Benarkah Puasa Arafah Bisa Menghapus Semua Dosa Hingga Suci Kembali?

 

Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, tak ada manusia yang sempurna, demikian orang bijak menyampaikan. Meski, berbuat salah, alpa bahkan hingga terjatuh dalam dosa adalah ciri manusia sebagai mahluk yang lemah, tentu, meningkatkan kualitas diri, menghindari dari berbuat dosa terus menerus harus dilakukan sebagai bentuk ikhtiar peningkatan derajat pribadi di hadapan sang Pencipta serta manusia lainnya.

Ikhtiar untuk memperbaiki diri dapat dilakukan dengan berbagai macam hal, semua untuk mewujudkan taubatan nasuha, tidak enjoy atau tetap menikmati keadaan begelimang dosa dan kesalahan. Salah satu ikhtiar yang biasa dilakukan saat seseorang merasa telah terlalu lama berada dalam dosa adalah Puasa. Keutamaan puasa memang adalah untuk menghindarkan seseorang berbuat dosa terus menerus.

Dari sekian banyak jenis Puasa, Puasa Arafah adalah salah satu ikhtiar puasa yang menurut para ulama punya keutamaan tersendiri. Hal ini mengacu pada Hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, _“Puasa satu hari Arafah (9 Dzulhijjah), saya berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Dan puasa hari ‘Asyura’ (10 Muharram), saya berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.”_** (HR. Muslim, no 1162).**Dari keterangan yang bersumber dari hadits ini, dapat kita ketahui bahwa melakukan puasa arafah bisa menghapus dosa satu tahun sebelum dan sesudahnya.

Dalam _Kitab Sharh Mukhtasar Khaleel_, oleh al-Khurashi (6/499), yang merupakan penganut madzab Maliki, mengungkapkan bahwa:_“Puasa pada hari ‘Arafah, bagi orang yang tidak haji, yang dimaksud adalah puasa pada hari’ Arafah adalah mustajab bagi orang yang tidak melakukan haji. Sedangkan untuk jamaah haji, mustajab baginya untuk tidak berpuasa hari itu, sehingga memperkuat dirinya untuk memohon (berdoa), tidak berpuasa selama haji.”_

Dilansir dari _ muslimaid.org_, hari ke sembilan Dhul-Hijjah adalah Hari ‘Arafah, karena pada hari ini para peziarah berkumpul di dataran pegunungan’ Arafah, berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Bahkan, satu hadits mengatakan bahwa ‘Haji adalah Arafah’ (Abu Dawud). Ini berarti Arafah adalah substansi dari ibadah haji. Bagi orang yang tidak berhaji, disunahkan untuk puasa Arafah.

Lebih lanjut, muncul sebuah pertanyaan, dosa seperti apa yang bisa terhapus apakah berlaku untuk segala jenis dosa? Apakah dengan berpuasa arafah sehari maka seseorang tak lagi perlu untuk ber-istighfar atau bahkan taubat?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita ambil pendapat, Imam Nawawi yang menyampaikan bahwa: _”puasa arafah akan menghapus dosa selama dua tahun (yakni 1 tahun sebelum dan sesudahnya), bagi orang yang menunaikan puasa ini, para ulama mengatakan, dosa-dosa yang terhapus itu adalah dosa kecil”._

Lebih lanjut, Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, _“Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51) Sedangkan jika melihat dari penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum._**(Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500).**

Dilansir dari _ islamqa.info_, Ibn Qudaamah mengungkapkan dalam _Kitab Al-Mughni (4/443), yang merupakan penganut madzab Hambali: _”Ini adalah hari yang besar dan mulia, dan festival yang diberkati yang merupakan kebajikan besar. Diriwayatkan dalam laporan shahih dari Nabi (damai dan berkah Allaah besertanya) bahwa puasa itu adalah penebusan selama dua tahun.”_

Dari sini saja sebenarnya sudah jelas bahwa: _”diharapkan puasa ini menjadi penyebab meringkankan dosa besar yang dilakukan. Apabila tidak memiliki dosa besar, puasa ini diharapkan jadi sebab naiknya derajat dia”_**(Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, 8/51).**

Jadi, bisa kita simpulkan bahwa puasa arafah bukanlah sebuah alasan sebagai sebuah ikhtiar untuk menghapus semua dosa hingga suci kembali, apalagi menjadi sebuah legitimasi untuk terus bermaksiat, dengan alasan bahwa dosa-dosa bisa hilang hanya dengan menjalankan puasa arafah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *