “memandu dan membantu” menuju perusahaan yang “Sehat, Besar dan Kuat”

Root Caused (Akar Masalah):

Berdasarkan pengamatan dan sharing dengan pelaku bisnis keuangan, 3 poin mendasar berikut ini menjadi kejadian berulang atas kondisi pengawasan dari Dewan Pengawas:

  1. Rapat Dewan Pengawas kadang tidak rutin
  2. Rapat Dewan Pengawas tidak membahas hal startegis seperti yang diamanahkan dalam POJK No. 4 /POJK. 03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola BPR Bab Rapat Dewan Pengawas
  3. Terjebak dengan rutinitas pengawasan, kurang dalam fungsi penasehat dan membari arahan bisnis

Konsep Smart Supervision

Smart Supervision (Pengawasan Cerdas) memiliki tujuan akhir meningkatkan produktivitas perusahaan yang sehat. Acuannya adalah beberapa rasio BPR terkait produktivitas meliputi pertumbuhan asset, laba dan Tingkat Kolektibilitas KYD terjaga dengan baik.

Tanpa mengesampingkan fungsi pengawasan yang lain secara menyeluruh, Smart Supervision memiliki focus pada 3 pilar utama:

  • Service & Support Supervision
  • Improving Internal Business Control Culture
  • Providing Business Process Navigation

Service & Support Supervision

Service & Support Supervision adalah pengawasan pada layanan dan dukungan terhadap proses. Pelanggan bisa dibagi menjadi 2 yaitu nasabah (penyimpan dan peminjam) serta karyawan internal yang menjalankan proses bisnis berikutnya.

Prinsip the next process is our customer harus dijalankan. Artinya karyawan yang menjalankan proses bisnis setelah saya adalah pelanggan saya yang harus dilayani dengan baik.  Metode control yang paling umum adalah standar SLA (Service Level Agrement). SLA harus tersistem dengan baik untuk memudahkan anggota komisaris melakukan smart supervision di bagian pilar pertama ini. Komisais harus control pilar pertam aini dan memberikan catatan jika ada proses layanan yang tidak standard serta berikan rating untuk melihat kualitas layanan.

Jika pilar pertama ini bisa berjalan dengan baik, pelanggan nasabah akan betah, karyawan internal akan puas, omzet penjualan naik, kesan di masyarakat akan semakin bagus.

Improving Internal Business Control Culture

Budaya kontrol mandiri harus ditanamkan dalam diri setiap karyawan sebagai bagian dari tanggung jawab pekerjaan dalam prinsip manajemen resiko. Artinya setiap proses yang dijalankan karyawan memiliki standar penilaian dalam scoring manajemen resiko. Perlu adanya daily activity recording (catatan aktivitas harian) secara tersistem yang menunjukkan kualitas setiap pekerjaan dilihat dari sisi kontrol resiko.

Komisaris perlu mengontrol scoring daily activity ini dan membuat standar penilaian yang ditentukan. Semakin tinggi score akan menunjukkan internal control berjalan dengan baik. Dalam jangka panjang prinsip internal control ini bisa menjadi budaya yang membuat perusahaan memiliki kesan yang baik dalam penerapan tata kelola perusahaan. Kesan yang baik pada masyarakat akan meningkatkan kepercayaan sehingga memudahkan perusahaan mencapai target produktivitasnya.

Contoh daily activity system

Providing Business Process Navigation

Anggota komisaris punya waktu yang cukup dan akses data yang lengkap untuk membuat rumusan pengembangan bisnis perusahaan. Idealnya anggota komisaris bisa memberikan panduan (navigasi) terhadap pencapaian RBB. Direksi dan karyawan seringkali tidak sempat memikirkan hal-hal seperti itu karena dikejar target dan aktivitas harian yang banyak.

Beberapa proses terkait pengembangan bisnis dan analisa yang bisa dilakukan oleh komisaris untuk memberikan panduan (navigasi) kepada direksi diantaranya terkait dengan:

  • rencana bisnis BPR;
  • isu-isu strategis BPR;
  • evaluasi/penetapan kebijakan strategis; dan/atau
  • evaluasi realisasi rencana bisnis BPR.

Rencana Strategis Dewan Pengawas:

Berikut ini manfaat transformasi budaya organisasi adalah:

Para karyawan mencintai pekerjaan mereka, sehingga produktivitas mereka meningkatkan.

Karyawan akan bangga bekerja untuk perusahaan dengan lingkungan budaya yang positif. Mereka akan berbagi pengalaman pribadi di jejaring sosial dan meningkatkan jenama perusahaan (employee branding).

Karyawan akan senang bekerja dan akan lebih berkomitmen pada perusahaan, sehingga mengurangi turnover dan biaya rekrutmen.

Pengetahuan dan keahlian akan dibagi di antara anggota tim. Hal itu akan meningkatkan efisiensi, kinerja, dan produktivitas.

Unilever Brazil pernah melakukan cultural transformation. Pada 2005, pendapatan perusahaan mulai menurun. Untuk menjaga momentum, perusahaan tahu bahwa mereka harus membuat beberapa perubahan.

Perusahaan melakukan transformasi budaya melalui personal sharing, listening, dan open dialog dengan para karyawan. Cultural transformasi yang dilakukan oleh perusahaan, yaitu:

  • Mempercepat pertumbuhan
  • Menciptakan transformasi yang berkelanjutan
  • Meningkatkan pendapatan
  • Mengidentifikasi kemampuan yang diperlukan untuk meningkatkan bisnis
  • Mengelola indikator kinerja utama

Penilaian transformasi budaya dilakukan setiap enam bulan, memastikan para pemimpin menciptakan budaya positif, dan membawa setiap karyawan dalam perjalanan refleksi pribadi tentang nilai-nilai dan budaya yang ingin mereka ciptakan.

Bagaimana dengan hasilnya?

  • Pendapatan perusahaan tumbuh sebesar 3% pada 2008 menjadi 14% pada 2010.
  • Skor entropi budaya perusahaan turun dari 37% menjadi 10%.
  • Budaya yang didorong oleh persaingan internal serta fokus jangka pendek dan kehati-hatian berubah menjadi lingkungan bisnis dengan tujuan jangka panjang, kerja tim, visi bersama, orientasi pada kepuasan pelanggan, dan kebahagiaan karyawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.