Memaknai Repeat Order

 

oleh : Rendy Saputra

Subscribe >> http://bit.ly/gabungkrbn

****

Sebagai pebisnis start up/pemula, terkadang kita berfokus pada penjualan pertama atas barang yang kita tawarkan. Hal itu wajar, karena kita memang harus berusaha kerasa agar dagangan kita laku di awal, atau dengan bahasa yang lain : agar kita bisa memiliki cashflow untuk tetap survive. Atau lebih jauh dari hal itu, kita membutuhkan dana untuk modal kerja berikutnya.

Diantara kita, jarang ada yang menyadari bagaimana suasana batin pembeli saat membeli untuk pertama kali.

Waktu mereka membeli untuk pertama kali, berarti dia sedang mencoba untuk merasakan produk kita. Dengan kata lain, pembeli masih mengukur, apakah uang yang dia keluarkan sebanding dengan dia dapatkan? Apakah produk yang dia beli sesuai harapan yang ia bayangkan? Apakah yang Anda janjikan sesuai dengan kenyataan?

Jika ternyata produk yang kita jual tidak sesuai yang pembeli harapkan, maka pembeli tidak akan melakukan pembelian ulang atau repeat purchase. Kita sering membahasakannya dengan bahasa repeat order.

Ketidak puasan terhadap produk juga dapat mendorong pembeli untuk melakukan negative campaign terhadap produk kita. Ini lebih mengerikan lagi, kita mengubah pembeli menjadi tim kampanye negatif yang akan terus menyudutkan produk kita.

Berbeda jika pembeli merasa puas dengan produk kita, pembeli akan sangat berbahagia untuk melakukan pembelian berulang atas produk kita. Pembeli kemudian akan terus melakukan pembelian sehingga ia berubah menjadi pelanggan. Dan disanalah harapan dari sebuah bisnis : sebuah kontinuitas dari cashflow. Sebuah keberterusan dari pemasukan.

Dan lebih jauh dari itu, pembeli akan berubah menjadi pembela produk kita. Dari sekedar market, seorang pembeli lalu berubah menjadi marketer.

***

Maka, cobalah maknai pembelian ulang yang terjadi pada bisnis kita :

Pembelian ulang bermakna bahwa,

1. Pembeli merasa puas atas produk yang kita jual.

2. Pembeli bersepakat bahwa harga yang Anda tetapkan adalah sebanding dengan apa yang ia dapatkan.

3. Pembeli merasa nyaman atas servis yang Anda tawarkan.

4. Pembeli memiliki kebutuhan yang kontinu atas barang yang Anda jual.

5. Bisnis Anda telah melewati tahap validasi value, atau dengan kata lain, nilai dari produk Anda telah diakui oleh pasar. Buktinya mereka membeli terus menerus. Itu bukti valid jika produk Anda benar.

***

Dari pemaknaan diatas, Saya ingin mengajak Anda GELISAH, jika Anda tidak mengalami pembelian ulang.

Saya ingin mengajak Anda GELISAH, jika Anda harus selalu mencari pelanggan baru terus menerus.

Walau produk yang Anda jual relatif tidak untuk dibeli ulang – misalkan buku ensiklopedia anak – , tetap Saja Anda harus berhati-hati pada negative campaign yang ada. Anda harus pastikan orang puas pada produk Anda.

Mari kita cek produk kita hari ini, apakah pembelian ulang terjadi?

Selamat ber muhasabah…

Jika tulisan ini bermanfaat, jangan lupa share ya..

KR Business Notes
Kamis, 28 Februari 2019

****

Silakan forward tulisan ini ke linimasa Anda, atau sahabat terkasih Anda.

Bagi yang ingin berlangganan tulisan bisnis Kang Rendy, silakan klik —> http://bit.ly/gabungkrbn , terima kasih

Dapatkan video terbatas materi Kang Rendy dengan topik “Sustain dalam Bisnis” berdurasi 40 menit dengan klik bit.ly/SustainingBusiness

Jangan lupa untuk join FB Group kami di https://web.facebook.com/groups/185218565167664/

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*