Benarkah Dianjurkan Memakai Sandal dan Penutup Kepala di Toilet?

 

Toilet adalah tempat untuk membuang hajat, baik kecil atau besar, beberapa toilet juga adalah merupakan kamar mandi. Tentu saja di dalamnya ada berbagai alasan yang mengharuskan orang untuk memakai alas kaki saat memasukinya. Terlebih untuk beberapa aktivitas seperti misalnya berwudhu.

 

Dilansir dari _webmd.com_, toilet merupakan sumber penyakit jadi harus dijaga kebersihannya. Virus gastrointestinal salah satu yang banyak terdapat di toilet bisa menyebabkan penyakit perut pada manusia. Ini termasuk norovirus, yang mungkin pernah Anda dengar sehubungan dengan wabah yang juga bisa menjelajahi toilet Anda. Virus gastrointestinal mudah ditularkan dan dapat tetap berada di permukaan padat selama seminggu.

 

Dalam kaitannya dengan menjaga kebersihan tersbut, lantas muncul pertanyaan seputar apakah dalam Islam dianjurkan untuk seseorang menggunakan penutup kepala dan sandal atau alas kaki saat ke toilet?

 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu harus merujuk pada ada tidaknya dalil menyangkut perkara tersebut. Salah satu yang biasa dirujuk adalah sebuah riwayat dari Habib bin Sholeh, yang mana didalamnya disebutkan,”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat masuk toilet, beliau memakai sandal dan penutup kepala”. Hal yang pertama menyangkut perkara, “anjuran memakai sandal dan penutup kepala di toilet” ini, para ulama membahas dengan menyampaikan riwayat hadits tersebut. Untuk hadis ini sendiri, diriwayatkan al-Baihaqi no.465.

 

Dalam hal ini pula, as-Suyuthi berpendapat, bahwa hadits ini mursal, statusnya dhaif (Dhaif Jami’ as-Shaghir, no. 9874). Dengan status haditsnya yang dhaif tentu saja tidak bisa dijadikan sebagai acuan dalil. Disini artinya tidaklah disimpulkan bahwa perkara _“memakai sandal dan penutup kepala” bukan bagian dari sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”_

 

Dilansir dari _ islamqa.info_, Al-Baihaqi mengungkapkan dalam _Kitab As-Sunan (1/96)_ bahwasanya: _”Berkenaan dengan menutupi kepala ketika pergi ke toilet, ada laporan diriwayatkan dari Abu Bakar as-Siddeeq, dan itu diriwayatkan darinya.” Ibnu Abi Shaybah mengatakan (1/106): Ibn ‘Uyaynah mengatakan kepada kami, dari Ibn Tawoos yang berkata: Ayah saya menginstruksikan saya, ketika saya pergi ke toilet, untuk menutupi kepala saya. Saya berkata: Mengapa dia memerintahkan Anda untuk melakukan itu? Dia berkata: Saya tidak tahu.”_**(As-Sunan (1/96).**

 

Lalu bagaimana menyikapi perkara ini?

 

Ada beberapa hal yang bisa secara langsung kita tarik sebagai kesimpulan, yang antara lain, bahwasanya memakai sandal di toilet, utamanya ketika kita akan berwudhu bisa menghindarkan kaki dari najis. Apalagi jika kondisi toilet yang tampak kotor, atau adanya kotoran yang tercecer di lantai. Selain itu memakai sandal akan menjadi bagian dari kesempurnaan wudhu itu sendiri.

 

Beberapa fuqaha ’memiliki pandangan bahwa menutupi kepala adalah bagian dari perilaku yang baik dan sesuatu yang direkomendasikan (mustahabb). An-Nawawi menjelaskan dalam _Kitab Al-Majmoo ‘(2/93)_ bahwasanya:_”Imam al-Haramayn, al-Ghazaali, al-Baghawi dan lain-lain mengatakan: Dianjurkan untuk tidak masuk toilet dengan kepala kosong.”_ Dalam riwayat lain, Al-Mirdaawi menuliskan dalam _Kitab Al-Insaaf (1/97)_ bahwasanya: _”Adalah mustahabb untuk menutupi kepala ketika pergi ke toilet. Ini disebutkan oleh sejumlah teman kami.”_

 

Kebiasaan memakai sandal dan menutup kepala di toilet sepeti ulasan diatas apakah masih relevan dengan kondisi saat ini? Dari ulasan diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa memakai sandal atau penutup kepala ketika masuk toilet bukanlah sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena tidak ada riwayat shahih yang menunjukkan.

 

Lebih tepatnya, dapat diambil hikmah bahwa memakai sandal ketika masuk toilet sifatnya mubah. Apalagi jika tujuan dan niatnya adalah agar terhindar dari najis. Sedangkan menutup kepala dianjurkan sebagai bagian dari kesempurnaan adab dilandasi karena malu kepada Allah SWT. Tapi, perlu diingat, bahwa pada masa itu, untuk buang hajat orang perlu keluar rumah dan melakukannya di luar rumah, sedangkan saat ini, toilet yang ada, biasanya di dalam bangunan, tertutup rapat dari pandangan siapapun yang melintas, sehingga bukanlah satu perkara yang makruh untuk menggunakan penutup kepala ketika masuk ke toilet. Wallahu a’alam

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*