Kerja Rumahan vs  Kerja Kantoran

Sampai lima tahun ke belakang, kerja jarak jauh atau kerja remote, masih dianggap sangat asing. Perusahaan Indonesia yang menerapkan kerja remote secara penuh jumlahnya sedikit sekali. Kemungkinan karena kerja remote masih dianggap sebagai cara kerja alternatif, artinya belum dianggap normal.

Karena pada dasarnya tidak ada alasan bagi perusahaan untuk bekerja jarak jauh.  Selama ini perusahaan yang beroperasi secara remote hanya dikenal sebagai perusahaan kekinian, perusahaan yang tidak punya kantor, dan hanya untuk menunjukkan gaya milenial.

Padahal, perusahaan ini beroperasi layaknya perusahaan konvensional lainnya, ada jam kantor, ada pembagian tugas yang formal dan ada SOP yang berlaku.  Ketika Covid-19 menyerang dan melumpuhkan perekonomian, banyak perusahaan gulung tikar, barulah orang menyadari ada urgensi dari bekerja tanpa bertemu.

Konsep bekerja yang selama ini berhubungan dengan “meninggalkan rumah” terpaksa harus tergantikan dengan “di rumah saja.” Pekerjaan berjarak alias remote, kali ini dianggap lebih baik, lebih aman dan lebih efektif. Namun bagaimana caranya perusahaan bisa  membuktikan semua hal itu?

Bekerja Remote Adalah Sebuah Kewajaran

Pertama, bagi Anda yang sudah memulai bekerja remote bersama perusahaan Anda, Anda tidak perlu meromantisasi keadaan.  Misalnya, mengatakan “bekerja remote itu enak, tidak perlu keluar rumah, bisa tinggal bersama keluarga”, atau “kerja remote itu tidak perlu pakai seragam dan bisa sambil tidur-tiduran.”

Pada kenyataannya jelas tidak sesantai itu, bekerja remote juga memiliki tantangannya sendiri. Seperti masalah komunikasi, fokus dalam menyingkirkan distraksi, atau manajemen proyek. Yang jelas, setiap hal memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri-sendiri, termasuk kerja remote.

Namun, pada masa yang tidak menentu seperti sekarang, Anda tidak punya pilihan lain selain mengubah tim Anda menjadi tim remote yang efektif.

Transisi dari Kantoran ke Rumahan

Berpindah model operasi bisnis dari kantoran ke rumahan jelas bukan sebuah hal yang sederhana. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan dan dipikirkan. Terutama model bisnis Anda, apakah bisa sepenuhnya remote atau tidak, untuk perusahaan yang memiliki aktivitas manufaktur, mungkin butuh waktu lebih banyak untuk sepenuhnya bekerja remote.

Meski begitu, semua bisa dilakukan dengan pendekatan yang tepat.  Keuntungan dalam berpindah ke kerja remote adalah Anda bisa memangkas pengeluaran yang cukup besar untuk mempertahankan bisnis Anda.

Salah satunya tentu saja sewa kantor. Dengan bekerja remote Anda memotong anggaran untuk sewa kantor dan operasional sehari-hari.  Keuntungan lainnya adalah Anda menyederhanakan aktivitas meeting dan penyusunan target. Anda tidak bisa lagi menggunakan pola pikir lama dalam menjalankan perusahaan remote.

Segalanya harus tepat guna dan efektif. Jangan sampai ada energi terbuang karena Anda akan memiliki tantangan sendiri dalam berkomunikasi. Intinya, segala keseharian bisnis Anda akan berubah, Anda harus bisa beradaptasi dengan segala perubahan tersebut

Ilmu yang tepat

Semua hal bisa dilakukan dengan aman dan tenang jika memahami ilmunya. Karena berpindah dari kerja kantoran ke kerja rumahan bukan hal yang sederhana Anda juga memerlukan pengetahuan yang tepat. Anda harus mencari referensi dari orang yang punya pengalaman mengelola perusahaan remote secara penuh.

Ada pendekatan-pendekatan khusus yang perlu Anda lakukan dalam menjalankan perusahaan remote, apalagi Anda bukan memulai, tetapi memindahkan.  Hal ini jelas butuh penanganan serius, karena jika tidak, lambat laun perusahaan Anda justru akan hancur secara perlahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *