Home   Uncategorized   Pendaftaran Paspor Bisa via Whatsapp Mulai Hari Ini, Namun Masih Terbatas di 26 Kota

Pendaftaran Paspor Bisa via Whatsapp Mulai Hari Ini, Namun Masih Terbatas di 26 Kota

Dengan layanan ini, ada kepastian waktu dan kepastian terlayani bagi masyarakat sehingga tidak perlu menunggu lama-lama
Layanan ini serentak diluncurkan di 26 kantor imigrasi di wilayah Indonesia yang memiliki pemohon paspor 150 per hari, seperti Jabodetabek, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Layanan antrean paspor melalui aplikasi pesan instan Whatsapp diluncurkan Kantor Imigrasi Bogor mulai hari ini, Senin (7/8/2017). Dengan ini, para pemohon paspor dapat dilayani dengan kepastian waktu tanpa perlu mengantre panjang.

Pendaftaran Paspor Bisa via Whatsapp Mulai Hari Ini

Pendaftaran Paspor Bisa via Whatsapp Mulai Hari Ini

“Terhitung mulai hari ini (Senin, 7/8/2017), pemohon dapat mendaftarkan diri melalui WhatsApp,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bogor Herman Lukman di Kantor Imigrasi Bogor.

Herman menjelaskan, layanan ini serentak diluncurkan di 26 kantor imigrasi di wilayah Indonesia yang memiliki pemohon paspor 150 per hari, seperti Jabodetabek, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Layanan antrean paspor via WhatsApp ini, menurut Herman, adalah inovasi Direktorat Keimigrasian, Kementerian Hukum dan HAM.

“Perkembangan teknologi saat ini, hampir semua masyarakat memiliki telepon seluler yang dilengkapi aplikasi seperti Whatsapp,” kata dia sebagaimana dikutip dari Antara.

Dengan layanan antrian paspor via WhatsApp ini, masyarakat yang ingin bikin baru atau perpanjang paspor dapat mendaftarkan diri dengan cara mengirim pesan ke nomor WhatsApp Imigrasi Bogor yakni 08 1111 00 333.

Tata cara pendaftaran dengan mengirikan data diri mengetik #NAMA#TGLLahir#TglKedatangan.

“Contoh #Budi#25011987#07082017 lalu kirim ke 08 1111 00 333,” terang Herman.

Setelah mendaftarkan diri, akan ada balasan dari Imigrasi berisi nomor barcode berupa kode booking. Nomor ini di-replay untuk selanjutnya pemohon mendapatkan nomor antrean, sekaligus jadwal untuk datang ke kantor Imigrasi.

“Dengan layanan ini, ada kepastian waktu dan kepastian terlayani bagi masyarakat. Tidak perlu menunggu lama-lama, cukup daftar dari rumah, datang sesuai jadwal yang dikirimkan,” kata Herman.

Herman menyebut mekanisme ini mencegah calo atau joki karena pendaftar wajib menggunakan nomor pribadi. Kode booking yang diperoleh saat mendaftar harus diperlihatkan saat datang ke kantor imigrasi.

Pemohon wajib datang 30 menit sebelum jadwal telah ditentukan. Bila pemohon datang terlambat pada jadwal yang telah ditentukan kode booking akan hangus.

“Jika nomor kode booking hangus, silakan mendaftar ulang kembali,” katanya seraya menyatakan pemohon wajib membawa dokumen asli dan memastikan semua data diri pada dokumen identik dan sama.

“Untuk paspor rusak atau hilang tidak dapat diajukan via Whatsapp,” kata Herman.

Hari pertama uji coba layanan antrean paspor via WA di Kantor Imigrasi berbeda dari biasanya, tidak tampak antrean pemohon yang membludak.

“Ada kepastian waktu, berbeda dengan sebelum diberlakukan aplikasi ini. Kita harus menunggu lama, untuk mengurus paspor,” kata Abdul Kadir pemohon dari Bogor.

Sebelumnya, Layanan Antrian via Whatssapp (LAW) ini juga telah diluncurkan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat sejak 14 Juli 2017. Setiap pemohon paspor RI yang mengajukan ke Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat dapat melakukan pemesanan antrean dengan mengirimkan pesan dengan format #Nama#Tanggal Lahir#Tanggal Kedatangan melalui WhatsApp di nomor 0812 9900 4406.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat Tato Juliadin Hidayawan, mengatakan aplikasi ini menjadi solusi untuk mengurai antrean panjang oleh pemohon Paspor RI yang jamak terjadi di beberapa Kantor Imigrasi di wilayah Jakarta. Aplikasi ini sebelumnya telah diterapkan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam.

“Pada era digital sekarang ini, masyarakat disibukkan dengan adanya ‘gadget’ di genggamannya. Oleh karena itu perbaikan dalam proses permohonan Paspor ini haruslah dimulai dengan mengubah sistem antrian menjadi serba digital. Hal ini juga untuk mengurangi potensi praktik-praktik penyalahgunaan sistem oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” terangnya sebagaimana dikutip dari laman imigrasi.go.id.

Sebagai informasi kepada masyarakat bahwa secara statistik, hampir setiap tahunnya, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat ini mengalami lonjakan kuantitas permohonan paspor yang cukup signifikan. Tercatat setiap harinya, lebih kurang 250-400 pemohon yang datang antre untuk mengajukan permohonan paspor dengan berbagai tujuan, tidak hanya dari wilayah DKI tetapi juga berasal dari domisili daerah di luar Ibukota.

Untuk itu, dengan layanan proses permohonan paspor RI via WhatsApp ini diharapkan tidak akan menimbulkan lagi sistem antrean manual atau konvensional yang membuat masyarakat menanti lama.

Sementara itu, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam juga menerapkan proses pendaftaran antrean paspor serupa. Proses pemesanan nomor antrean ini dilakukan dengan mengirimkan format berupa #Nama#Tanggal Lahir#Alamat + Foto e-KTP. Pesan dikirimkan ke nomor Whatsapp Imigrasi Batam di 0822 8886 2017 atau 0822 8882 2017 pada jam pelayanan yaitu 07.30 s/d 10.00 WIB.

Pendaftaran Paspor via Whatsapp Masih Terbatas di 26 Kota

Kepala Dirjen Imigrasi mengatakan, program permohonan paspor via aplikasi Whatsapp bukan berarti pembuat paspor bisa langsung terima paspor.
tirto.id – Pihak keimigrasian mulai menerapkan pendaftaran pembuatan paspor melalui pesan singkat Whatsapp. Meskipun sudah bisa membuat paspor via Whatsapp, pendaftar pun tetap harus mengantre dan membawa berkas pengajuan paspor. Sembari menerapkan proses pendaftaran terbaru ini, petugas imigrasi masih mengevaluasi konsep pembuatan paspor via online.

Kepala Dirjen Imigrasi Ronnie F. Sompie mengatakan, program permohonan paspor via aplikasi Whatsapp bukan berarti pembuat paspor bisa langsung terima paspor. Ronnie menegaskan, pembuatan paspor via Whatsapp hanya sebagai alat untuk seseorang mendapatkan nomor antrian lebih mudah.

“Itu hanya antrian saja. Bukan pembuatan paspor. Antreannya biar tidak numpuk dalam jam tertentu,” kata Ronnie di Menteng, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Baca juga: Pendaftaran Paspor Bisa via Whatsapp Mulai Hari Ini

Ronnie menerangkan, konsep pembuatan paspor via Whatsapp awalnya merupakan uji coba di dua kantor imigrasi, yakni Kantor Imigrasi Jakarta Selatan dan Kantor Imigrasi Batam. Setelah dievaluasi, pihak keimigrasian memutuskan memperluas jangkauan di 26 kota di seluruh Indonesia. Kantor yang dipilih pun terbatas. Mereka baru mengujicobakan ke kantor imigrasi yang sudah menerima pelayanan pembuatan paspor minimal 180 paspor per hari.

Di saat yang sama, Ronnie menuturkan kalau pihak imigrasi tidak melakukan limitasi terhadap orang-orang yang ingin membuat paspor via Whatsapp. Mereka tetap menerima permohonan pembuatan paspor dari masyarakat. Akan tetapi, begitu kuota pembuatan melebihi ketentuan, pihak imigrasi akan menjadwalkan di waktu kemudian hari. “Jadi nanti diatur. Kalau ya sudah tidak sanggup, kita atur untuk besok,” paparnya.

Sekretaris Dirjen Imigrasi Friment Aruan mengatakan, sistem pendaftaran paspor via Whatsapp akan memudahkan masyarakat dalam membuat paspor. Pihak keimigrasian ingin membuang pandangan pembuatan paspor harus menunggu pagi-pagi.

Saat ini, keimigrasian menerapkan dua sistem pendaftaran permohonan yaitu via aplikasi dan secara daring. “Jadi ada beberapa kantor imigrasi kita bebaskan untuk memilih sistem antrian masing-masing,” kata Friment di Menteng, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Friment menerangkan, setiap kantor imigrasi akan ada nomor Whatsapp khusus untuk mengurus masalah pembuatan paspor. Nantinya, nomor itu akan memberi notifikasi kepada pengaju pembuat paspor waktu antrian dan momen paspor selesai dibuat.

Ia mencontohkan, satu kantor imigrasi bisa membuat 50 paspor per jam. Nantinya, setiap 50 orang dimasukkan di dalam jadwal per jam. Apabila lebih, sistem akan menjawab kepada pembuat paspor tentang waktu pembuatan paspor pada keesokan hari.

Friment mengaku, mereka baru menerapkan konsep ini di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Karawang. Selain itu, adapula kota-kota besar lain seperti Makassar, Medan, Bandung, Surabaya, dan Denpasar. Nantinya, pihak imigrasi berencana menjadikan sistem online sebagai standar keharusan pelayanan imigrasi. Sampai saat ini, ia mengklaim sistem dan infrastruktur keimigrasian sudah memadai untuk pelaksanaan.

Meskipun sudah menyatakan siap, Friment mengaku masih ada kekurangan. Salah satunya adalah konsep pembatalan pembuatan paspor atau penjadwalan ulang waktu pembuatan paspor. Mereka terus mengevaluasi penerapan konsep pembuatan paspor online. Konsep ini pun belum tentu diterapkan di kantor imigrasi yang minim permintaan.

Sumber: https://tirto.id/

One Comment so far:

  1. Ratri Galuh says:

    Berarti aplikasi ini hany untuk pengambilan booking nomor antrian dan penentuan jadwal pembuatan paspor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get Best Services from Our Business.