Jeruk Pamelo Tamanan, Potensi Daerah Kabupaten Magetan yang Perlu Di Kembangkan

Jeruk Pamelo Tamanan, Potensi Unggulan Magetan
Jeruk Pamelo Tamanan, Potensi Unggulan Magetan

Bulan Mei-Juni ini merupakan jadwal panen raya Jeruk Tamanan yang berlangsung hingga Juni-Juli ke depan. Jeruk Tamanan sendiri berbeda dengan jeruk nambangan yang lebih dulu populer di masyarakat. Jeruk nambangan hanya ada satu macam dan asal usulnya dari Nambangan, Madiun. Sedangkan Jeruk Tamanan ada beberapa macam dan asal usulnya dari Tamanan, Sukomoro, Magetan. Dan sekarang, Jeruk Tamanan memiliki nilai ekonomis tinggi.

Jeruk Pamelo Tamanan, Potensi Unggulan Magetan
Jeruk Pamelo Tamanan, Potensi Unggulan Magetan

Di Magetan entah bagaimana ceritanya, orang menyebut jeruk besar dengan sebutan jeruk bali, atau pomelo (pummelo, shaddock), atau Citrus maxima. Makanya  jeruk asli Magetan kemudian dikenal sebagai Jeruk Tamanan sukomoro, karena dianggap sebagai jeruk asli asal Tamanan Sukomoro, dan memiliki beberapa macam varian yaitu Jeruk Tamanan merah, Jeruk Tamanan putih, dan srinona atau srinyonya.

Jeruk Tamanan bulat betul ( bahasa jawanya bunder ser), dagingnya berwarna merah merupakan jeruk unggulan. Oleh karena itu, kalau membeli jeruk besar atau pomelo, pilihlah yang”bunder ser” dan bagian bawah buah, atau pusernya masuk ke dalam. “Jeruk yang seperti ini paling enak di makan dan rasanya juga ngejos !,”

Jeruk Pamelo Tamanan, Potensi Unggulan Magetan
Jeruk Pamelo Tamanan, Potensi Unggulan Magetan

Buah jeruk mulai enak rasanya setelah umur tanaman menginjak 10 tahun ke atas. Berdasar pengalaman, dari 1.000 pohon jeruk membutuhkan biaya perawatan dan lain-lain, termasuk pemupukan, pengendalian hama penyakit, juga tenaga kerja, dalam setahun butuh biaya sekitar Rp.6 juta.

Bagaimana dengan hasil penjualan panennya ? Karena setahun hanya sekali panen, yang berlangsung pada Mei – Juni, petani jeruk bisa mendapatkan hasil panen Rp.30 juta sampai Rp. 40 juta.

Harga jual jeruk, yang umumnya dibeli para pelancong dari tempat wisata Sarangan (Magetan), untuk Jeruk Pamelo Tamanan Merah, dan Sri Nona Rp.10.000 perbuah dan Jeruk Pamelo Tamanan Nambangan Rp.8.000. perbuah. Sekarang bandingkan dengan harga Jeruk Pamelo Tamanan umumnya yang dibeli secara tebasan oleh pedagang penampung biasanya dihargai perbuah hanya sekitar Rp.3.000.

Jeruk Pamelo Tamanan Magetan memiliki siklus panen sebagai berikut:

Begitu hujan pertama kali turun (sekitar pertengahan Oktober) tanaman mulai berbunga. Perbungaan terjadi antara Oktober-November. Panenan berlangsung antara Mei-Juni. Jadi umur buah siap panen, sejak berbunga sampai dipanen, sekurang-kurangnya 6 –7 bulan.

Untuk panen jeruk tamanan jenis Srinona agak panjang sebulan (sekurang-kurangnya 8 bulan). Jadi setelah semua jenis panen, sebulan kemudian barulah Srinona dipanen. Jadi setelah semua jeruk magetan keluar bunga/buah, Srinona keluarnya belakangan atau sebulan kemudian. Jeruk Tamanan jenis Srinona, meskipun diakui sebagai jeruk unggulan, kalau terlambat dipetik, rasanya menjadi asem dan sepoh juga.

Umur petik yang bisa ditoleransi 15 hari dan paling lama sebulan. Terlambat 15 hari memetik sebetulnya rasa buah sudah kurang enak. Kalau terlambat sebulan pasti tidak enak.

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*