Green Angelica Paket Maksimal Penumbuh Rambut

Setiap orang kehilangan sekitar 50-100 helai rambut setiap harinya, dan ini adalah hal yang normal. Jika jumlah rambut yang rontok setiap hari lebih banyak daripada itu, Anda perlu mencari tahu penyebabnya agar dapat segera diatasi sebelum terjadinya kebotakan. https://shopee.co.id/product/66485087/9513381967…

Green Angelica Paket Maksimal Penumbuh Rambut
Green Angelica Paket Maksimal Penumbuh Rambut

Beberapa hal yang dapat menyebabkan rambut rontok secara berlebihan dan berpotensi menimbulkan kebotakan adalah:

1. Faktor keturunan

Penyebab kebotakan yang paling sering adalah faktor keturunan atau genetik. Kondisi ini bisa mengakibatkan androgenic alopecia dengan pola kebotakan yang khas.

Kebotakan jenis ini sering ditandai dengan penipisan rambut dan mundurnya garis batas rambut pada dahi. Botak akibat keturunan bisa dimulai sejak remaja dan terjadi secara bertahap seiring pertambahan usia.

2. Perubahan hormon

Berbagai kondisi yang menyebabkan perubahan kadar hormon di dalam tubuh dapat menyebabkan kebotakan. Beberapa contoh kondisi bisa mengganggu kadar hormon adalah kehamilan, melahirkan, menopause, PCOS, dan gangguan tiroid. Kebotakan akibat perubahan hormon umumnya bersifat sementara.

3. Penyakit tertentu

Sejumlah kondisi medis, seperti penyakit autoimun yang menyebabkan alopecia areata, infeksi jamur pada kulit kepala (tinea capitis), dan gangguan mental yang disebut trikotilomania, bisa menyebabkan kebotakan.

Selain itu, kejadian yang menimbulkan stres atau gangguan psikologis, seperti kematian orang terkasih atau perceraian, juga bisa menyebabkan rambut rontok dan botak.

4. Obat-obatan

Kebotakan juga bisa terjadi akibat efek samping obat-obatan, seperti obat untuk kanker (kemoterapi), depresi, atritis, asam urat, hipertensi, atau penyakit jantung.

Bila botak terjadi setelah Anda menggunakan obat tertentu, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar dapat dilakukan penggantian atau penghentian obat. Jangan langsung mengganti atau menghentikan obat tanpa sepengetahuan dokter.

5. Terapi radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi yang dilakukan untuk mengobati kanker bisa menyebabkan kebotakan, terutama bila terapi dilakukan di area kepala atau leher. Meski demikian, kebotakan akibat radiasi umumnya bersifat sementara dan rambut bisa tumbuh kembali beberapa bulan setelah terapi selesai.

6. Penataan dan perawatan rambut

Terlalu sering menata rambut dengan cara ditarik, seperti kuncir kuda atau kepang, bisa menyebabkan kebotakan. Kebotakan jenis ini disebut traction alopecia.

Selain itu, perawatan rambut secara berlebihan, misalnya terlalu sering mewarnai rambut, mengeriting, atau meluruskan rambut, juga berpotensi menyebabkan kebotakan. Hal ini karena kebiasaan tersebut dapat membuat rambut menjadi rapuh dan mudah rontok.

Faktor Risiko Botak
Ada sejumlah kondisi yang bisa membuat seseorang lebih berisiko mengalami kebotakan, yaitu:

Memiliki riwayat kebotakan dalam keluarga
Berusia lanjut
Mengalami stres
Menderita kondisi medis tertentu, seperti lupus atau diabetes
Mengalami penurunan berat badan secara signifikan atau kekurangan asupan kalori dan protein
Mengalami kekurangan zat gizi tertentu, seperti zat besi, protein, atau zinc
Gejala Botak
Rambut dapat tumbuh hampir di semua bagian tubuh, kecuali di telapak tangan, kaki, atau di kelopak mata. Rambut terbentuk dari salah satu protein yang disebut keratin yang ada di folikel rambut. Rambut akan mengalami pertumbuhan dan akan rontok dengan sendirinya. Proses ini berlangsung secara berulang membentuk siklus. Ada 3 fase yang terjadi selama siklus pertumbuhan rambut, yaitu:

Anagen, yaitu fase saat rambut tumbuh dan bertahan sampai 8 tahun
Katagen, yaitu fase transisi dari pertumbuhan rambut yang berlangsung 2–3 minggu
Telogen, yaitu fase istirahat yang berlangsung 2–3 bulan, sebelum akhirnya rambut rontok dan digantikan dengan rambut yang baru
Kebotakan dapat terjadi bila ada kerontokan rambut dalam jumlah yang berlebihan dan berlangsung setiap hari, tanpa adanya pertumbuhan rambut yang baru. Keluhan atau gejala yang dapat mengawali kebotakan adalah:

Rambut menjadi mudah patah dan rusak
Terjadi penipisan rambut, terutama di puncak kepala
Mundurnya garis batas rambut pada bagian dahi
Muncul pitak di kulit kepala atau kulit yang biasanya ditumbuhi rambut
Banyak rambut yang rontok saat menyisir atau saat menyapukan tangan ke rambut
Muncul bercak kerak di kulit kepala yang melebar secara bertahap
Gejala-gejala di atas bisa berlangsung secara bertahap atau muncul secara tiba-tiba, tergantung penyebab kebotakan. Botak bisa terjadi di semua bagian kulit yang ditumbuhi rambut, termasuk alis dan jenggot.

Selain gejala di atas, kerontokan rambut yang akhirnya memicu kebotakan juga bisa disertai rasa gatal atau sakit di kulit kepala. Bahkan, jika penyebabnya adalah infeksi jamur, area yang botak dapat mengalami pembengkakan dan keluar nanah.

Kapan harus ke dokter
Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, terutama bila terjadi secara tiba-tiba, rambut yang rontok jumlahnya sangat banyak, atau terjadi kebotakan di area lain, misalnya alis.

Anda juga sebaiknya memeriksakan diri ke dokter bila kebotakan atau kerontokan rambut sampai membuat Anda merasa tertekan atau rendah diri. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kesehatan mental Anda.

Diagnosis Botak
Untuk mendiagnosis kebotakan, dokter akan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *