Dicaplok CT, Bank Harda akan Jadi Bank Digital

Bank kecil yang diakuisisi Mega Corpora milik pengusaha nasional Chairul Tanjung (CT), PT Bank Harda Internasional (BBHI) menegaskan akan menjadi bank dengan platform teknologi digital.

Dengan transformasi bank digital akan membuat perusahaan menjadi bank yang lebih kuat.

Hal ini terungkap dalam dokumen paparan publik atau public expose (PE) insidentil yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). PE insidentil sudah digelar Kamis ini Kamis (4/3/2021) atas permintaan BEI.

PE insidentil dilakukan setelah saham BBHI disuspensi atau dihentikan sementara oleh BEI sebanyak dua kali dalam pekan ini. Pertama, saham BBHI disuspensi pada Senin (1/3).

Setelah sempat dibuka Rabu (3/3), Kamis ini (4/3), saham BBHI disuspensi lagi bersamaan dengan enam bank mini (bank BUKU II) lainnya.

Berdasarkan data BEI kenaikan signifikan saham BBHI ini menjadi alasan bursa untuk melakukan suspensi. Saham BBHI sudah melesat 82% dalam sepekan terakhir di level Rp 2.410/saham.

Sebulan terakhir sahamnya naik 192% dan year to date meroket 2.111% dengan kapitalisasi pasar Rp 10,08 triliun.

Dalam materi PE Insidentil, manajemen BBHI menjelaskan perseroan berencana akan menjadi bank digital. Rencana ini akan dilakukan setelah proses akuisisi oleh Mega Corpora selesai.

“Setelah proses pengambilalihan perseroan oleh Mega Corpora selesai, perseroan akan menjadi sebuah bank dengan platform teknologi digital,” jelas manajemen BBHI. (Foto: PWMU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *