Contoh Fit Proper Direktur BPR

Pertanyaan

  1. Apa pengalaman dan kompetensimu utk mendukung di posisi direktur ini?

Saya terjun di industri keuangan mulai tahun 2005. IKNB multifinance (leasing) WOM Finance pernah menjabat di kantor regional yang membawahi 9 cabang (belum termasuk kios) tersebar di 4 propinsi di sumatera bagian utara dengan totl aset 400-500 M, dengan 1000 karyawan. Waktu itu pegang area manager operasional, mirip tugas tanggung jawab direktur dan direktur yang mebawahi fungsi kepatuhan, masa kerja 5,5 tahun. Lanjut di Bess Finance 9 tahun , 3 tahun posisi sama, pegang operasional, 6 tahun pegang bisnis baik di regional jakarta (40 cabang, 1000 karyawan), jateng 35 cabang, jatim 30 cabang, total aset 300-400 M, 800 karyawan. Produknya lebih komplek mulai dari pembiayaan reguler, refinancing, roda 2, roda 4, investasi modal kerja hingga unit usaha syariah. Lanjut di BPR jateng, Kepala Cabang Gubug  dengan aset 35 M/125 M (konsolidasi) dimana cabang gubung kontribusi 99 % laba BPR Jateng.

Secara pengalaman, saya pernah pegang bisnis dengan skala 10x lipat dari skala bisnis saat ini. Secara kinerja:

  • Di BPR Jateng kontributor utama laba perusahaan
  • Di Bess Finance pernah membidani lahirnya unit usaha syariah jateng dengan predikat terbaik no 2 nasional
  • Di WOM Finance pembenahan regional Sumatera Bagian Utara dari sisi operasional perusahaan sampai jadi tulang punggung bisnis di pulau Sumatera

Secara kompetensi:

Kompetensi di bidang keuangan dan non keuangan sudah dilengkapi baik BPR certif rencana tahuan ini dir 2 dan komisaris, Bank Umum manajemen resiko level 1 rencana level 3 tahun ini, leasing, financial planning insurance,  non keuangan bidang digital marketing BNSP yang bisa diaplikasikan untuk memperkuat branding perusahaan dan literasi keuangan bagi masyarakat.

  1. Apa yang kamu lakukan sbg direktur yg baru terkait dengan kondisi BPR utk memperbaiki kinerja BPR (kamu hrs tahu kondisi keuangan BPR dan permasalahan BPR)

Terkait tugas fungsi direktur kepatuhan:

  • Memastikan dan membuat langkah pencegahan dan panduan dalam konteks prinsip kehati-hatian agar BPR senantiasa mematuhi peraturan perundangan yang ada
  • Memastikan dan monitor aktivitas BPR agar senantiasa sesuai dengan peraturan yang ada
  • Memastikan komitmen kepatuhan yang telah dibuat BPR terhadap OJK

Dalam kaitannya dengan hal tersebut, langkah praktis yang akan dijalankan sesuai dengan 3 misi yang saya emban:

  1. Service dan support, the next proses is our customer untuk menunjang bisnis keseluruhan
  2. Internal control sesuai fungsi Direktur YMF, membuat panduan daily activities semacam compliance cek list masuk system, dimulai dari SOP, hingga control system dan scoring.
  3. Memberi panduan bisnis proses. Direktur operasional dan YMH idealnya paling melek data dan analisa. Kekauatan ini yang akan digunakan dalam memberi panduan bisnis ke depan. Problem BPR saat ini ada di KAP lebih spesifik KYD semua bucket (kolektibilitas) terjadi penurunan kualitas, mulai dari lancar turun 83% ke 74 %, DPK dari 7 % memburuk jadi 14 % begitu seterusnya hingga NPL (saat ini masih 10% net). KAP masih bagus di angka 7 % tertolong penempatan dana di bank 7-9 M. Solusinya manajemen resiko dipertajam, risk appetite dan tolerance nya seperti apa. Sisi positifnya KYD dan aset masih tumbuh sehingga harapan perbaikan masih terbuka lebar. Pengalaman di BPR Jateng kualitas kredit baru membaik namun aset turun terus juga tidak merubah keadaan. Jadi harus seimbang antara kualitas dan kuantitas. Contoh di manajemen resiko kredit risk appetite , risk tolerance

  1. Model kepemimpinan sepeeti apa yang akan anda terapkan di BPR ini?

Saya terinspirasi 3 leader dalam bisnis. Jonan kereta api, Chairul Tanjung CT Corpora, Helmi Yahya motivator bisnis. Dari jonan belajar transformasi leader untuk kondisi bisnis yang sudah sedemikian parahnya. Dari CT belajar tentang bagaimana memberi contoh dan menggerakkan tim agar kerja keras, dari Helmi yahma bagaimana mencetak kader leader baru ke depan. Untuk BPR sendiri lebih cocok kepemimpinan demokrasi dengan role model. Tetapkan visi, siapkan misi, terjemahkan dalam sistem sehingga semua karyawan mudah dalam menjalankannya.

  1. Program-program kerja apa saja yg akan anda terapkan di BPR tsb?
  • SOP infografis hingga video agar mudah di implementasikan, karyawan wajib baca dan tonton
  • Internal control dalam bentuk daily activities cek list masuk system dan scoring
  • Mapping ulang kebijakan pemasaran dan kredit terkait strategi potensi daerah dan perbaikan kualitas aktiva produktif
  • Program literasi masyarakat dan penguatan branding perusahaan melalui pemasaran digital
  • Membuat KPI yang aplicable untuk semua posisi serta dashboar control pencapaian RBB
  1. Coba anda jelaskan cara menentukan tingkat kesehatan bank –> kmu hrs baca pojk tentang tingkat kesehatan bank

Tingkat kesehatan bank POJK lama menggunakan parameter yang dikenal dengan singkatan CAMEL, untuk POJK baru ditentukan oleh penerapan manajemen resiko, tata kelola, rentabilitas, dan permodalan.

Untuk manajemen resiko ada 5 peringkat resiko 1-5, sangat sehat, sehat, cukup sehat, kurang sehat, tidak sehat. Resiko Kredit, Operasional, Kepatuhan, Likuiditas, Strategis, Reputasi.

Tata Kelola meliputi prinsip “tarif” transaparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independen, fairness. Peringkat 1-5

Rentabilias kemampuan bank meraih laba dan efektivitas dalam menjalankan bisnis, rasio: ROA, BOPO faktor komposit 1-5

Permodalan, KPMM 12 % modal inti minimum 8 % peringkat komposit 1-5

Penilaian secara self assesment di laporkan dan disetujui OJK

  1. Bagaimana cara menentukan kualitas aktiva produktif di BPR –> baca pojk 33 tentang kualitas aktiva/aset produktif dan pembentukan ppap

Kualitas aktiva produktif dibagi menjadi 5 kategori lancar 1-30, DPK 31-90, KL 91-180, D 181-360, M >360 untuk mencover resiko terkait penuruna kualitas aktiva produktif dibentuk pencadangan dalam bentuk PPAP penyisihan pembentukan aktiva produktif terdiri dari cadangan umum dan khusus, dengan ketentuan besarnya PPAP Lancar 0,5% baki debet, DPK 3%, KL 10%, D 50 %, M 100%.

  1. Bagaimana pendapat anda tentang berlakunya pojk 25 tentang penyelenggaraan produk BPR

Produk BPR dibagi menjadi produk dasar dan produk lanjutan. Produk dasar meliputi produk simpanan dan kredit yang umum dijalankan selama ini. Produk lanjutan merupakan produk turunan terkait perkembangan teknologi. Produk ini dikategorikan produk baru dan untuk menjalankannya wajib menganalisa dari sisi manajemen resiko, dibuatkan masa uji coba, di sampaikan ke masyarakat terkait status produk uji coba dan dimintakan ijin OJK. Setelah masa uji coba selesai akan dimintakan ijin apakah bisa dilanjut jadi produk baru atau tidak.

  1. Baca juga pojk tentang tata kelola BPR Tata Kelola meliputi prinsip “tarif” transaparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independen, fairness.
  2. Pengetahuan tentang UU dan ketentuan bidang perbankan

Perbankan diatur dalam UU tahun 92 di perbarui dalam UU tahun 98 yang mengatur tentang bank secara umum. Untuk BPR sendiri banyak diatur secara lebih rinci dalam POJK. Beberapa yang penting dan mendasar untuk diketahui adalah terkait produk bank POJK 25, POJK tata Kelola, POJK TKS bank, POJK manajemen resiko.

Resiko kredit: batas wewenang pemberian kredit, konsentrasi pasar misal di kab semarang potensi PDRB banyak terkonsentrasi ke 4 kecamatan yaitu ungaran barat, ungaran timur, bawen dan bergas. Pertumbuhan usaha menurut BPS 3 tertinggi adalah perdagangan besar dan eceran service mobil dan motor, ICT, industri pengolahan makanan farmasi pertambangan.

Resiko Operasional: terkait SDM (kelengkapan SDM dan struktur), system (kelengkapan SOP), teknologi kecukupan core banking system dan jaringan.

Resiko Kepatuhan: internal control seberapa jauh frekuensi BPR melakukan pelanggaran ketentuan yang ada

Resiko Likuiditas: kontrol profil pendanaan (maturity) dan gap likuiditas untuk menghindari miss match. Jika terjadi gap, solusi alternatif antisipasi diantaranya memperpanjang jangka waktu kewajiban kecuali jika tren bunga turun, ubah aset menjadi marketable.

  1. Pengetahuan di bidang operasional perbankan/BPR

Operasional BPR meliputi usaha yang dapat dilaksanakan oleh BPR:

  • Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
  • Memberikan kredit.
  • Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan Prinsip Syariah,sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
  • Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan atau tabungan pada bank lain.
  1. Visi, Misi

Visi: Menjadi profesional yang berkontribusi nyata menuju BPR yang sehat, besar, kuat dan bermanfaat

Misi:

  • Terdepan dalam service dan support operasional BPR
  • Konsisten dalam menjalankan internal control proses
  • Memberi navigasi dalam bisnis proses

  1. Pengetahuan mengenai potensi ekonomi regional/daerah

Kabupaten semarang struktur PDRB di dominasi oleh 4 kecamatan, Bergas, Bawen, Ungaran Timur, Ungaran Barat. Pengeluaran terbesar masyarakat ada pada sektor konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), produk konsumtif, IMK bisa masuk dalam segmen ini. Sektor penunjang PDRB tertinggi ada pada industri pengolahan (makanan, farmasi, obat tradisional, pertambangan) kemudian sektor konstruksi dan perdagangan besar dan eceran. Sedangkan lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi ada pada perdagngan besar dan eceran, service kendaraan, ICT dan pertambangan dan galian.

  1. Pengetahuan tentang anggaran dasar BPR

Leave a Reply

Your email address will not be published.