Home   Pojok Bugar dan Sehat   Kopi ala Italia Ini Bisa Mengurangi Separuh Risiko Kanker Prostat

Kopi ala Italia Ini Bisa Mengurangi Separuh Risiko Kanker Prostat
Kopi ala Italia Ini Bisa Mengurangi Separuh Risiko Kanker Prostat

Kopi ala Italia Ini Bisa Mengurangi Separuh Risiko Kanker Prostat

Ada kabar gembira bagi pria yang hobi ngopi sambil kongkow dengan komunitasnya. Minum setidaknya tiga cangkir kopi ala Italia setiap hari dapat mengurangi separuh risiko kanker prostat pria, kata periset dari Neuromed di Italia seperti yang dikutip dari Medical News Today.

Biji Kopi & Jenis Minuman Kopi

Biji Kopi & Jenis Minuman Kopi

Penelitian baru ini membawa kabar baik bagi pria yang menyukai kafein yang punya cita rasa khas menyengat lidah dan tenggorokan. Minum lebih dari tiga cangkir kopi bergaya Italia setiap hari bisa lebih dari separuh risiko terkena kanker prostat. Temuan ini berasal dari analisis hampir 7.000 pria dari Italia – sebuah negara dimana tempat minum kopi adalah budaya.

Hal ini cukup normal bagi orang Italia untuk memulai hari-hari mereka dengan cappuccino, diikuti oleh caffè macchiato atau dua saat makan siang, dan espresso di malam hari. Faktanya, rata-rata orang Italia mengkonsumsi sekitar 600 cangkir kopi setiap tahun, dan jumlah ini terus meningkat. Jenis-jenis kopi ini juga banyak kita jumpai di Indonesia disamping kopi jenis lokal lainnya seperti Kopi Kapal Api, Kopi Gayo dan sebagainya.

KANKER PROSTAT
Image: Freepik

Tampaknya, budaya Itali akan kopi tersebut membuat periset disana makin efektif  mempelajari efek konsumsi kopi terhadap risiko kanker prostat, penyakit yang paling dikhawatirkan pria dewasa yang notabene adalah peminum kopi mayoritas.

Studi akan hal ini dilakukan oleh Licia Iacoviello, kepala Laboratorium Epidemiologi Molekuler dan Nutrisi di I.R.C.C.S. Neuromed di Italia, dan baru-baru ini melaporkan temuan mereka di International Journal of Cancer untuk mendapatkan ‘pandangan ilmiah yang lebih jelas’ tentang hubungan antara kopi dan kanker prostat.

Kanker prostat adalah kanker paling umum di kalangan pria di Amerika Serikat, setelah kanker kulit. Menurut American Cancer Society, sekitar 1 dari 7 pria akan didiagnosis menderita penyakit ini seumur hidup mereka.

Sementara sejumlah penelitian telah menyarankan bahwa konsumsi kopi dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat, walaupun beberapa riset yang lain juga menemukan hal yang sebaliknya.

Untuk penelitian mereka, Iacoviello dan rekan-rekannya menyelidiki lebih jauh kaitan antara asupan kopi dan risiko kanker prostat dengan menganalisis data 6.989 pria dari Italia, berusia 50 tahun atau lebih, yang merupakan bagian dari Proyek Moli-Sani.

 

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melihat sejumlah studi internasional mengenai masalah ini,” kata psalah seorang anggota peneliti “George Pounis”, dari Department of Epidemiology and Prevention at I.R.C.C.S. Neuromed.

“Namun, bukti ilmiah telah dianggap tidak cukup untuk menarik kesimpulan. Apalagi, dalam beberapa kasus hasilnya kontradiktif. Tujuan kami, oleh karena itu, adalah untuk meningkatkan pengetahuan di bidang ini dan untuk memberikan pandangan yang lebih jelas.”

Sebagai bagian dari penelitian ini, para peserta diwajibkan untuk melaporkan asupan harian mereka tentang kopi ala Italia dengan menggunakan kuesioner frekuensi makanan. Dan hasilnya ternyata lebih dari tiga cangkir kopi setiap hari efektif menurunkan risiko kanker prostat

Selama rata-rata 4 tahun proses penelitian, sekitar 100 kasus baru kanker prostat mampu diidentifikasi di antara laki-laki yang ikut enjadi sampel penelitian. Para periset menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi setidaknya tiga cangkir kopi bergaya Italia setiap hari berisiko 53 persen terkena kanker prostat, dibandingkan dengan pria yang mengkonsumsi kurang dari tiga cangkir setiap hari.

KANKER PROSTAT PADA PRIA
Image: Newswire

Untuk mengkonfirmasi efek anti kanker kopi, tim tersebut menguji ekstrak kopi bergaya Italia berkafein dan tanpa kafein pada sel kanker prostat di laboratorium.

Mereka menemukan bahwa ekstrak kopi berkafein mengurangi proliferasi sel kanker – yaitu kemampuan untuk tumbuh dan membelah – dan menurunkan kemampuan mereka untuk bermetastasis, atau menyebar. Efek ini hampir tidak ada dengan ekstrak kopi tanpa kafein.

Namun, para peneliti menunjukkan bahwa penelitian ini dilakukan pada populasi Italia dengan budaya kopi yang kuat, yang ditandai tidak hanya dengan jumlah kopi yang dikonsumsi, tetapi juga dengan cara pembuatannya.

“Mereka menyiapkan kopi dengan cara yang sangat Italia: tekanan tinggi, suhu air yang sangat tinggi, dan tanpa filter,” kata Iacoviello. “Metode ini, berbeda dari yang diikuti di daerah lain di dunia, yang dapat menyebabkan konsentrasi zat bioaktif yang lebih tinggi.” Kopi adalah bagian integral dari gaya hidup Italia, yang harus kita ingat, tidak dilakukan hanya oleh makanan individu, tapi juga dengan cara tertentu yang mereka siapkan.”

Nah, untuk kita di Indonesia, bisakah mengikuti model penyajian kopi ala Italia diatas? Jika bisa, ada kemungkinan anda berkurang dari resiko terkena kanker prostat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get Best Services from Our Business.