Mengenal Tipe-tipe Kepemimpinan Seorang Kapolres

 

Kecenderungan dalam bersikap dan bertindak itu membentuk pola kepemimpinan, sehingga setiap Kapolres memiliki tipe kepemimpinan yang berbeda-beda. Artikel berikut ini akan mengulas mengenai tipe-tipe kememimpinan seorang kapolres.

Apa gaya kepemimpinan yang digunakan di kepolisian?

Gaya kepemimpinan polisi bisa otokratis atau demokratis; gaya otokratis menghasilkan lebih banyak permusuhan dan benturan moral yang lebih sering tetapi juga kualitas kerja yang lebih tinggi. Kepemimpinan otokratis paling baik dalam krisis, sedangkan gaya demokratis berguna dalam membimbing kelompok anggota berkinerja rendah menuju komitmen terhadap misi yang harus mereka raih.

Ada aliran pemikiran yang memandang kepemimpinan sebagai pembawaan dari lahir yang dimiliki seseorang sejak lahir, dibandingkan pemikiran akan sosok pemimpin dengan kualitas yang dapat dipelajari melalui pengalaman, pendidikan, dan bimbingan.

Untungnya bagi organisasi penegak hukum di seluruh negeri dan di seluruh dunia, para pemimpin polisi menemukan bahwa keterampilan yang diperlukan untuk menjadi efektif seiring peran mereka terus berkembang dan berkembang. Kepemimpinan lingkup polri pada dasarnya, adalah selalu menekankan disiplin yang berkembang yang harus tumbuh dan berubah seiring waktu.

Saat ini, banyak pemimpin penegak hukum mencari wawasan yang lebih besar tentang bagaimana menjadi pemimpin polisi yang efektif, dan jenis gaya kepemimpinan apa yang akan bekerja paling baik dalam setiap lingkungan yang dihadapi.

Jawabannya sederhana — tidak hanya satu, tetapi ada sejumlah gaya kepemimpinan, sifat, keterampilan, dan tanggung jawab yang harus dipahami, dipelajari, dan dipraktikkan oleh pemimpin polisi yang berkualitas agar berhasil.

 

Gaya Kepemimpinan Polisi Konseptual

Kepemimpinan otoritatif mengacu berdasarkan aturan dengan preferensi untuk ketertiban dan terkadang pendekatan seperti militer. Dalam organisasi seperti itu, pemimpin memberikan kendali penuh atas tim dan bawahan diharapkan hanya mengikuti dan mematuhi, tidak menawarkan umpan balik atau menyumbangkan ide.

Sebagian besar pasukan militer dan polisi “secara historis mengikuti model yang sangat otoritatif,” Namun, ketika generasi penegak hukum milenial berikutnya mulai masuk, gaya kepemimpinan yang keras kepala ini tidak seefektif generasi sebelumnya, dan banyak pemimpin kontemporer mencari cara lain untuk memimpin, menginspirasi, dan terlibat didalamnya.

 

Kepemimpinan Polisi Transaksional

Kepemimpinan transaksional sangat mirip dengan kepemimpinan otoritatif kecuali bahwa ia bergantung pada sistem berbasis penghargaan untuk memotivasi bawahan. Menurut sistem ini, penghargaan atau hukuman diberikan berdasarkan kinerja bawahan dan kepatuhan terhadap aturan.

 

Kepemimpinan Transformasional Polisi

Kepemimpinan transformasional berfokus pada “pendekatan yang berpusat pada orang” yang bertujuan untuk menginspirasi, memberdayakan, dan memotivasi tim seseorang. Seorang pemimpin yang mengikuti pendekatan ini bekerja dengan bawahan untuk berkomitmen pada visi dan tujuan bersama bagi organisasi, mendorong inovasi dan kreativitas dalam mengejar tujuan tersebut.

Pemimpin transformasional bersifat inklusif, dengan mempertimbangkan kebutuhan, keterampilan, dan motivasi unik setiap individu. Mereka sering memiliki kebijakan “pintu terbuka” untuk memfasilitasi komunikasi yang lebih intensif.

 

Sifat Kepemimpinan Polisi

Tidak ada sejumlah ciri khusus yang membantu membuat pemimpin polisi efektif dalam posisi mereka. Namun, ada beberapa karakteristik yang secara konsisten ditemukan pada pemimpin polisi yang sukses.

Khususnya dalam penegakan hukum, para pemimpin harus memiliki komitmen tingkat tinggi terhadap semua aspek pekerjaan polisi dan membuat lingkup kerja kepolisian menjadi tempat yang lebih baik.

Kejujuran: Baik bekerja secara internal di dalam lingkup kepolisian atau berinteraksi dengan warga, tokoh masyarakat, dan media, kejujuran sangat penting. Jujur disini bisa berarti bersikap transparan selama investigasi yang sedang berlangsung, jujur ​​kepada anggota polisi di bawah komando mereka tentang kinerja mereka dan akhirnya jujur ​​pada diri mereka sendiri tentang potensi kekurangan anak buah jika Anda sebagai pemimpin dan bagaimana mereka dapat berkembang.

Integritas: Bagi seorang pemimpin dalam lingkup penegak hukum, bertindak dengan integritas berarti secara konsisten melakukan hal yang benar, bahkan ketika itu adalah pilihan yang lebih sulit. Ketika seorang komandan atau kepala polisi menunjukkan komitmen Anda terhadap kehormatan dan integritas, anggota polisi lain yang jadi anak buah Anda lebih mungkin mengikuti jejak Anda.

Kerendahan Hati: Kerendahan hati sangat penting bagi para pemimpin polisi saat ini. Rendah hati saat punya posisi adalah salah satu kondisi yang paling menantang untuk dikembangkan dan dipertahankan, karena terkadang dapat disalahartikan sebagai tanda kelemahan.

Namun, ketika seorang pemimpin penegak hukum menunjukkan kerendahan hati, mereka membantu menumbuhkan lingkungan di mana sesama perwira dan bawahan Anda akan merasa aman dan nyaman bersama Anda.

Komunikasi yang efektif: Komunikasi bisa dibilang merupakan keterampilan wajib dan paling penting bagi anggota polisi. Untuk level pemimpin, seorang anggota polisi harus menjadikan komunikasi yang efektif sebagai ciri praktik kepolisian mereka.

Dalam setiap aspek kepemimpinan, komunikasi itu penting. Komunikasi yang efektif dapat menciptakan kepercayaan dan membangun hubungan dengan bawahan, rekan kerja, anggota masyarakat dan instansi lainnya.

Kemampuan kita untuk berkomunikasi dengan sukses dapat mempengaruhi cara kita berinteraksi dengan lembaga lain dan bagaimana kita berbagi intelijen, yang sangat penting untuk keselamatan publik.

Kemampuan untuk berkembang: Bidang penegakan hukum selalu berubah dan berkembang, dan untuk menjadi efektif dalam posisi kepemimpinan, seorang pimpinan di lingkup kepolisian juga harus dapat berkembang dalam gaya dan perspektif kepemimpinan yang akomodatif terhadap perubahan jaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published.