Kisah Nyata Wanita yang Tidak Khawatir dengan Penyakit Jantung, Bisa Selamat!

 

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian kedua bagi wanita di seluruh penjuru dunia (selain kanker), termasuk di Kanada, namun kita jarang menganggap penyakit jantung sebagai ‘masalah wanita’, seperti yang di ulas penulis kesehatan dari Kanada, Kerrie Lee Brown, yang mengalami serangan jantung pada usia 39 tahun

Ketika berusia 39 tahun, Lee menemukan fakta bahwa dia memiliki masalah dengan jantung. Waktu itu ada perasaan berat di dada pada pagi hari, wlau merasa asing dengan rasa nyeri tersebut, dia hanya mengangkat bahu seperti stres biasa.

Beberapa minggu kemudian, setelah perjalanan angin puyuh ke Florida bersama keluarga, Lee mulai mengalami episode degup jantung yang berat tiga sampai empat kali seminggu. Pada saat bersamaan, dia sering mengalami sakit kepala dan kesulitan berjalan naik turun tangga.

Suatu malam Lee merasakan perasaan yang paling mengerikan saat meletakkan anak-anak di tempat tidur. Rasa sakit yang tiba-tiba dan tajam di bahu kanan hingga lengan. Rasanya seolah seseorang memukul dengan keras menggunakan tongkat baseball. Rasa sakit yang luar biasa menusuk punggung, dan perasaan kelelahan yang luar biasa, namun tetap membuat Lee tidak juga memanggil ambulans.

Lee mengatakan kepada suaminya bahwa rasa sakit itu ‘akan hilang’ dan dia akan merasa lebih baik di pagi hari dan hanya perlu beristirahat saja. Lagi pula, saat itu pekerjaan di tempat kerja memang berat saat butuh perjalanan sehari empat jam yang membuat dia juga stres. Lee masih terlalu muda dan terlalu sehat untuk mengkhawatirkan kondisi jantungnya. Ternyata fakta berkata lain, Lee terkena sakit jantung karena mengabaikan gejala-gejala yang di terjadi sebelumnya.

Seringkali gejala penyakit jantung diabaikan wanita adalah karena kurangnya pengetahuan dibalik faktor penyebabnya. Lee mengatakan pada wanita, terutama wanita muda, harus mulai peduli tentang penyakit mematikan ini termasuk cara mengatasinya.

Sejak kejadian itu dia menyadari bahwa setiap orang berisiko terkena penyakit jantung atau stroke. Lee beruntung, karena sempat menjalani tes yang diperlukan, yang akhirnya membuat dia menjalani operasi jantung pada bulan Maret yang lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *