Bagaimanakah batasan tanah suci Makkah dan Madinah dan ketentuan apa saja yang berlaku di dalamnya?

 

Sudah jelas bagi seorang Muslim, bahwa Makkah dan Madinah adalah dua kota suci. Bahkan lebih lanjut, kedua kota ini disebutkan sebagai tanah haram. Artinya, terlarang untuk mengambil segala sesuatu yang telah secara alami ada di sana, antara lain; hewan liar, tumbuh-tumbuhan liar juga lainnya. Keharaman tanah suci, bahkan termaktub dalam sabda nabi berikut ini;

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah menghalangi tentara bergajah memasuki Mekah. Allah menaklukkannya untuk Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman dan sesungguhnya tidak dihalalkan bagi orang sebelumku untuk menyerang Mekah. Ia hanya dihalalkan bagi orang sebelumku untuk menyerang Mekah. Ia hanya dihalalkan untukku menyerbunya pada satu saat di siang hari dan tidak akan dihalalkan lagi setelahku. Maka jangan ada yang mengusir hewan buruan yang ada di dalamnya, tak boleh mencabut rumputnya, dan barang yang tercecer pun tak boleh dipungut, kecuali bagi yang ingin mempertemukannya dengan pemiliknya. Dan siapa yang keluarganya mati dibunuh maka mereka mendapatkan dua pilihan, menerima denda (100 ekor unta) atau qishash.”

Abbas ra menyela, “Kecuali idzkhir ya Rasulullah, kami biasa mengambilnya untuk ditanam di rumah.” Rasulullah merespon, “Ya kecuali idzkhir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mekkah juga Madinah adalah tanah Haram, dan tentu ada batasan sejauh mana ini berlaku. Berikut ini adalah batasan tanah haram untuk masing-masing kota suci.

  • Untuk Makkah

Di arah barat, meliputi jalan Jeddah-Makkah, di Asy-Syumaisi (Hudaibiyyah), hingga jarak 22 km dari Ka’bah. Di Selatan meliputi, sebuah bukit dengan nama Idha’ah Liben, jalan Yaman-Makkah, untuk siapa yang datang dari arah Tihamah sampai jarak 12 km dari Ka’bah. Di Timur hingga tepi lembah ‘Uranah barat sampai 15 km dari Ka’bah, untuk arah timur laut, jalan Ji’ranah sampai dekat kampung Syara’i Al Mujahidin, sekira 16 km dari Ka’bah, utara adalah Tan’im batasnya, sekira 7 km dari Ka’bah.

  • Untuk Madinah

Seperti halnya Makkah, kota suci ini juga adalah tanah haram. Untuk batasan di Madinah adalah area antara Gunung Air dan Gunung Tsur, ini membentuk seperti lingkaran dengan kira-kira luasnya 17 km. Lalu dibagi menjadi timur dan barat, dengan masing-masing Herrat Al-Aridh di sebelah timur, sedikit ke tepi Herrat An-Nar, yang terletak arah timur Herrat Waqim, sementara di barat, batasnya adalah di pinggir Jamaul Aqir. Di Madinah dikenal dua ungkapan untuk menyebut area Haram, yaitu Haram Asy-Syajar dan Haram Ash-Shayd.

Demikian adalah batasan area haram untuk masing-masing kota suci. Sungguh didalamnya terdapat berkah bagi siapa saja yang mencarinya, dan ini sesuai dengan sabda Nabi shalallahu alaihi wa sallam, yang pasti jelas terlarang adalah berbuat dosa serta kegiatan maksiat lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *