Membedah Potensi Kota Madiun, sebagai Alternatif Ibukota Baru Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas berupaya menyelesaikan kajian pemindahan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan pada 2017. Targetnya, wacana yang sudah ada sejak era Bung Karno ini dapat terealisasi pada tahun depan.

Membedah Potensi Kota Madiun, sebagai Alternatif Ibukota Baru Negara Kesatuan Republik Indonesia
Membedah Potensi Kota Madiun, sebagai Alternatif Ibukota Baru Negara Kesatuan Republik Indonesia

Ada pertanyaan menggelitik, tentang mungkin tidak ibu kota negara dipindahkan ke salah satu kota di Jawa Timur, yaitu Kota Madiun. Banyak dasar pertimbangan yang dapat dijadikan rujukan alasan menjadikan Kota Madiun sebagai alternatif ibu kota negara. Baik itu dari segi geografis, historis, dan sosiologis.

Membedah Potensi Kota Madiun, sebagai Alternatif Ibukota Baru Negara Kesatuan Republik Indonesia
Membedah Potensi Kota Madiun, sebagai Alternatif Ibukota Baru Negara Kesatuan Republik Indonesia

Aspek Geografis 

Secara geografis memang benar kota Palangka Raya berada di tengah-tengah Negara Republik Indonesia. Akan tetapi dalam kaca mata geografis – ekonomis Kota Madiun tidak kalah menarik untuk dijadikan ibu kota negara. Kota Madiun di Jawa Timur pada dasarnya menjadi penyambung askes ke daerah-daerah di Indonesia baik itu Indonesia Barat maupun Indonesia Timur.

Kelengkapan infrastruktur transportasi yang memadai menjadi jawaban dan nilai lebih atas kesenjangan jarak yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia Timur ketika harus ke Jakarta. Jarak tempuh yang dibutuhkan oleh masyarakat Aceh dan Ambon atau Jaya Pura ke Surabaya tidak terlampau jauh dibandingkan ketika ke Jakarta. Di Surabaya terdapat Bandara Internasional yang cukup besar Bandara Juanda serta Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pintu masuk perdagangan.

Pilihan geografis yang tepat untuk dijadikan ibu kota negara ada di daerah matraman (eks karesidenan Madiun). Tipologi daerah yang tenang dan jauh dari kesan semrawut dan kemacetan menjadi jaminan yang tepat untuk memilih daerah tersebut menjadi ibu kota negara, pilihan tersebut bisa di Kota Madiun. Secara geografis daerah tersebut akan ditopang Surabaya sebagai kota dagang dan jasa setelah Jakarta dan kota Solo (Surakarta) sebagai pusat kebudayaan.

Membedah Potensi Kota Madiun, sebagai Alternatif Ibukota Baru Negara Kesatuan Republik Indonesia
Membedah Potensi Kota Madiun, sebagai Alternatif Ibukota Baru Negara Kesatuan Republik Indonesia

Aspek Historis

Jawa Timur memiliki sejarah yang sangat panjang, Jawa Timur dikenal sebagai cikal bakal negara ini. Kerajaan-kerajaan besar berada dan berpusat di Jawa Timur. Sebut saja Kerajaan Kediri, Mojopahit, Blambangan, Singosari, dan Wisnuwardhana, bahkan Giri Kedaton berada di Jawa Timur.
Disamping itu, sejarah juga telah mencatat beberapa pemimpin negara ini lahir dan dilahirkan orang Jawa Timur. Pemimpin tersebut diantaranya, Mantan Presiden Soekarno, Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, serta masih banyak lagi lainnya. Sehingga tidaklah salah apabila opsi pemindahan ibu kota negara ditempatkan di salah satu kota di Jawa Timur.

Aspek Sosiologis

Masyarakat Jawa Timur adalah masyarakat yang tumbuh dengan kearifan lokal yang kuat. Keragaman tipologi masyarakatnya menjadikan Jawa Timur kaya akan budaya. Pembagian tipologi dengan tipe masyarakat arek, matraman, dan pendalungan mengantarkan Jawa Timur menjadi wilayah yang penuh dengan harmonisasi.

Pemilihan kota di daerah matraman eks karesidenan Madiun sangatlah cocok untuk ditetapkan sebagai ibu kota negara. Gerbang utama kebudayaan adalah dunia pendidikan. Jawa Timur memiliki beberapa varian pendidikan, pendidikan formal maju dan terdepan dibandingkan daerah lain. Jawa Timur memiliki 5 (lima) perguruan tinggi negeri unggulan disamping juga Jawa Timur memiliki ribuan pesantren.

Pilihan daerah Jawa Timur sebagai ibu kota negara merupakan pilihan brilian tanpa pengesampingkan kota-kota lain di luar Jawa Timur. Dari segi apapun baik itu sosial,budaya, ekonomi, dan politik Jawa Timur merupakan barometer untuk tingkat nasional.

Referensi:

hxxp://hmihukumjember.wordpress.com/2010/08/29/memindahkan-ibu-kota-negara-ke-jawa-timur/

http://m.kompasiana.com/astronot/menakar-relokasi-pusat-kota-pemerintahan-pindah-ke-provinsi-jawa-timur_54f7531ba33311e3348b45ce

 

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*