MENGAPA KITA MENUA?

Penuaan pada manusia bisa diartikan sebagai akumulasi perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh. Perubahan itu bisa terlihat secara fisik dan biologi. Namun, proses itu juga terlihat pada sel.

Ilmuwan menyebutkan, penuaan terjadi karena kerusakan pada telomer, ujung kromosom pada inti sel. Penelitian tentang ini telah mengantar tiga peneliti (Carol Greider, Elizabeth Blackburn, dan Jack Szoztak) memperoleh Hadiah Nobel Kedokteran tahun 2009.

Menurut mereka, kerusakan telomer menyebabkan sel-sel berhenti membelah dan berkembang, bahkan bunuh diri sel (apoptosis), yang akan memengaruhi kondisi penuaan.

Yang pasti, penuaan tidak terjadi dalam satu malam, tetapi perlahan-lahan. Mirip seperti tetesan air yang mengikis batu karang. Tidak terlihat sehari-hari, tetapi bisa berdampak dramatis setelah beberapa tahun.

Prof Wimpie Pangkahila, spesialis andrologi dari Universitas Udayana, menjelaskan, proses penuaan dimulai pada usia muda secara kronologis, yaitu pada usia 25-35 tahun.

Tiga fase penuaan

FASE SUBKLINIS
Pada fase subklinis, tubuh manusia sudah mengalami penuaan di tingkat sel, tetapi sering kali tidak diakui karena tidak ada gejala yang menyertainya.
FASE TRANSISI
Sementara itu, pada fase transisi, gejala penuaan mulai muncul. Pada fase ini, hormon tubuh akan mengalami penurunan hingga 25 persen, gula darah mulai meningkat, massa otot menjadi lebih kecil, serta mulai timbul masalah pada jantung dan obesitas.
FASE KLINIS
Ketika seseorang memasuki fase klinis, tanda-tanda lanjutan dari penuaan semakin terlihat. Tanda-tanda yang paling jelas di antaranya gangguan penyerapan nutrisi dan mineral, menurunnya kepadatan tulang, mulai munculnya gejala penyakit kronis, dan penurunan fungsi seksual.
Pada fase ini, biasanya orang tersebut sudah mulai merasa tua, terutama ketika anak-anaknya sudah menikah dan memiliki cucu.

Dengan pengobatan berdasarkan konsep kedokteran antipenuaan, usia fisiologis tetap dipertahankan seperti pada usia muda.

Cepat atau lambatnya tanda penuaan terlihat bervariasi pada setiap orang, tergantung pada gaya hidup, riwayat kesehatan, dan tentunya genetik.

Anda mungkin menyadari di sebuah acara reuni sekolah, ada teman yang terlihat lebih muda atau lebih tua dari kita. Padahal, tahun lahirnya sama. Ini karena laju penuaan setiap orang berbeda-beda walau usia kronologisnya sama.

Kabar baiknya, cepat lambatnya proses penuaan itu sebagian besar (lebih dari 80 persen) tidak dipengaruhi oleh genetik, namun bisa dikendalikan dengan melakukan hal di bawah ini.

tips-2.jpg

Mengadopsi pola makan rendah lemak dan garam

tips-2.jpg

Menjaga berat badan ideal

tips-2.jpg

Mengurangi stres

tips-2.jpg

Memiliki sistem imun yang kuat

tips-2.jpg

Beraktivitas fisik rutin

tips-2.jpg

Tidak merokok

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*