Komunikasi Bisnis Pada Bidang Kesehatan Masyarakat

BAB II

A. Bagaimana proses komunikasi antar bagian/unit

Dimensi-dimensi komunikasi organisasi :

  1. Komunikasi eksternal, digunakan anggota organisasi untuk interaksi dengan individu di luar organisasi. Komunikasi eksternal membawa pesan organisasi dan lingkungan organisasi yang relevan. Sistem pesan eksternal digunakan untuk menyampaikan informasi dari lingkungan organisasi dan untuk memberikan lingkungan informasi dari organisasi.
  2. Komunikasi internal, ialah pola pesan yang dibagi (Share) antar anggota organisasi, interaksi manusia yang terjadi dalam organisasi dan antar anggota organisasi. Saat organisasi tumbuh pada ukuran atau kompleksitas atau menyebar ke luar area dan zona waktu, ini memerlukan program komunikasi internal yang membantu membangun tim. Ini berarti komunikasi organisasi secara internal dan eksternal menjadi penting dalam mewujudkan bagaimana komunikasi yang tercipta dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.

Penjelasan flow chart:

System penyampaian informasi dan akses di dalam dinas kesehatan bisa menggunakan skema flow chart tersebut. Actor yang membutuhkan informasi atau bisa juga orang yang akan diberikan informasi terhubung dengan system melalui akses admin. Dalam system terhubung juga Kep Bid Sumberdaya Kesehatan yang memiliki akses mengelola data kesehatan yang dibutuhkan oleh bagain lain salah sautunya adalah actor

Kep Bid Pelayanan yang memiliki akses  untuk melihat informasi yang dikelola oleh Kep Bid Sumberdaya Kesehatan. Jadi saat actor ingin mendapatkan akses informasi dan melakukan komunikasi maka Kep Bid Pelayanan KesMas bisa melihat apakah komunikasi tersebut sudah berjalan atau masih pending (belum dip roses).

Kepala Dinas Kesehatan memiliki akses bisa melihat semua laporan yang dihasilkan oleh system informasi tersebut. Dengan akses seperti ini, kepala dinas bisa meilhat apakah komunikasi di dalam lingkup internal tersebut sudah berjalan dengan lancar atau masih ada yang pending.

B. Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Pekalongan

Pencelasan struktur organisasi:

Dalam struktur organisasi tersebut, kepala dinas memiliki tanggung jawab dan kewenangan untuk mengawasi proses komunikasi agar berjalan dengan baik yang dijalankan sesuai dengan gambar struktur tersebut. Masing masing pejabat memiliki tanggung jawab dan level komunikasi sesuai jenjangnya dan diatur melalui akses system yang sudah berbasis computer (user access system).

 

C. Bagaimana prosedur komunikasi (boleh berbentuk flowchart)

 

Berikut akan dijelaskan pengertian komunikasi internal dan komunikasi eksternal :

  1. Komunikasi Organisasi Internal

Komunikasi internal dapat dilakukan secara vertikal, horizontal dan diagonal. Dan komunikasi eksternal dilakukan melalui pemberian informasi, diskusi dan kerjasama yang melibatkan adanya pembicaraan dengan menggunakan pesan yang mudah dimengerti.

Komunikasi organisasi secara internal melibatkan adanya suatu kegiatan pemberian pesan dan penerimaan pesan dari atasan terhadap bawahan atau orang lain, sehingga menghasilkan komunikasi internal secara vertikal, horizontal, dan diagonal. Wujud komunikasi ini bervariasi sesuai dengan bentuk kegiatan organisasi di dalam menerapkan komunikasi organisasi yang efektif.

  1. Komunikasi Organisasi Internal Secara Vertikal

Komunikasi organisasi internal yang melibatkan pimpinan, unit kerja, dan bawahan, sering menghasilkan komunikasi organisasi internal secara vertikal, yaitu suatu komunikasi yang sumber pesan diberikan oleh pimpinan kepada unit kerja, kemudian dikelola oleh bawahan untuk menghasilkan sebuah pesan informasi, perintah, teguran dan solusi dalam menjalankan aktifitas organisasi.

 

 

Penjelasan flow chart:

Ini adalah salah satu contoh system komuniaksi yang dijaankan di lingkup dinas kesehatan untuk kasus pelaporan malaria. Sesuai flow chart diataspenderita yang berobat di puskesmas akan dip roses secara system dalam bentuk inputan data, masuk ke rekap untuk selanjutnya secara berkala masuk dalam laporan bulanan. Masing masing tahap tersebut dikelola oleh petugas sesuai tugasnya dan diawasi serta dikelola oleh pejabat sesuai kewenangannya secara bertingkat mulai dari fasilitas kesehatan tahap pertama (puskesmas) sampai masuk ke dalam pengawasan di lingkup dinas kesehatan.

 

  1. Temuan, menjelaskan permasalahan komunikasi yang terjadi di object

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komunikasi yang tersistem dengan baik efektif berperan dalam menyelesaikan kasus kiss informasi di lingkup internal.

Beberapa permasalahan yang bisa diselesaikan dengan system komunikasi yang baik diantaranya adalah:

  1. Penyampaian pesan dari pusat, dinkes kabupaten hingga ke fasilitas kesehatan
  2. Bentuk Pesan baik Formal (tercatat system) dan Informal (tidak tercatat system) bisa terdokumentasi dengan baik
  3. Menghindari kurang adanya kepercayaan antara karyawan dan pimpinan, antara pengguna layanan hingga penyedia layanan kesehatan.

 

  1. Diskusi, mejelaskan solusi atau penyelesaian masalah

 

Untuk dapat menyelesaikan konflik perlu diperhatikan komunikasi yang efektif baik dengan dinas kesehatan kabupaten maupun diantara lingkup internal pegawai di dinas kesehatan tersebut.  Disarankan dalam menyelesaikan konflik perlu diperhatikan komunikasi yang efektif dari pimpinan instansi ke bawahannya hingga ke pengguna layanan kesehatan. Kejujuran, sikap terbuka harus lebih ditingkatkan karena terbukti berperan baik dalam meningkatkan produktifitas karyawan dan meningkatkan layanan kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *