Untung Rugi Bisnis Peer to Peer (P2P) Lending

Apa Itu Pinjaman Peer-to-Peer (P2P)?

Pinjaman peer-to-peer (P2P) atau dikenal juga sebagai P2P Lending memungkinkan individu untuk mendapatkan pinjaman langsung dari individu lain, efektif memotong lembaga keuangan sebagai perantara. Situs web yang memfasilitasi P2P lending telah meningkatkan penyaluran pinjaman yang lebih praktis dan efektif dijadikan sebagai metode pembiayaan alternatif.

Dalam komunitas global P2P lending juga dikenal sebagai “pinjaman sosial” atau “pinjaman kerumunan”. Ini baru ada sejak 2005, tetapi perkembangannya kian pesat.

Sebagai produk financial technology (Fintech), istilah Peer to Peer (P2P) Lending ialah hal baru bagi perkembangan bisnis digital di Indonesia. Tidak hanya menjadi ladang investasi, P2P Lending dikenal sebagai alternatif penyedia pinjaman bagi para pelaku bisnis.

Untuk mengetahui lebih jauh P2P Lending, simak ulasan lengkap mengenai untung rugi bisnis Peer to Peer (P2P) Lending di bawah ini.

Cara Kerja Bisnis Peer to Peer (P2P) Lending

Situs web P2P lending menghubungkan peminjam langsung ke investor. Situs ini menetapkan tarif dan persyaratan yang relative mudah serta praktis dan memungkinkan transaksi bisa dilakukan secara online.

Pemberi pinjaman P2P adalah investor perorangan yang ingin mendapatkan pengembalian uang tunai yang lebih baik daripada menyimpan uang di rekening tabungan bank atau deposito sekalipun.

Peminjam P2P menawarkan investasi alternatif dengan imbal balik yang lebih tinggi dari suku bunga bank konvensional.

Pertama kali, seorang investor membuka rekening di situs tersebut dan mendepositokan sejumlah uang untuk disalurkan dalam bentuk pinjaman. Pemohon pinjaman memposting profil keuangan yang diberi kategori risiko yang akan menentukan kelayakan pinjaman untuk disalurkan.

Pemohon pinjaman dapat meninjau penawaran dan menerimanya jika cocok. Transfer uang pencairan dan pembayaran bulanan ditangani melalui platform aplikasi. Prosesnya dapat sepenuhnya otomatis.

Beberapa situs mengkhususkan diri pada jenis peminjam tertentu, ada yang dirancang untuk bisnis kecil dan ada juga untuk skala pinjaan yang lebih besar.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai cara kerja bisnis P2P Lending. Terlebih jika Anda hendak mengajukan pinjaman(borrower) melalui platform P2P Lending tertentu.

  • Melakukan pendaftaran

Langkah pertama ini bersifat administratif. Sebelum mendapatkan dana pinjaman Anda diharuskan mendaftarkan diri di platform P2P Lending. Proses pendaftaran diawali dengan pengisian data diri melalui situs resmi atau aplikasi platform P2P Lending yang Anda tuju.

Jika Anda adalah pemilik bisnis biasanya Anda akan diminta untuk mengisi profil bisnis, seperti nama pemilik usaha dan perusahaan, tahun berdiri, tipe perusahaan, alamat, jumlah karyawan, dan lain sebagainya.

Menunjang kelengkapan perusahaan, Anda perlu menyiapkan kelengkapan data diri. Di antaranya adalah foto KTP, foto NPWP, foto buku tabungan, foto kantor dan lokasi bisnis, bukti legal pendirian perusahaan, dan lain-lain.

  • Verifikasi dan persetujuan

Tim penyedia dana pinjaman dari platform P2P Lending akan melakukan verifikasi berkas-berkas yang telah Anda unggah sebelumnya. Mereka biasanya mengecek keaslian data Anda dan memberikan persetujuan pendaftaran sebelum ditawarkan pada pihak selanjutnya, yaitu pendana (lender).

  • Melakukan pembayaran pinjaman

Setelah mendapatkan persetujuan pinjaman dari lender, langkah selanjutnya adalah melakukan pembayaran pokok dan bunga pinjaman. Besar kecil bunga pinjaman Anda bergantung pada platform P2P Lending. Yang terpenting adalah Anda melakukan pembayaran secara rutin sesuai jadwal yang disepakati.

Sedangkan bagi pendana (lender) terdapat beberapa mekanisme bisnis P2P Lending yang tidak kalah penting untuk diketahui, di antaranya sebagai berikut.

  • Menganalisis dan menyeleksi pinjaman

Sebagai lenderhal utama yang dilakukan adalah mempertimbangkan keaslian data peminjam, jumlah pinjaman yang diajukan, serta resiko melakukan pinjaman terhadap bisnis yang hendak Anda dipilih. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya hambatan atas investasi Anda.

  • Mendanai tawaran pinjaman

Setelah melakukan seleksi, Andadapat mendanai bisnis yang peminjam tawarkan. Biasanya lender menentukan jumlah pendanaan atas bisnis yang cocok dengan pilihannya.

  • Menerima pelunasan pinjaman

Untuk melakukan pelunasan, borrower perlu melakukan pembayaran pinjaman secara rutin pada platform P2P Lending. Anda dapat melakukan pengecekan secara rutin untuk monitoring investasi Anda.

Keuntungan Peer to Peer (P2P) Lending

Awalnya, sistem pinjaman P2P dipandang sebagai solusi alternative yang menawarkan akses kredit kepada orang-orang yang ditolak oleh lembaga keuangan konvensional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, situs pinjaman P2P telah memperluas jangkauan mereka. Kebanyakan kini menargetkan konsumen yang ingin melunasi hutang kartu kredit dengan tingkat bunga yang lebih rendah. Pinjaman perbaikan rumah dan pembiayaan mobil juga sekarang tersedia di situs P2P lending.

Bagi pemberi pinjaman, pinjaman P2P adalah cara untuk menghasilkan pendapatan bunga atas uang tunai mereka pada tingkat yang melebihi yang ditawarkan oleh rekening tabungan konvensional atau produk sertifikat deposito sekalipun.

Beberapa situs P2P mengizinkan pemberi pinjaman untuk memulai dengan saldo akun mulai dari hanya ratusan ribu ruiah saja. Dibalik itu semua, P2P Lending bisa memberikan banyak keuntungan seperti berikut ini:

 

  1. Memberi akses pinjaman terhadap bisnis

Karakteristik platform P2P Lending ialah menyediakan akses peminjaman dengan mudah. Anda dapat melakukan pinjaman atau investasi dengan lebih aman. Secara legal keberadaan P2P Lending resmi diawasi dan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan OJK Nomor 77/PJOK.01/2016.

Bagi para lender, Anda diuntungkan untuk melakukan pendanaan sebab Anda memiliki keleluasaan memilih jenis bisnis yang hendak Anda beri pinjaman.

Sedangkan bagi para pelaku bisnis, Anda dapat mengakses platform P2P Lending lebih mudah. Ketersediaan P2P sebagai platform online menguntungkan Anda untuk mengaksesnya kapanpun. Anda tidak perlu ragu, karena Anda dapat meminjam dana tanpa menyerahkan aset atau jaminan dalam bentuk apapun.

  1. Meningkatkan iklim investasi

Platform P2P Lending biasanya menyediakan sejumlah instrumen investasi untuk para investor. Tujuannya adalah menarik minat para investor dalam memberikan dana pinjaman kepada pelaku bisnis.

Investor dapat memberikan pinjaman pada usaha kecil yang menarik dengan leluasa. Peran platform P2P Lending menjembatani investor dengan pelaku bisnis. Semakin banyak investasi mempengaruhi pola investor lain untuk meramaikan iklim investasi pada P2P Lending.

  1. Menyediakan dana cepat (quick funding)

Apabila Anda hendak melakukan pinjaman pada platform P2P Lending, Anda tidak perlu khawatir. Sebab P2P Lending dapat memenuhi kebutuhan pinjaman Anda dengan cepat.

Tidak membutuhkan waktu berhari-hari, Anda dapat menggunakan jasa platform P2P Lending untuk mendapatkan kucuran modal bisnis. Anda semakin dimudahkan karena transaksi P2P Lending dapat dilakukan secara online melalui aplikasi.

  1. Membantu pertumbuhan bisnis dan UMKM di Indonesia

Modal ialah hal utama yang dibutuhkan oleh para pelaku usaha. Melalui platform P2P Lending Anda dapat menyokong pendanaan para pelaku bisnis kecil maupun menengah sesuai besaran modal yang mereka tawarkan.

Semakin besar Anda memberikan modal pinjaman, ini akan membantu para pebisnis kecil dan UMKM untuk merintis usahanya agar lebih sehat.

Keuntungan bagi Borrower (Penerima Pinjaman)

Selain praktis (tidak serumit proses pengajuan pinjaman ke bank), P2P Lending juga memberikan banyak manfaat bagi peminjam. Berikut ini diantaranya:

  1. Suku bunga yang rendah

Kabar baiknya, platform P2P Lending didesain memprioritaskan konsumen. Selain menjembatani proses transaksi antara lender dan borrower dengan cepat, Anda dapat memperoleh dana pinjaman dengan suku bunga yang rendah.

Suku bunga yang ditentukan P2P Lending umumnya berkisar 7%-30% per tahun atau 0,58% sampai 2,5%. Sedangkan jumlah pinjaman maksimal sebesar 2 miliar rupiah untuk setiap pinjaman.

  1. Persyaratan lebih ringan

Jika dibandingkan dengan penyedia pinjaman konvensional, platform P2P Lending memberikan kemudahan persyaratan kepada para borrower. Di awal Anda hanya perlu menyedikan persyaratan administrasiseperti data diri dan profil bisnis Anda.

Tidak hanya itu, Anda tidak perlu lagi menyertakan barang-barang jaminan atau agunan dalam bentuk apapun. Kuncinya ialah Anda melakukan pembayaran pinjaman dengan rutin.

  1. Proses pinjaman berlangsung cepat

Platform P2P Lending umumnya mengandalkan teknologi secara optimal. Platform penyedia pinjaman ini mampu memberikan alternatif modal bisnis Anda dalam hitungan jam. Anda tidak perlu lagi berlama-lama antre mendatangi bank untuk melakukan pinjaman.

Semakin banyak lender atau investor yang bersedia melakukan pendanaan bisnis tentu Anda dapat memperoleh pinjaman lebih cepat.

 

Keuntungan bagi Lender (Pemberi Pinjaman)

P2P Lending bisa menjadi alternative lain untuk melakukan investasi. Imbal baliknya relative lebih menarik daripada bank. Berikut ini sisi menarik dan menguntungkannya P2P Lending yang perlu Anda pertimbangkan sebagai calon pemberi pinjaman (investor):

  1. Modal yang diperlukan tidak besar

Jika Anda baru saja memulai investasi, platform P2P Lending memberi kemudahan bagi para lender. Anda tidak perlu khawatir soal besarnya nominal yang harus Anda investasikan. Anda dapat memulai pengalaman investasi dengan modal Rp 25.000 saja.

  1. Memperoleh return yang menguntungkan

Selain membantu memberi pinjaman, Anda dapat menikmati keuntungan berinvestasi lewat platform P2P Lending dengan cepat. Return bisa Anda peroleh dengan waktu yang reltif cepat, 14-90 hari setelah Anda memberikan pinjaman. Dibandingkan dengan bank, Anda dapat memperoleh keuntungan sekitar 15%-25% per tahun.

  1. Diversifikasi portofolio investasi

Diversikasi investasi barangkali sudah menjadi strategi investasi bagi para lender. Selain mendapatkan keuntungan dari dana pinjaman, Anda dapat mengantisipasi investasi  apabila terjadi resiko kerugian.

Melalui platform P2P Lending, Anda lebih leluasa memilih jenis bisnis yang hendak Anda fasilitasi. Anda dapat berinvestasi dalam jangka pendek maupun menengah dengan memperhatikan risk tolerance yang terukur.

Ulasan di atas dapat memberi gambaran Anda dalam melakukan transaksi bisnis lewat platform P2P Lending. Sekarang Anda dapat mengetahui untung rugi bisnis Peer to Peer (P2P) Lending dengan mudah.

Kerugian P2P Lending

P2P Lending atau juga dikenal peer-to-peerlanding merupakan metode investasi yang cukup populer di kalangan pelaku keuangan. Metode ini dinilai menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik pemberi pinjaman dana maupun penerima dana pinjaman. Akan tetapi, sebagaimana metode investasi lainnya metode ini tidaklah nol risiko kerugian.

Pahami Manajemen resiko P2P Lending dengn Baik

 

Orang-orang yang tertarik jadi investor di P2P Lending perlu mempertimbangkan tingkat gagal bayar dari peminjam. Disini perlunya manajemen resiko, seperti halnya bank konvensional. Normalnya tingkat gagal bayar/kredit macet dibawah 2%.

Secara global, indeks komposit S & P / Experian untuk tingkat gagal bayar/macet di semua jenis pinjaman kepada peminjam telah berfluktuasi antara sekitar 0,8% dan 1% dalam periode dari April 2015 hingga Desember 2020.

Setiap konsumen atau investor perlu mempertimbangkan baik-baik kondisi tersebut sebelum menggunakan situs P2P lending dalam bertransaksi. Setiap situs menghasilkan uang secara berbeda. Pahami juga terkait biaya transaksi, karena biaya dan komisi dapat dikenakan kepada pemberi pinjaman, peminjam, atau keduanya. Seperti bank, situs tersebut mungkin mengenakan biaya awal pinjaman, biaya keterlambatan, dan biaya lain yang tidak Anda sadari sebelumnya.

Risiko Kerugian Bagi Borrower/Penerima Pinjaman

Borrower atau dalam hal ini penerima pinjaman dana tidak serta merta memperoleh investasi untuk mengembangkan usahanya. Borrower juga perlu mempertimbangkan beberapa hal yang dapat menimbulkan kerugian. Berikut kemungkinan kerugian yang bisa dialami borrower:

  • Jangka Waktu Pinjaman Pendek

P2P Lending merupakan pinjaman berjangka pendek bahkan kurang dari satu tahun. Tidak jarang lama waktu pinjaman hanya selama 120-180 hari. Dengan begini, kemungkinan beban angsuran yang harus Anda bayarkan setiap bulannya sangatlah besar hingga tiba jatuh tempo.

Selain itu, belum tentu pinjaman tersebut dapat berpengaruh signfikan bagi usaha Anda. Hal tersebut dikarenakan perusahaan harus segera mengembalikan dana pinjaman dalam waktu singkat.

  • Nilai Pinjaman Terbilang Kecil

Meski platform ini mematok pinjaman senilai Rp 2 juta hingga Rp 2 miliar, akan tetapi pada praktiknya pengajuan pinjaman dengan jumlah besar sangat sulit diwujudkan. Hal ini disebabkan P2P menerapkan pola pendanaan patungan.

Sehingga, besar nilai pinjaman yang dapat diperoleh sangat tergantung pada minat para pemberi pinjaman atau lender. Biasanya hal ini banyak dilihat dari tujuan penggunaan uang yang diajukan oleh borrower.

  • Beban Pembayaran Angsuran Bisa Berlipat Ganda

P2P Lending memang dikenal mematok bunga pinjaman yang rendah. Tapi perlu Anda ketahui, hal ini berbanding lurus dengan pendeknya jangka waktu pinjaman yang harus dikembalikan.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa dikenai bunga pinjaman tinggi apabila perusahaan fintech terkait menilai hasil analisis kredit rendah. Sedangkan, masih ada risiko pembayaran angsuran berlipat ganda apabila Anda telah melakukan pembayaran. Jumlah kenaikannya pun bisa sangat signifikan.

Risiko Kerugian Bagi Lender/Pemberi Pinjaman

Metode investasi P2P Lending memang banyak dilirik. Tidak sedikit pihak yang ingin turut serta dalam rangka mengalokasikan dana miliknya untuk investasi. Meski begitu, alangkah baiknya agar mempertimbangkan risiko-risiko kerugian dari metode investasi satu ini. Di antaranya:

  • Risiko Dana Tidak Kembali

Kerugian terbesar dari sebuah investasi adalah tidak kembalinya dana. Risiko ini juga dapat menimpa para lender saat memilih metode investasi P2P Lending. Lender memang harus bersiap diri dengan risiko ini karena tidak ada satupun pihak yang dapat menjamin kembalinya dana yang sudah dpinjamkan.

  • Dana Tidak Bisa Ditarik Sewaktu-Waktu

Perlu diingat bahwa lender tidak dapatmemperoleh kembali dana yang diinvestasikan sebelum masa cicilan borrower habis. Ini salah satu yang membedakannya dengan metode investasi lain seperti tabungan, deposito, atau surat berhara. Akan tetapi, sebagai gantinya lender masih mendapatkan bunga investasi setiap bulannya.

  • Metode Investasi Minim Rekam Jejak

P2P Lending masih terbilang metode investasi baru. Berdiri sejak tahun 2005 di Inggris bersamaan dengan lahirnya perusahaan bernama Zopa. Metode investasi tidak banyak memiliki rekam jejak seperti invetasi lainnya yang sudah lebih dulu ada. Sehingga, mengukur cukup sulit untuk mengukur kesuksesan dari metode investasi satu ini.

Daftar P2P Di OJK

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbaru untuk fintech peer-to-peer yang terdaftar dan berizin per 30 Maret 2021. Ada sebanyak 147 fintech yang terdaftar di OJK, 46 diantaranya telah mengantongi izin. Berikut daftarnya:

  • Terdaftar OJK:

AKTIVAKU, KrediFazz, iTernak, KREDITO, CROWDE, TaniFund, danaIN, Indofund.id, AVANTEE, danabijak, Invoila, TunaiKita, iGrow, cicil, Cashwagon, GRADANA, Findaya,

Modal Rakyat, KawanCicil, Sanders One Stop Solution, KREDIT CEPAT, Rupiah One, Danacita, Danadidik, TrustIQ, Danai.id, Pintek, DANAMART, samakita, vestia, MODALUSAHA.ID, Asetku, danafix, lumbungdana, LAHANSIKAM, dan Modal Nasional.

Disusul DanaBagus, UKU, PASARPINJAM, Kredinesia, KASPIA, gandengtangan, modal antara, Komunal, ProsperiTree, Cairin, EMPATKALI, JEMBATANEMAS, kredible, KLIK KAMI, dan ShopeePayLater.

  • Mengantongi Izin dari OJK

Dana Merdeka, Easycash, Pinjam Yuk, FinPlus, UangMe, PinjamDuit, Dana Syariah, Batumbu, Cashcepat, KlikUMKM, Pinjam Gampang, Esta Kapital Fintek, Kreditpro, Fintag, Rupiah Cepat, Crowdo, Indodana, Julo, Pinjamwinwin, DanaRupiah, Taralite, Pinjam Modal, Alami, Awan Tunai, Dana Kini, dan Singa.

Selanjutnya ada, Danamas, Investree, Amartha, Dompet Kilat, Kimo, Toko Modal, UangTeman, Modalku, KTA Kilat, Kredit Pintar, Maucash, Finmas, KlikACC, Akseleran, Ammana.id, PinjamanGo, KoinP2P, Pohondana, Mekar, serta AdaKami.

 

Pilih Mana P2P Lending Syariah atau Konvensional?

  • P2P Lending Syariah

Saat ini salah satu metode nvestasi paling mudah dan aman adalah ikut menanamkan dananya di P2P Lending Syariah. Meskipun relatif baru, akan tetapi metode ini perkembangannya.

Perbedaan signifikan dari P2P Lending Syariah kepastian sesuai hukum syariat Islam. Metode ini haruslah sesuai dengan fatwa oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, yakni dengan fatwa No.67/DSN-MUI/III/2008 tentang ketetapan apa saja yang harus diikuti oleh P2P Lending Syariah.

  • P2P Konvensional

Apabila Anda memilih di P2P Konvensional, maka Anda apabila sebagai peminjam modal memiliki kewajiban untuk mengembalikan dana beserta bunga atau riba. Sesuai ketentuan dari perusahaan pinjaman dan tergantung besarnya pinjaman yang Anda ambil.

Pro dan Kontra Hadirnya P2P Lending di Indonesia

P2P Lending hadir dengan pro kontra seperti produk keuangan lainnya. Namun tak bisa mengurangi laku pertumbuhan bisnis di bidang start up keuangan tersebut. Pemberi pinjaman (investor) kini dapat menikmati pengembalian (imbal balik) hasil investasi di atas simpanan di bank. Sedangkan peminjam menikmati keuntungan solusi dana cepat serta praktis terutama yang tidak bankable (tidak bisa dibiayai bank).

Kadang kala ada semacam aspek amal (social) dalam pemberian pinjaman. Jika calon peminjam memiliki cerita yang simpatik untuk diceritakan, pemberi pinjaman dapat dengan sukarela memilihnya untuk memberikan pinjaman tanpa ragu.

Ada rasa kebersamaan di situs pemberi pinjaman P2P. Forum cenderung aktif, dengan pengguna yang dengan penuh semangat bertukar informasi tentang pengalaman meminjam dan memberikan pinjaman.

Disisi lain, beberapa orang membenci bank dan akan melakukan apa saja untuk menghindari penggunaannya. Biasanya mereka adalah peminjam yang dikecualikan karena mereka tidak memiliki riwayat kredit yang baik.

Dibandingkan dengan berjalan ke bank atau lembaga kredit lainnya, P2P lending membutuhkan lebih banyak pekerjaan, terutama jika pinjaman tersebut didanai melalui system penawaran lelang (bidding). Proses pemilihan dan penawaran pinjaman menuntut tingkat kecanggihan finansial teknologi agar tampilan profil peminjam di aplikasi mudah dipahami bagi investor dalam memutuskan pemberian pinjaman.

Karena ini adalah industri baru, pasti ada dinamikan baik dari sisi sietm, aplikasi maupun regulasi. Apapun itu, ceruk bisnis ini menarik untuk terus dicoba dan disempurnakan.

Kesimpulan

Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, P2P lending mendapatkan daya tarik dan tampaknya akan menjadi kian populer di masa depan. Tidak hanya di Indonesia, secara global, ada pemberi pinjaman P2P di beberapa negara, termasuk Italia, Belanda, Cina, dan Jepang, dengan dukungan aplikasi startup di banyak negara lainnya.

Di satu sisi ini peluang bagi orang untuk punya alternative mencari pinjaman sekaligus melakukan investasi, di sisi lain bagi kreditur yang sudah eksis saat ini seperti dunia perbankan bisa jadi tantangan untuk kian meningkatkan layanan agar tidak kalah bersaing dengan para pendatang baru tersebut.

====—-

Anda mendaftar dan menjadi anggota di situs web P2P lender, dan pemberi pinjaman ini bertindak sebagai perantara (melakukan pencatatan, transfer dana antar anggota, dll.). Perusahaan pemberi pinjaman memperoleh pendapatannya melalui biaya yang dibebankan kepada pemberi pinjaman dan peminjam.

Peminjam

Sebelum Anda dapat meminjam, pemberi pinjaman P2P melakukan beberapa pemeriksaan (pribadi, pekerjaan, kredit, dll.). Standar relatif ketat, dan risiko kredit tinggi tidak dapat meminjam. Setelah penerimaan, Anda memiliki dua pilihan atau lebih.

Pemberi pinjaman P2P akan menetapkan Anda ke salah satu dari empat atau lima kategori risiko, dan Anda dapat meminjam dengan tarif yang berlaku untuk kategori risiko Anda pada hari itu; atau

Anda dapat melelang pinjaman Anda kepada anggota dengan dana untuk dipinjamkan. Pemberi pinjaman / penawar melihat informasi terkait yang Anda berikan di situs pemberi pinjaman P2P: alasan Anda membutuhkan uang, riwayat keuangan Anda, kisah pribadi Anda, bahkan sesuatu yang lebih pribadi, seperti foto atau puisi yang Anda tulis. Anda menetapkan tingkat bunga awal untuk pinjaman Anda dan menerima tawaran; jika pinjaman tersebut sepenuhnya didanai, pemberi pinjaman dapat menawar tingkat bunga yang bersedia mereka kenakan untuk memenangkan hak mendanai usaha Anda. (Untuk bacaan terkait, lihat: Situs P2P Lending: Seberapa Amankah Mereka untuk Peminjam?)

Pemberi Pinjaman

Sebagai pemberi pinjaman, selain menawar pinjaman perorangan, Anda juga dapat memilih agar perusahaan P2P menyebarkan dana Anda di antara banyak peminjam. Anda memutuskan kategori risiko untuk meminjamkan; Semakin banyak risiko dalam portofolio pinjaman Anda, semakin tinggi pengembaliannya, tetapi semakin besar kemungkinan gagal bayar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.