Membedah Potensi Unggulan Daerah Kabupaten Magetan

Karakter masyarakat dalam sebuah wilayah paling mudah dilihat dari kolektibiltas lembaga pemberi kredit. Magetan bisa jadi contoh yang baik. Kreditur bank maupun perusahaan pembiayaan tidak perlu ragu memberikan kredit usaha bagi pertumbuhan usaha di Kabupaten Magetan. Hal ini seperti disampaikan Wahyudi, Tokoh Pemuda dari Magetan penggiat pertumbuhan ekonomi syariah dalam sebuah diskusi bertajuk “Becoming Effective Leader” beberapa waktu yang silam. Setidaknya ada dua sektor unggulan yang berpotensi untuk menjadi unggulan daerah yaitu sektor peternakan dan pariwisata.

Di sektor peternakan, Magetan sudah punya nama di kancah nasional utamanya peternakan sapi potong. Di Magetan, populasi sapi potong mencapai kurang lebih 110.000 ekor dan 16.500 ekor sapi perah. Pemerintah daerah perlu terus memaksimalkan penerapan IB (inseminasi buatan) ke sapi potong dan sapi perah. Pemerintah Kabupaten Magetan bertekad mendukung program swasembada daging nasional. Bahkan tahun ini, ditargetkan 27.000 sapi betina produktif bisa bunting dengan inseminasi buatan (IB) target keberhasilan bunting 22.000 dan target kelahiran 20,500 dan selama ini Magetan baru mencapai 18.000, jadi harus menambah sebanyak 2.500 untuk tahun 2017. Populasi sapi di Kabupaten Magetan berada di Kecamatan Plaosan, Poncol, Panekan, Parang, Nguntoronadi, dan Lembeyan dan Takeran.

Di sektor pariwisata, salah satu obyek wisata andalan yang wajib dikunjungi di Magetan adalah Telaga Sarangan. Berlokasi di kaki Gunung Lawu serta berjarak sekitar 16 km dari pusat kota Magetan, tempat wisata ini berwujud telaga yang indah dengan luas permukaan telaga sekitar 30 hektar yang dikelilingi bukit-bukit hijau.

Selain Telaga Sarangan, juga ada Air Terjun Tirtasari yang memiliki ketinggian -+ 50 meter yang menjadi salah satu primadona wisata di Magetan, Pemandian Dewi Sri atau biasa dikenal juga dengan Candi Simbatan, Sendang Beji, kemudian petik buah stroberi di Cemoro Sewu, serta masih banyak destinasi wisata lainnya.

Selain itu juga terdapat pula destinasi wisata yang baru, seperti Mojosemi Forest Park (MFP) yang terletak sekitar 2 km sebelah barat Telaga Sarangan. Taman wisata ini mengusung konsep ekowisata berbasis hutan alami. MFP mengandalkan keindahan panorama hutan Mojosemi yang berisi berbagai jenis pohon berusia ratusan tahun.

Dua sektor unggulan Kabupaten Magetan ini jika bisa diintegrasikan akan mampu menjadi daya tarik bagi investor untuk turut andil mengembangkan potensi wilayah. Dampaknya pertumbuhan UMKM juga akan semakin pesat, apalagi jika didukung permodalan yang tepat. Mewujudkan Magetan menjadi pusat Agrowisata di Jawa Timur bagian Barat yang terintegrasi dengan wilayah sekitarnya dengan berbasis wisata alam, peternakan dan pertanian akan semakin cepat terwujud.

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*