Cara Mengetahui Kapan Saat Yang Tepat Anda Membutuhkan Pendanaan

Ketika bisnis Anda tumbuh, Anda akan menemukan bahwa segala sesuatu mulai menjadi kompleks. Apa yang dulunya merupakan tugas sederhana yang bisa diselesaikan oleh Anda sendiri, sekarang menjadi kompleks dan butuh langkah panjang untuk diselesaikan oleh banyak tim.

Bagi banyak pemilik usaha kecil, ini menjadi tantangan besar. Banyak pemilik bisnis memulai bisnis mereka dengan pola pikir bahwa mereka dapat melakukannya lebih baik daripada bisnis yang ada. Ini diterjemahkan menjadi gagasan bahwa “jika Anda ingin melakukannya dengan benar, lakukan sendiri.”

Pemilik usaha kecil biasanya tetap optimis bisnisnya terus tumbuh meski mereka juga merasakan krisis pasca covid-19 masih terasa serta kendala kurangnya modal. Kondisi ini diperburuk dampak inflasi saat ini, dengan kenaikan biaya yang berdampak pada hamper 92% pemilik usaha kecil di Indonesia, menurut rilis business.org. Berikut adalah beberapa review dari penelitian terkait akses terhadap sumber permodalan:

  • 51% pemilik bisnis telah mengejar berbagai macam sumber pembiayaan
  • 41% melaporkan bahwa permohonan mereka (atau setidaknya sebagian) tidak disetujui
  • 37% telah mengembangkan bisnis mereka lebih banyak dengan tabungan pribadi daripada jenis pendanaan lainnya
  • 61% pemilik menggunakan kartu kredit pribadi untuk mendanai perusahaan
  • 89% mengklaim bahwa akses ke modal membatasi potensi pertumbuhan mereka

Sebagai pengusaha, Anda tentu juga yakin bahwa  bootstrap serial sendiri, saya sangat percaya bahwa modal yang terbatas memaksa para pebisnis untuk membuat keputusan yang sulit tetapi penting tentang ke mana harus membelanjakan uang.

Bisa jadi sangat merugikan perusahaan ketika modal sangat terbatas sehingga menghalangi kesempatan untuk bereksperimen, menguji pasar baru, dan mengambil risiko. Ada benarnya pepatah, “Dibutuhkan uang untuk menghasilkan uang,” tetapi mencari modal bisa membingungkan atau bahkan tampak di luar jangkauan ketika Anda berada dalam mode bertahan hidup alias pas-pasan.

Jika harus mengambil keputusan, berikut adalah beberapa tanda bahwa Anda harus mencari pendanaan.

  1. Anda Harus Membayar Tagihan Sebelum Menghasilkan Pendapatan

Menurut data survey, 69% pemilik bisnis yang mengajukan pembiayaan dalam 12 bulan terakhir berusaha untuk memenuhi biaya operasional. Banyak model bisnis — seperti konstruksi, ritel, dan teknologi — memerlukan pembelian produk atau investasi untuk perbaikan layanan sebelum pendapatan dapat dihasilkan.

Berapa jumlah yang Anda butuhkan untuk bertahan hidup selama beberapa bulan ke depan hingga satu tahun? Dapatkan angka nyata di atas kertas, dan cari opsi pembiayaan dengan suku bunga lebih rendah untuk membatasi hutang yang belum dibayar. Beberapa pilihan diantaranya adalah:

  • Pinjaman bank tradisional: Proses persetujuan biasanya memakan waktu kurang dari satu minggu, tetapi butuh reputasi bisnis dan keuangan
  • Teman dan keluarga: Jika reputasi keuangan (data SLIK) buruk dan menghambat Anda, mencari cosigner atau kontak teman atau saudara dekat untuk meminjamkan uang kepada Anda mungkin merupakan pilihan terbaik.

Namun, ingat, jika Anda tidak memiliki gambaran pendapatan atau arus kasa yang lancer di masa depan, sebaiknya jangan dilakukan. Mencari modal dari luar dimaksudkan untuk mengatasi situasi sementara, bukan sebagai cara menyembunyikan kelemahan mendasar terkait arus kas yang minus.

  1. Anda Perlu Melakukan Pembelian Besar

Survey menemukan bahwa 68% pemilik yang mengajukan permohonan pembiayaan bertujuan untuk mengembangkan bisnis, mengejar peluang baru, atau memperoleh aset bisnis.

Pahami apa dampak pendapatan dari pembelian besar tersebut. Berapa lama waktu yang Anda perlukan untuk mendapatkan kembali dana yang telah Anda pinjam atau investasikan? Bagaimana ini akan membantu skala bisnis Anda? Terakhir, apakah ada alternatif (seperti menyewa atau meminjam) untuk dijelajahi sebelum Anda berinvestasi penuh?

Bagi banyak pemilik, kartu kredit adalah pilihan yang baik untuk jenis pembelian ini. Faktanya, 90% pemilik bisnis menggunakan kartu kredit sebagai tambahan sumber permodalan.

  1. Anda Butuh Karyawan Baru

Dari pemilik bisnis yang berencana untuk mencari pembiayaan tahun ini, ditemukan fakta bahwa mayoritas (72%) berencana untuk kebutuhan biaya SDM mempekerjakan karyawan baru.

Opsi Modal Ventura

Mencari modal ventura bukan untuk semua orang, tetapi jika Anda adalah perusahaan dengan pertumbuhan tinggi yang membutuhkan pendanaan skala besar, mungkin inilah saatnya untuk membuat proposal bisnis, memoles visi company profil , untuk tampil  di depan calon investor.

Menurut penelitian Harvard Business Review baru-baru ini, 30% persen kesepakatan pemodal ventura berasal dari prospek yang diberikan oleh mantan kolega atau kenalan kerja. Jadi, sangat penting untuk membangun hubungan pribadi/profesional ini saat Anda tidak bekerja dalam satu kantor lagi.

Sebagai perbandingan, ketika saya memulai bisnis pertama saya pada tahun 2005, saya menuangkan setiap rupiah yang saya tabung selama empat tahun sebagai bankir untuk tujuan investasi, tanpa menyadari bahwa investasi terbaik adalah dengan menyalurkannya ke bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.