Benarkah Bersikap Sombong di Depan Orang yang Sombong adalah Sedekah?

 

Sebagai seorang muslim mempelajari hadits menjadi satu hal yang tak hanya kewajiban namun sekaligus juga mempertebal keimanan. Setiap hadits yang muncul harus ditelaah dengan benar, dimengerti sekaligus juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sekian banyak hadits yang diriwayatkan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, muslim yang baik pasti akan terus berusaha menggali lebih dalam.

 

Salah satu hadits yang banyak beredar adalah mengenai sifat sombong dan perilaku terhadap orang yang sombong. Dilansir dari _islamqa.info_, arogansi adalah karakteristik yang tercela yang merupakan ciri Iblis dan pengikut-pengikutnya di dunia ini. Makhluk pertama yang menunjukkan arogansi terhadap Allah dan ciptaan-Nya adalah Iblis terkutuk, ketika Allah memerintahkannya untuk bersujud kepada Adam dan dia menolak dan sombong, dan berkata, _”Aku lebih baik dari dia (Adam), Kau menciptakan aku dari api, dan dia yang kamu ciptakan dari tanah liat. ”_

 

Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat Al-A’raf ayat 11: _”Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.”_**(QS. Al-A’raf:12)**.

 

Dalam lanjutan surat ini, Allah berfirman dalam Al Qur’an Surat Al-Araf ayat 12: _”Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”._**(QS.Al-A’arf:12),** dan dilanjtkan dalam ayat 13:_”Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”._

 

Di kehidupan sehari-hari, ayat-ayat Al-Quran dan hadits menjadi satu acuan menjalani keseharian. Dilansir dari _islamweb.net_, sifat sombong adalah moral yang buruk yang membuat orang merasa dirinya “di atas” yang lain.

 

Ini adalah cacat yang sangat berbahaya karena diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,_“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“_**(HR. Muslim no. 91).**

 

Terkait sifat sombong ini, sempat muncul istilah _“Sombong terhadap orang sombong adalah sedekah.”_ Apakah ini merupakan hadits dari Rasulullah SAW?

 

Banyak yang salah paham terkait hal ini. Sebagai contoh, si A mempunyai teman si B. Si B ini dikenal sebagai orang yang berperilaku kurang terpuji, beberapa kawan bahkan merasa bahwa si B sering lalai. Salah satu kelalaian yang paling nampak dalam diri si B ini adalah ia gemar sekali, bersikap sombong. Punya barang baru, dipamerkan, ada prestasi di cerita-ceritakan, mendapat kebahagian lalu dengan serta merta ia ceritakan dengan ponggahnya di hadapan kawan-kawannya.

 

Dalam menghadapi temannya yang satu itu tentu saja si A merasa ingin meluruskan agar sikap kawannya ini tak semakin menjadi-jadi. Sebagai seorang muslim, tentu panduan dan patokan hidup si A adalah Al-Quran dan Hadits Nabi. Dan pada sebuah kesempatan, demi mengingkatkan temannya si A lalu berperilaku serupa di hadapan temannya itu, ia “membalas kesombongan dengan kesombongan”.

 

Pada titik inilah sebuah persoalan muncul, si A merasa bahwa ada Hadits yang menyatakan bahwa sombong pada seorang yang sombong adalah sedekah. Tapi benarkah demikian?

Para ulama menyatakan, bahwa pernyataan ini bukanlah hadits, melainkan adalah sebuah pernyataan manusia biasa yang tersebar di masyarakat. Bahkan disebutkan dalam sebuah sumber _Al Fatawa Al Islamiyyah (4/104), Asy Syamilah_, bahwa ini adalah hadits yang batil. Artinya, hadits, ini tidak shahih dan bukan bersumber dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Kesombongan, bahkan sebesar biji zarah adalah sebuah hal yang bathil. Ini adalah sesuatu yang tidak disukai oleh Allah SWT. Lalu bagaimana bila kita menjumpai seorang kawan yang punya watak seperti ini? Ada obatnya, sebagaimana disampaikan para ulama, maka hendaknya ia dinasehati dengan baik agar takut kepada Allah Azza wa Jalla, ingatkan padanya agar bertakwa, sebab sombong sesungguhnya adalah dosa besar, sebab bila kesombongan berbalas kesombongan maka tak ubahnya seperti menyiram api dengan minyak.

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*