Bagaimana Caranya Bergabung Metaverse?

 

Belakangan, Metaverse semakin banyak diperbincangkan di berbagai platform. Secara sederhana, metaverse merupakan sebuah ruang virtual yang memanfaatkan teknologi virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) yang memungkinkan semua orang untuk berkumpul dan berinteraksi.

Perbincangan ini semakin ramai setelah bos Mark Zuckerberg mengganti nama Facebook menjadi Meta dan menghabiskan dana 10 miliar dollar AS untuk metaverse. Karena itu, semakin banyak orang memulai usaha baru di ruang digital ini. Terbaru, Arab Saudi bahkan menghadirkan hajar aswad di dalam metaverse di bawah proyek “Virtual Black Stone Initiative”.

Lantas, bagaimana cara bergabung ke dalam metaverse?

 

Platform Metaverse

Melansir Fortune, ada beberapa platform yang menyediakan layanan ini, seperti Sandbox, Mirandus, dan Decentraland. Nama terakhir adalah yang paling populer untuk para pengguna di dunia dan akan menjadi contoh dalam tutorial kali ini.

Untuk mendapatkan pengalaman penuh, laptop saja mungkin tidak akan cukup. Itu sebabnya visi metaverse Facebook mencakup pengguna dengan headset Oculus VR atau kacamata augmented reality.

Setelah masuk Decentraland, Anda mendapat dua pilihan, yaitu bermain sebagai tamu (gratis) atau berbayar (menggunakan kripto). Perbedaannya, bermain secara gratis akan mendapat pengalaman yang lebih terbatas.

 

Membuat Avatar

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum melangkah ke dalam metaverse adalah membuat avatar. Panel tersebut penuh dengan opsi untuk menyesuaikan warna rambut, mata, pakaian, dan bahkan aksesori lainnya.

Mulai menjelajah Metaverse

Setelah menghabiskan beberapa waktu untuk memilih pakaian yang cocok, Anda akan dibawa ke Genesis Plaza, titik awal di Decentraland. Di tempat itu, akan banyak avatar lain yang muncul di sekeliling Anda. Ketika sebuah avatar mendekat, mungkin Anda akan mendengar suara pengguna. Anda bisa berjalan ke lokasi yang telah ditentukan oleh peta. Ada banyak tempat yang tersedia di dalam Decentraland. Tempat-tempat ini sebelumnya telah dibuat oleh pengguna lain, termasuk permainan.

 

Metaverse kapan akan terwujud?

 

Untuk mewujudkan dunia metaverse tentu tidak praktis dan mudah. Menurut CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg, butuh 10 hingga 15 tahun dalam membangunnya. Tentu dalam hal ini butuh kolaborasi antar-perusahaan.  Namun, sejauh ini eksperimen metaverse sudah mulai dilakukan oleh Facebook untuk keperluan bekerja dan komunikasi. Salah satunya adanya ruang kantor berbasis VR bernama Horizon Workrooms.

Ruang kantor berbasis virtual ini menyediakan ruang pertemuan virtual yang dapat digunakan sebagai sarana tatap muka secara online. Aplikasi tersebut dioperasikan lewat headset VR OCulus Quest 2 buatan Facebook.  Cara kerjanya, partisipan yang berada di ruang rapat virtual akan diilustrasikan dengaan avatar 3D.

Pengguna juga dimungkinkan untuk melakukan video call yang nantinya akan dimunculkan dalam layar presentasi virtual.  Horizon Workrooms juga dilengkapi dengan papan tulis yang dapat digunakan untuk menulis materi rapat dengan mengandalkan controller dari Oculus Quest 2.  Selain Facebook,  perusahaan raksasa elektronik Samsung juga mewujudkan toko virtualnya yang diberina nama Samsung 837X.

Untuk dapat mengunjungi toko virtual Samsung di 837X pengguna harus login di situs web Decentraland. Adapun Toko virtual Samsung 837X sebenarnya memiliki toko fisiknya yang bertempat di 837 Washington Street 837, Distrik Meatpacking, New York, Amerika Serikat.

Selain kedua perusahaan tersebut, ada beberapa perusahaan lain yang turut tertarik bereksperimen dengan metaverse. Beberapa di antaranya seperti Epic Games, sebuah perusahaan pengembang game battle royale, Fortnite.  Bahkan dalam beberapa waktu terakhir, Fortnite menggelar konser virtual dengan menggandeng beberapa musisi papan atas seperti Marshmello, J Balvin, Travis Scott, dan Ariana Grande.

Dilansir dari BBC, Produsen chip pengolah grafis (GPU) Nvidia dilaporkan sedang membangun “Omniverse”, sebuah platform real time 3D dan simulasi dunia virtual. Bahkan Desember tahun lalu, Arab Saudi menghadirkan hajar aswad yaitu batu hitam yang terletak di tenggara Kabar ke dunia metaverse. Hal ini memunculkan perdebatan umat Islam di media sosial apakah pelaksanaan haji dapat dilakukan secara virtual.

Namun, menurut penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri menerangkan bahwa mengelilingi Kabah di metaverse tidak sah karena tidak memenuhi kehadiran fisik. Meskipun begitu, hal ini dapat dijadikan sebagai pengenalan lokasi untuk persiapan pelaksanaan haji agar dapat memiliki pengetahuan yang utuh dan memadai sebelum melaksanakan ibadah haji.

Facebook Cari 10.000 Tenaga Kerja Ahli Kembangkan Platform Digital Metaverse di Uni Eropa

Facebook berencana merekrut 10.000 calon tenaga kerja untuk di tempatkan di Uni Eropa selama lima tahun ke depan dalam upaya membangun dunia digital yang dikenal sebagai Metaverse. Perusahaan ini memfokuskan upaya rekrutmennya di Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Polandia, Belanda, dan Irlandia.

Eropa sangat penting bagi Facebook

Dari ribuan karyawan di Uni Eropa hingga jutaan bisnis yang menggunakan aplikasi dan alat kami setiap hari, Eropa adalah bagian besar dari kesuksesan FB seperti halnya Facebook dalam kesuksesan perusahaan Eropa dan ekonomi yang lebih luas menurut Kepala Urusan Global Facebook Nick Clegg dan Wakil Presiden Produk Pusat, Javier Olivan.

Metaverse merupakan dunia online tempat orang dapat bermain game, bekerja, dan berkomunikasi dalam lingkungan virtual, sering kali menggunakan headset VR. Tidak hanya Facebook yang berencana mengembangkan pertemuan digital dalam bentuk 3 dimensi (3D) ini. Sejumlah perusahaan lain termasuk Microsoft, Roblox, dan Epic Games berinvestasi besar-besaran dalam versi Metaverse mereka sendiri.

Saat kami memulai perjalanan untuk menghidupkan Metaverse, kebutuhan akan insinyur yang sangat terspesialisasi adalah salah satu prioritas Facebook yang paling mendesak. Facebook berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah di seluruh UE untuk menemukan orang yang tepat dan pasar yang tepat untuk memajukan ini, sebagai bagian dari upaya perekrutan yang akan datang di seluruh kawasan.

Adanya wacana mencari 10.000an pekerja ini sebagai bentuk pengalihan isu yang kini dialami oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg. Perusahaan tersebut menjadi subjek dari serangkaian laporan investigasi oleh Wall Street Journal yang mengungkap penelitian internal perusahaan tentang dampak negatif dari aplikasi Instagramnya pada remaja dan pengecualian bagi individu berprofil tinggi dari aturannya.

Awal bulan ini, Frances Haugen, seorang pelapor yang membocorkan dokumen internal, bersaksi di sidang kongres AS. Haugen menuduh kepemimpinan perusahaan menempatkan keuntungan astronomis di atas orang-orang. Namun Mark menepis tuduhan tersebut. Haugen dan pelapor Facebook lainnya, Sophie Zhang, keduanya akan bersaksi di depan Parlemen Inggris bulan ini. Anggota parlemen Uni Eropa juga meminta Haugen untuk hadir di sidang parlemen pada bulan November.

Perkembangan Metaverse di Indonesia

 

Sedangkan di Indonesia sendiri, pengembangan Metaverse akan diprediksi menjadi peluang yang besar. Pembangunan metaverse ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan dilakukan bertahap. Untuk mewujudkannya, pemerintah akan berkolaborasi dengan perusahaan perangkat lunak asal Indonesia WIR Group. Dilansir dari situs resmi Kominfo, pemerintah akan mendorong kolaborasi multipihak dalam merintis dan mewujudkan Multiverse versi Indonesia yang diharapkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di era digital.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.