Coworking Space, Tempat Bekerja Millenial yang Naik Daun

Munculnya start-up dan maraknya profesi baru yang hadir di era digital mendorong perubahan tempat bekerja. Jika dulu bekerja identik dengan datang ke kantor dari pagi hingga sore, kini mulai dikenal konsep remote working. Bekerja di luar kantor kini bukan lagi hal yang aneh di kalangan millenial. Di tengah perubahan ini, muncul coworking space, sebuah tempat bagi mereka yang tidak lagi harus selalu datang ke kantor namun tetap membutuhkan area kerja khusus di luar rumah. Lantas apa fungsi coworking space dan bagaimana memaksimalkannya?

Coworking space bukan hanya sebuah tempat kerja para pekerja remote yang tidak harus datang ke kantor setiap harinya, namun juga memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan berbagai individu dari macam-macam latar belakang dan berbagai industri. Pasalnya, di coworking space semua orang dari berbagai bidang bisa berkumpul, tak peduli apa pekerjaannya dan di industri apa ia bekerja. Coworking space bahkan tidak hanya dimanfaatkan oleh para freelancer, tetapi juga oleh mereka yang sedang membangun bisnisnya dan belum mampu menyewa ruang kantor. Harga sewa yang cenderung lebih murah mendorong para pendiri start-up memulai bisnisnya lewat coworking space.

Para pekerja remote yang tidak harus datang ke kantor ini memang dapat bekerja di rumah ataupun coffee shop, namun menurut survey dari Harvard Business Review, 89% orang yang bekerja di coworking space merasa lebih bahagia daripada yang bekerja di tempat lain. Selain itu, 79% responden juga mengaku bahwa mereka dapat memperluas networking di coworking space, dan 84% responden mengaku bekerja di coworking space membuat mereka lebih fokus ketimbang bekerja di kafe.
Kondisi coworking space yang fleksibel dan dapat digunakan oleh siapapun memang memungkinkan terbangunnya networking dengan berbagai orang, berbeda halnya jika hanya bekerja di kantor konvensional atau kafe. Networking inilah yang menjadi salah satu nilai tambah sebuah coworking space, dan membuat tempat ini semakin diminati oleh banyak orang, salah satunya adalah EV Hive.

Perkembangan tren coworking space di Indonesia yang terjadi saat ini bahkan membuat EV Hive sebagai pionir coworking space di Indonesia mendapatkan suntikan dana investasi seri A sejumlah USD 20 juta dari para investor yang dipimpin oleh Softbank Ventures Korea, H&CK Partners, dan Tigris Investment.
Partner dan Managing Director Softbank Ventures Korea , Sean Lee mengatakan, setelah mengevaluasi berbagai coworking space di kawasan Asia, perusahaannya yakin untuk mendukung EV Hive karena visi dan eksekusinya yang fokus.

“Konsep coworking akan menjadi hal yang umum di era modern ini, dan saya percaya, EV Hive akan memimpin di industri baru ini,” tambah Lee.
Bersamaan dengan datangnya suntikan investasi ini, EV Hive mengubah namanya menjadi COCOWORK, yang diambil dari kata community, collaboration, dan workspace. Nama baru ini diambil untuk menunjukkan bentuk komitmen COCOWORK sebagai coworking space terbesar di Indonesia.

CEO dan Co-Founder COCOWORK, Carlson Lau, mengatakan, “Kami percaya, wajah dan identitas baru ini akan memudahkan kita meraih pasar lebih luas. Perusahaan kamu berakar dari industri start-up, tapi kami percaya bahwa konsep coworking relevan dan bermanfaat bagi berbagai jenis bisnis di Indonesia.”
“Selanjutnya, saya excited untuk menunjukkan komitmen kami pada masyarakat lebih luas di Indonesia dan Asia Tenggara,” lanjutnya.

Selain tempat kerja individu, COCOWORK juga menyediakan ruangan untuk event atau meeting yang bisa disewa sesuai kebutuhan. Saat ini, COCOWORK sudah mempunyai 21 lokasi di Jakarta dan Medan, yang menjadi tempat untuk bekerja bagi 3000 anggota mereka dan 260 perusahaan. Jumlah tersebut juga membuat COCOWORK menjadi coworking space dengan lokasi terbanyak di Indonesia saat ini.

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*