Haruskah saya menyalakan kipas angin dan AC bersama-sama?

Haruskah saya menyalakan kipas angin dan AC bersama-sama?

Haruskah saya menyalakan kipas angin dan AC bersama-sama?-Cuaca panas seringkali membuat kita malas keluar dan lebih memilih tinggal di rumah sembari memasang AC (AC). Jendela kamar tidur bahkan jarang dibuka karena AC terus menyala sepanjang hari. Dan karena kami selalu menggunakan AC, kami juga melupakan kipas angin. Banyak orang lebih suka menggunakan AC daripada kipas angin gantung. Pasalnya, jika Anda menggunakan kipas angin plafon, saat bangun tidur perut Anda sering menjadi kembung atau sakit kepala. Kipas angin terbukti lebih baik dan lebih sehat daripada menggunakan AC.

Haruskah saya menyalakan kipas angin dan AC bersama-sama?Mengapa demikian? Inilah alasannya:

Perbaiki Sirkulasi Udara
Kipas angin baik yang diletakkan di dinding, plafon, meja atau lantai menimbulkan efek angin dingin yang membuat kita semakin betah di dalam rumah. Di pagi atau sore hari, buka jendela kamar dan biarkan kipas angin menyala selama beberapa jam. Kipas angin tidak mendinginkan udara, tetapi hanya memindahkan udara kotor dari dalam ruangan ke luar, menggantinya dengan udara bersih dari luar.

Lebih sehat
Kipas angin tidak berfungsi sebagai pendingin, hanya menimbulkan efek angin dingin. Namun sebaliknya, AC tidak berfungsi sebagai sirkulasi udara. Karena ruangan benar-benar tertutup, udara di dalam ruangan akan berputar di area tersebut sepanjang hari. Saat menghirup, kita akan menghirup O2 dan akan melepaskan CO2 saat menghembuskan nafas. Artinya, saat kita tidur dengan saudara kita, kita juga akan menghirup CO2 yang dikeluarkan oleh mereka. Ini tidak seperti kita tidak bisa menggunakan AC sama sekali. Namun, kita bisa mengurangi penggunaan AC ini. Untuk menghindari perut kembung atau masuk angin, jangan arahkan angin langsung ke tubuh Anda saat memasang kipas angin. Mudah, bukan?

Lebih Ekonomis dan Ramah Lingkungan
Kipas membuat ruangan yang panas terasa lebih sejuk dari yang seharusnya. Kipas angin gantung, misalnya, hanya mengonsumsi sekitar 75 watt (setara dengan bola lampu) dan hanya 1/10 dari daya yang dihasilkan oleh AC. Kipas angin tidak membuat udara terasa pengap dan lembab seperti yang terjadi saat menggunakan AC. Jangan lupa matikan kipas angin jika tidak digunakan.

Haruskah saya menyalakan kipas angin dan AC bersama-sama?

Tahukah kamu? AC mengeluarkan emisi karbon, lo. Emisi karbon ini dapat meningkatkan pemanasan global. Itu karena kebanyakan kondisioner menggunakan gas chlorofluorocarbon (CFC). Gas ini merupakan salah satu gas berbahaya bagi lapisan ozon bumi. Daya listrik untuk menghidupkan AC lebih besar dari kipas angin. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan AC. Misalnya menggunakan AC dengan suhu 22-25 derajat Celcius. Di suhu segini kurang listrik yang dibutuhkan ya sob. Lalu, gunakan timer atau timer saat menyalakan AC di malam hari, ya. Setel AC agar mati secara otomatis sebelum fajar. Bagaimana dengan tidur sambil menyalakan kipas angin? Tidur dengan kipas angin juga kurang bagus.

Setel AC agar mati secara otomatis sebelum fajar. Bagaimana dengan tidur sambil menyalakan kipas angin? Tidur dengan kipas angin juga kurang bagus. Tidur dengannya bisa menyebabkan kita mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, gunakan kipas angin saat ingin membuang udara panas. Jika udara panas di malam hari, Anda harus mengarahkan kipas angin ke dinding. Itu tidak langsung pada tubuh Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *