Home   Pojok Bugar dan Sehat   Kami Bangga Timnas Sepakbola Asian Games 2018, Walau Kalian Tak Juara !

Kami Bangga Timnas Sepakbola Asian Games 2018, Walau Kalian Tak Juara !

Berada pada posisi 164 dunia dalam rangking FIFA dan peringkat 5 di antara negara kawasan Asia Tenggara memang membuat timnas sepakbola Indonesia bukanlah tim unggulan dalam ajang sepakbola Asian Games 2018. Namun posisi sebagai tuan, membuat timnas Indonesia selalu diperhitungkan dalam setiap penampilannya.

Berada di Grup A bersama Laos, Hongkong, Palestina, China Taipei, pasukan Luis Milla ini cukup diuntungkan. Dari sisi kekuatan, nyaris tinggal Palestina yang relatif kuat di grup ini. Hasil dari pertandingan demi pertandingan di fase penyisihan grup ini, menunjukkan posisi tuan rumah mampu menampilkan permainan yang atraktif dan menghibur dengan hasil maksimal menjadi juara grup A. Jelas, kami bangga dengan prestasi timnas sepakbola di fase penyisihan grup ini.

Perjalanan Fantastis Timnas Indonesia di Fase Penyisihan Grup, Paling Produktif !

Berangkat dalam turnamen Asian Games 2018 ini, Timnas Indonesia membawa target masuk semifinal. Berbekal semangat membara, Timnas Indoensia sempat membuka pertandingan dengan skor meyakinkan 4-0 melawan Taiwan. Stefano Lilipally.pemain naturalisasi asal Bali United menjadi bintang dengan mencetak 2 gol pada laga di stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi pada 12 Agustus 2018 tersebut.

Pertandingan I

  • Jumat, 10 Agustus 2018 – Patriot Chandrabagha, Bekasi
  • 19:00 WIB – Taiwan 0-4 Indonesia
  • Gol: Stefano Lilipaly (67, 76), Beto Goncalves (71), Muhammad Hargianto (90+3)

Sukses di pertandingan pertama, Timnas Indonesia melanjutkan laga dengan tim kuat asal Timur Tengah, Palestina. Keunggulan postur Palestina mampu diimbangi timnas Indonesia dengan permainan cepat. Mengandalkan formasi andalan 4-3-3, Hansamu Yama yang berpostur besar bermain apik mengahalau bola-bola serangan dari pemain jangkung Palestina. Kombinasi Rezaldi, Ricky Fajrin dan Putu Gede menjadi pilar dalam pertandingan tersebut.

Saat Timnas mampu mengimbangi permainan tim dari Timur Tengah, muncul petaka penalti akibat Zulfiandi, gelandang bertahan hands ball di kotak penalti pada menit 16. Irfan jaya mampu membalas dengan gol di menit 23. Sayangnya di awal babak kedua menit 51 Palestina menutup permainan dengan kemenangan gol yag mebawa skor 2-1 untuk Palestina.

Pertandingan II

  • Rabu, 15 Agustus 2018 – Patriot Chandrabagha, Bekasi
  • 19:00 WIB – Indonesia 1-2 Palestina
  • Gol: Irfan Jaya (23) ; Oday Dabbagh (16), Mohamed Darwish (51)

Kekalahan dari Palestina membuat Timnas Indonesia makin bersemangat. Pada pertandingan ketiga, lanjutan Grup A, Timnas Indonesia mengandaskan Timnas Laos dengan skor telak 3-0. Target Man, Beto Goncalves memborong 2 gol di menit 14 dan 47, sisanya di cetak Ricky Fajrin di menit 75.

Pertandingan III

  • Jumat, 17 Agustus 2018 – Patriot Chandrabagha, Bekasi
  • 19:00 WIB – Laos 0-3 Indonesia
  • Gol: – ; Beto Goncalves (14, 47), Ricky Fajrin (75)

 

Di penutup pertandingan di Grup A, walaupun Indonesia sudah memastikan lolos babak 16 besar, namun tak menurutkan permainan mereka. Bertanding di Stadion Patriot Chandrabagha, Bekasi, Timnas Indonesia menghajar Hongkong dengan skor telak 3-1, setalh sempat tertinggal lebih dahulu. Kemenangan ini sekaligus memastikan Timnas Indonesia sebagai juara Grup A sekaligus menjadi tim paling produktif di fase penyisihan grup bersama dengan RRC dengan total memasukkan 12 gol .

Pertandingan IV

  • Senin, 20 Agustus 2018 – Patriot Chandrabagha, Bekasi
  • 19:00 WIB – Indonesia 3-1 Hong Kong
  • Gol: Irfan Jaya (46), Stefano Lilipaly (85), Hanif Sjahbandi (90+4) ; Hok Ming Lau (39)

Perjalanan Tragis Timnas Indonesia di Fase 16 Besar, Kalah Adu Penalti! Kami Tetap Bangga !

 

Memasuki babak 16 besar, Indonesia berhadapan dengan tim tangguh dari Timur Tengah, Uni Emirate Arab (UEA). Pada pertandingan ini, Timnas Indonesia mampu menampilkan cara main yang mengalir dan enak ditonton dengan kolektivitas tim yang padu. Mentalitas, semangat, dan daya juang pemain Timnas Indonesia U-23 juga sangat besar walaupun sempat mendapat provokasi permainan mengulur waktu dari UEA yang sangat membosankan. Disisi lain ada sedikit celah dimana Pelatih Luis Milla mencoba duet stopper baru Hansamu Yama dengan Andi yang sebelumnya dengan Ricky Fajrin.

Petaka muncul saat Indonesia harus menerima keputusan wasit yang memberikan dua kali hukuman penalti pil pahit 2 keputusan kontroversial dari wasit

Pertandingan V

  • Jumat, 24 Agustus 2018 – Wibawa Mukti, Cikarang
  • 16:00 WIB – Indonesia Vs Uni Emirat Arab
  • Gol UEA hasil eksekusi penalti Zayed Almeri pada menit ke-20 dan 65′.
  • Gol skuat Garuda Muda disumbangkan oleh Alberto Goncalves (52′) dan Stefano Lilipaly pada menit ke-90+4.
  • Hasil akhir Indonesia vs Uni Emirat Arab (UEA) dengan skor 5-6 (2-2).

Kontroversi Wasit Shaun Evans di laga Indonesia vs Uni Emirat Arab

 

Pertandingan Timnas Indonesia vs UEA sempat diwarnai dengan berbagai keputusan wasit asal Australia Shaun Evans yang kontroversial. Beberapa keputusan tersebut diantaranya:

  • Penalti kedua UEA minim kontak, saat Hansamu Yama dianggap melakukan pelanggaran
  • Kartu kuning kepada Hansamu Yama bukan karena pelanggaran tapi karena protes
  • Pelanggaran yang bisa berujung kartu merah untuk pemain UEA saat Ilham Udin, diadang oleh Abdalla Ghanim dengan keras dan hanya di kartu kuning.
  • Kartu kuning terlambat untuk kiper Uni Emirat Arab akibat provokasi sering mengulur waktu yang baru diberikan pada menit 103
  • Pengusiran Bima Sakti akibat dianggap berlebihan dalam merayakan gol Stefano Lilipaly pada menit 90+4.

Apapun hasil yang diraih Timnas Indonesia, kami tetap bangga atas prestasi yang diraih selama Asian Games ini. Dan terbukti, PSSI memberikan penawaran perpanjangan kontrak ke Pelatih Luis Milla untuk melatih Timnas Indonesia 1 tahun kedepan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get Best Services from Our Business.