Cara Mudah Cek Berita Palsu (Hoax), Cara Melaporkan dan Etika Menggunakan Teknologi Informasi

Era teknomogi informasi memberi kemudahan bagi setiap orang untuk berbagi informasi secara cepat dan seolah tanpa sensor. Idealnya di era banjir informasi ini dalam berbagi informasi dan menjalani pergaulan di dunia maya berbasis internet juga ada etika, baik dalam menggunakan hardware maupun sofware.

Beberapa contoh masalah etika dan moral yang sering muncul dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dan perlu diwaspadai adalah sebagai berikut :

  • Cracker yaitu pihak yang tidak mencari keuntungan dengan menyerobot masuk ke dalam sistem komputer dan merusak sistemnya dengan tujuan utama untuk mendapatkan keuntungan.
  • Penyalahgunaan internet dengan cara penyebaran informasi yang mengundang banyak implmentasi buruk kepada para pengguna internet terutama di kalangan remaja untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
  • Membuat dan menyebarkan virus yang dapat merusak sistem, data, perisian, dan melumpuhkan rangkaian komputer.
  • Pelanggaran hak cipta dari sebuah dokumen dengan memuat sebagian isi atau keseluruhan isi atau kekseluruhan dari suatu dokumen denga tidak benar, melanggar UU Hak Cipta dan ijin pihak pemiliknya.
  • Pembajakan software dan memperjual belikan software-software ilegal

Di jaman teknologi canggih berbasis internet ini, berbagai macam informasi dapat kamu temukan dengan mudah, termasuk penyebaran berita bohong (hoax). Bahkan banjir hoax ini paling deras mengincar situs sosial media paling populer Facebook.

Jangan Mudah Share Berita yang Diterima, Ikuti Cara Cek Berita Hoax atau Tidak Berikut ini

Banyak tujuan pembuat berita palsu menyebarkan isu tak benar di era digital ini misalnya saja untuk menghasut atau memprovokasi orang lain. Tak jarang juga yang bermotif ekonomi untuk mengejar keuntungan dengan menarik sebanyak-banyaknya pembaca untuk melakukan klik atau share berita yang dia buat.

Perlu diingat bahwa di Indonesia, sudah ada undang-undang yang khusus mengatur penyebaran informasi dan transaksi elektronik disertai dengan ancaman pidana bisa sampai 6 tahun penjara baik pembuat berita maupun orang yang ikut serta menyebarkannya. Oleh karena itu, Anda perlu paham cara cek sebuah berita yang Anda terima tersebut palsu atau bukan. Cara mudahnya seperti ulasan berikut ini:

  1. Cek Judul Berita, Apakah Provokatif dan Terkesan Bombastis?

Jika judul berita ada unsur provokatif dan bombastis untuk menarik minat publik coba cari berita itu dengan menggunakan mesin pencari Google untuk memastikan apakah berita tersebut pernah diterbitkan situs berita lain. Jika tidak berarti kemungkinan besar hoax.

  1. Cek URL Situs Web dan umur website

Sumber berita yang akuran selalu berasal dari situs yang punya reputasi bagus. Cek profil sumber berita termasuk jajaran pimpinan situs online tersebut. Umur situs juga penting. Situs yang punya reputasi bagus biasanya sudah berdiri diatas 5 tahun. Cara ceknya bisa lihat di whois.com. Masukkan nama situs di kolom search maka akan muncul data situs tersebut, termasuk kapan didirikan.

  1. Cek Foto, apakah buram, kabur, terlalu kecil atau ada indikasi palsu yang lain

Berita hoax biasanya ditandai dengan mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.  Cara cek tidak terlalu susah yaitu download atau screenshot foto di artikel itu. Lalu, buka Google Images di browser dan seret (drag) foto itu ke kolom pencarian Google Images. Periksa hasilnya untuk mengetahui sumber dan caption asli dari foto tersebut.

  1. Jangan Asal Share! Pelajari lebih dulu sebelum share

Biasanya berita hoax dibuat dengan rapi agar terlihat asli dengan beragam kepentingan di baliknya, baik motif ekonomi atau politik seperti misalnya untuk menjatuhkan ataupun mendukung sosok tertentu. Maka dari itu, jangan asal share ya.

Cek berita tersebut di mesin pencari seperti Google, apakah ditulis oleh situs berita lain dan pastikan situs tersebut terpercaya.

  1. Jika Beritanya Meragukan dan Provokatif segera Laporkan!

Ada banyak cara melaporkan berita hoax, mulai dari lapor ke situs yang digunakan untuk posting berita tersebut misalnya facebook atau bisa juga lapor ke polisi jika ada indikasi pidana yang membahayakan.

Cara melaporkan berita hoax dibawah ini bisa Anda pelajari lebih lanjut untuk dipraktekkan.

Cara Melaporkan Berita HOAX di Dunia Maya

Berita hoax biasanya berawal dari media sosial dan kemudian berlanjut ke grup WhatsApp atau BBM. Salah satu medsos yang kena imbas beredarnya berita hoax tersebut adalah Facebook. Oleh karena itu, Anda harus paham bagaimana cara melaporkan berita hoax tersebut seperti ulasan berikut ini:

Cara Mudah Melaporkan Berita Hoax di Facebook

Jika Anda enemukan berita yang menurut anda adalah palsu atau hoax, Anda bisa bisa klik tanda panah ke bawah yang ada di sebelah kanan pojok suatu posting-an dan selanjutnya ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  • Pilih Report Post.Pilih jawaban yang menurut kamu benar, di sini Jaka menyarankan kamu memilih I think it shouldn’t be on Facebook.
  • Kemudian dari beragam pertanyaan, kamu bisa memilih It’s a false news story untuk melaporkan berita hoax.
  • Langkah berikutnya jika Anda ingin menyingkirkan semuanya, kamu bisa pilih Block.

Cara Mudah Melaporkan Berita Hoax di Google

Selain Facebook, Mesin pencari Google juga bisa digunakan sebagai media untuk memblokir berita hoax dengan cara di bawah ini:

  • Scroll hingga ke laman paling bawah, kemudian klik Send Feedback.
  • Kemudian, kamu langsung ditampilkan opsi untuk menyampaikan pendapatmu terhadap hasil pencarian tersebut. Misalkan, kamu tulis saja “I think one of the result is fake, and that’s a fake site too. So, the story is definitely untrue.” Tapi kalau kamu punya pendapat lain silakan saja. Jangan lupa sertakan screenshot juga ya dan klik SEND.

Cara Mudah Melaporkan Berita Hoax di Twitter

Twitter juga menjadi media favorit untuk sharing informasi sekaligus media yang diincar untuk berbagi berita palsu. Jika Anda menemukan berita hoax maka bisa mengikuti langkah berikut ini untuk melaporkannya:

  • Pilih opsi tiga titik dan pilih Report Tweet.
  • Pilih It’s spam.
  • Kemudian, pilih Block.

Dengan mengikuti cara melaporkan berita hoax di dunia maya dan media sosial seperti Facebook serta Twitter diatas, maka Anda ikut berperan aktif menjaga etika dalam bersosialisasi di era teknologi digital ini.

Jangan Asal Share! Ini Deretan Pasal yang Mengancam Penyebar Berita Palsu

Mengantisipasi makin maraknya penyebaran berita palsu, Kepolisian Republik Indonesia juga makin gencar sosialisasi ancaman pidana bagi pelakunya. Salah satu pasal yang bisa digunakan untuk menjerat penyebar hoax di media sosial atau internet dengan pasal 28 ayat 1 Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang berbunyi: ” Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik,”

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” bunyi ayat 2 pasal 28 UU ITE.

Ini ancaman pidananya:

Pasal 45 atau 2 UU ITE berbunyi “setiap orang yang memenuhi unsur yang dimaksud dalam pasal 28 ayat 1 atau ayat 2 maka dipidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar. “

Selain pasal 28 tersebut,  penyebar hoax juga bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Dalam UU tersebut, ada dua pasal yang bisa menjerat penyebar hoax yaitu pasal 14 dan pasal 15.

Pasal 14

(1) Barangsiapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

(2) Barangsiapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan la patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun.

Pasal 15:

Barangsiapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau sudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi, tingginya dua tahun.

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*