Home   WHS Content Management   Contoh Artikel 900 Words   Mengenal Macam – Macam Kredit Konsumsi dan Kredit Usaha

Mengenal Macam – Macam Kredit Konsumsi dan Kredit Usaha
Menagenal Macam - Macam Kredit Konsumsi dan Kredit Usaha

Menagenal Macam – Macam Kredit Konsumsi dan Kredit Usaha

Sesuai dengan fungsinya, bank menjadi media penghubung antara orang yang punya modal agar menyimpannya kedalam bentuk produk tabungan dan menyalurkannya kepada nasabah yang membutuhkan dalam bentuk pinjaman atau kredit. Ketatnyya persaingan bank dalam memenangkan hati pelanggan membuat produk bank sangat bervariasi, baik jenis maupun manfaat yang ditawarkan.

Khusus produk pinjaman atau kredit, Anda tidak perlu bingung karena secara umum produk kredit perbankan dibagi menjadi dua yaitu kredit konsumtif dan kredit usaha. Keduanya punya karakteristik dan tujuan yang berbeda. Kredit konsumtif untuk melayani kebutuhan nasabah akan barang konsumtif sedangkan kedit usaha untuk memenuhi kebutuhan nasabah akan barang produktif yang digunakan untuk mengembangkan usaha mereka.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada uraian berikut ini:

Jenis Kredit Konsumsi serta Karakteristiknya

Tujuan kredit konsumsi lebih banyak ke individu. Karena sifatnya konsumtif maka proses persetujuan kredit lebih banyak ke arah karakter calon debitur dan kapasitas atau kemampuan bayar. Salah satu proses yang dilalui saat pengajuan kredit adalah “BI checking” yatu mencari data Informasi Debitur Individual (IDI) historis di Biro Informasi Kredit Bank Indonesia. Jenis Kredit Konsumsi yang paling umum ditawarkan adalah Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan non-KPR.

1. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Karakteristiknya

Harga properti seperti rumah yang cenderung selalu naik dan sangat mahal membuat pembelian rumah saat ini hampir pasti menggunakan skema KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Hanya dengan membayar uang muka 20% dari harga rumah, sudah memungkinkan masyarakat untuk memiliki tempat tinggal walaupun belum memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah ataupun apartemen secara tunai.

Skema KPR ini memiliki karakteristis sebagai berikut:

  • Angsuran KPR bisa menggunakan model kalkulasi bunga kredit flat, efektif, maupun anuitas dan dibayarkan setiap bulan.
  • Masa kredit KPR biasanya berkisar antara 10-20 tahun dengan sistem pembayaran cicilan bulanan secara otomatis dari rekening (autodebet) maupun secara manual.
  • Banyak orang menggunakan skema KPR ini sebagai bagian dari investasi

Harga rumah yang kian tak terjangkau membuat pemerintah perlu memberikan subsidi agar terjangkau. Rumah subsidi ditujukan untuk memberikan angsuran lebih murah akibat suku bunga yang diturunkan dengan kompensasi dari subsidi pemerintah tersebut.

2. Kredit Konsumtif Non-KPR dan Karakteristiknya

Kredit konsumtif non-KPR ditujukan pada individual untuk memenuhi keinginan mereka akan gaya hidup modern atau setidaknya pembelian barang-barang konsumsi selain rumah untuk menunjang aktivitas sehari-hari mereka, seperti kredit motor, kredit pembelian gadget, dan lain sebagainya.

Kredit konsumtif non KPR ini memiliki karakteristisk sebagai berikut:

  • Masa kredit non-KPR umumnya pendek, berkisar mulai dari beberapa bulan saja hingga sekitar 2 tahunan.
  • Persyaratan kredit konsumsi non-KPR relatif lebih mudah dibanding kredit KPR maupun kredit usaha. Praktis dan cepat menjadi daya tarik produk ini dimana pengajuan dan persetujuan kredit bisa hanya memakan waktu dalam beberapa hari saja.
  • Suku bunga kredit bisa fixed maupun floating, dengan rancangan besar uang muka dan cicilan bulanan sudah ditentukan dimuka.

Kartu Kredit dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan Karakteristiknya

Selain kebutuhan akan barang yang bisa dilayani oleh produk Kredit KPR dan non-KPR, Kredit Konsumsi juga tersedia dalam bentuk Kartu Kredit dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan dana tunai yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

Karakteristik produk KTA dan kartu kredit ini sebagai berikut:

  • Pinjaman KTA maupun Kartu Kredit diberikan dengan batas maksimum (limit) dan bunga tertentu. Tdak ada syarat khusus penggunaan dana, dimana nasabah bebas menggunakan dana sesuai limitnya baik untuk kepentingan konsumtif maupun produktif.
  • Persetujuan untuk Kartu Kredit dan KTA relatif lebih cepat ketimbang persetujuan bagi kredit usaha.

Jenis Kredit Usaha serta Karakteristiknya

Kredit usaha ditujukan untuk membantu pengusaha atau enterpreneur yang membutuhkan dana segar untuk mengembangkan bisnis (ekspansi) ataupun menunjang kegiatan operasional perusahaan.

Dalam perkembangannya, produk kredit usaha ini dikelompokkan menjadi dua  yaitu Kredit Modal Kerja atau Kredit Investasi. Perbedaan keduanya terletak pada tujuan penggunaan dana serta masa angsuran yang akan dipilih, dimana Kredit Modal Kerja ditujukan guna meningkatkan produksi dalam operasional bisnis dan biasanya maksimal masa kredit 2-3 tahun, sedangkan Kredit Investasi lebih diarahkan untuk pengadaan barang modal jangka panjang dalam ekspansi tersebut dan bisa mengambil masa kredti sampai dengan 5 tahun.

Karakteristik kredit usaha sebagai berikut:

  • Kredit Usaha sangat bervariasi baik dalam hal besar pinjaman maupun lama cicilan. Besaran pinjaman bisa sekecil 5 juta Rupiah untuk segmen pengusaha mikro, sampai dengan milyaran rupiah.
  • Pengajuan kredit nasabah dikelompokkan berdasarkan skala usahanya, dan kemudian bank akan menentukan apakah akan masuk golongan mikro, ritel, atau korporasi.
  • Kredit mikro umumnya diambil oleh mereka yang membutuhkan modal kecil seperti petani dan pedagang pasar dengan pinjaman mulai dari 5 juta-25 juta serta syarat kredit yang sangat mudah.
  • Kredit ritel setingkat diatas kredit mikro, dan umumnya diambil oleh pengusaha UMKM. Sedangkan kredit korporasi diperuntukkan bagi perusahaan berskala besar dengan plafond pinjaman biasanya muali dari 25 juta-2 milyar.
  • Kebijakan suku bunga untuk masing-masing kelompok berbeda tergantung kebijakan bank, demikian pula mengenai persyaratan agunan yang dibutuhkan sebagai penjamin pinjaman. Makin besar skala usaha makin kompleks syarat yang dibutuhkan.

 

Proses Analisa Kredit

Analisa kredit usaha untuk sebuah perusahaan cukup lengkap dan komplit mencakup prinsip 5 C (Character, Capital, Capacity, Condition, Collateral) pengelola serta kinerja keuangan perusahaan. Reputasi dan riwayat kredit sebelumnya sangat berpengaruh terhadap proses persetujuan kredit dimana jika sebuah usaha pernah menerima kredit dari suatu bank dan ternyata bisa lancar membayar cicilan, maka kemungkinannya untuk mendapatkan kredit lagi di kemudian hari cukup tinggi, begitupun sebaliknya.

Gunakan dana pinjaman sesuai dengan tujuan awalnya, kunci mendasar angsuran lancar sampai lunas

Kunci sukses mengambil kredit baik konsumtif maupun produktif sampai dengan pemabayaran lunas adalah menggunakan dana tersebut sesuai dengan tujuan awal pengajuan kredit. Jangan tergoda untuk menggunakan dana diluar tujuan tersebut karen berpotensi membuat Anda kesulitan membayar cicilan di kemudian hari.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get Best Services from Our Business.