Haruskah Kipas Angin dan AC Dinyalakan Bersamaan? Apa Manfaatnya?

Kipas langit-langit adalah jenis kipas angin yang menjadi alat bantu kenyamanan rumah tangga yang banyak digemari sejak awal abad ke-20. Kipas langit-langit ini mulai digunakan secara komersial mulai tahun 1920 untuk mendinginkan rumah, pabrik dan hotel. Saat itu kipas angin-angin cukup populer, jauh sebelum pendingin ruangan digunakan.
Saat ini, kipas langit-langit digunakan bukan sebagai alternatif untuk AC tetapi sebagai pengiring AC yang bisa digunakan secara bersama-sama. Menjalankan kipas langit-langit dan pendingin udara pada saat yang sama dapat meningkatkan kenyamanan ruangan serta menghemat energi. Mengapa demikian? Berikut ini ulasannya:
Merangsang Udara Selalu Bergerak di Dalam Ruangan
Kipas langit-langit membuat musim dingin yang berangin terasa lebih dingin daripada yang terbaca di termometer. Angin dingin dihasilkan dari pergerakan udara yang mengenai kulit dan menyebarkan panas tubuh dan menguapkan keringat, sehingga bisa memberikan kesejukan. Kipas langit-langit memindahkan udara dalam jumlah yang besar dengan kecepatan rendah. Saat musim panas, kipas langit-langit mengarahkan udara langsung ke dalam ruangan, membuat penghuninya memiliki sirkulasi udara terus-menerus dan benar-benar membuat sirkulasi angin lebih dingin di dalam ruangan. Termometer di ruangan dengan kipas angin di langit-langit dapat menampilkan suhu 80 derajat Fahrenheit. Namun bagi penghuni, ruangan mungkin terasa lebih dingin hingga 5 derajat karena faktor pendinginan yang dilakukan oleh kipas langit-langit.

Membantu Meringankan Beban Thermostat
Pada saat AC menyala, kipas langit-langit berfungsi mengalirkan udara dingin dan membuat orang merasa lebih dingin. Kondisi ini membuat Anda kedinginan sehingga Anda perlu meningkatkan setpoint termostat AC Anda beberapa derajat sampai kondisi nyaman. Di rumah, untuk setiap derajat suhu udara yang didinginkan, Anda dapat mendorong termostat ke atas untuk mengurangi beban kompresor AC sebesar 10 persen. Hal ini bisa memotong konsumsi energi serta secara proporsional merampingkan jejak karbon rumah Anda.

Membantu Menurunkan Biaya Listrik
Pada tingkat utilitas yang umum, AC sentral membutuhkan biaya 43 sen per jam untuk beroperasi, jika dinyalakan sendirian tanpa bantuan kipas angin. Sedangkan menyalakan kipas angin langit-langit biayanya sekitar 1 sen per jam. Jika Anda melakukan pengaturan termostat hingga 4 derajat, Anda bisa mengurangi biaya pendingin udara sentral sebesar 17 sen per jam. Jika dikonversi dari sisi biaya, maka mengurangi satu sen biaya untuk menjalankan kipas langit-langit, sama artinya dengan penghematan bersih 16 sen per jam.
Berdasarkan data teknis dari pabrikan AC, rata-rata AC sentral beroperasi setidaknya enam jam per hari selama musim dingin hingga musim panas. Dengan cara ini, Anda dapat menghemat setidaknya $ 30 per bulan jika Anda menjalankan kipas langit-langit dengan AC secara bersamaan, tanpa kehilangan kenyamanan yang dirasakan di rumah.

Kipas Angin Langit-Langit Hanya Membuat Ruangan Nyaman, Bukan Mendinginkan
AC dan kipas angin langit-langit berbeda fungsinya. Kipas langit-langit hanya membuat ruangan tampak lebih dingin bagi penghuninya. Namun, kipas angin tidak bisa mendinginkan udara. Oleh karena itu, kipas langit-langit harus didukung dengan AC. Tanpa AC, kipas angin langit-langit tidak bisa membuat penghuninya nyaman sepenuhnya. Saat menyalakan kipas langit-langit, penghuni harus menjalankannya seperti halnya lampu yaitu Anda menyalakan AC saat Anda memasuki ruangan dan mematikannya ketika Anda pergi. Begitu juga untuk kipas angin langit-langit dan perangkat elektronik lainnya.

Tags terms:

ac dan kipas di gunakan bersamaan, bolehkah ac dan kipas angin hidup bersama, bolehkah ac dengan kipas nyala, menyalakan ac dan kipas, menyalakan kipas saat ac hidup, spa yang terjadi jika ac dsn kipas nyala bersamaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *