ANTUSIASME BISNIS

 

oleh : Rendy Saputra

Subscribe >> http://bit.ly/gabungkrbn

****

Saya pernah berkesempatan berbincang dengan praktisi HR yang sudah malang melintang di beberapa perusahaan besar, baik keluarga maupun korporasi. Beliau kemudian memaparkan kalimat sederhana yang membuat Saya berfikir terus.

“Jadi mas, kalo perusahaan masih 6 tahun, memang lagi cepat-cepatnya berkembang, organisasi memang capek, dan keras tekanannya, beda dengan yang sudah agak mature, lebih santai.”

Lalu fikiran saya mencari jawaban..

Bisa jadi, perusahaan yang baru melakukan penetrasi pasar, masih memiliki potensi pasar yang masih cukup luas. Berbeda dengan perusahaan yang sudah tua, bisa jadi pasarnya jenuh.

Bisa jadi juga, perusahaan yang masih berkembang, lagi bangun sistem disana sini. Berbeda dengan perusahaan yang sudah matang, mungkin tidak perlu bangun sistem ini itu lagi. Semua sudah jalan.

Brand produk sudah menancap, organsiasi sudah fluent operation, hambatan-hambatan pekerjaan sudah dibabat, matang lah… mungkin ini yang menyebabkan organisasi bisa santai berjalan.. mungkin lho ya..

Tapi tadi malam Saya memikirkan hal yang lain : ANTUSIASME.

Bisa saja, karena perusahaan masih baru, owner masih muda penuh energi, antusiasme bisnisnya masih besar.

Ada hasrat bertumbuh, ada hasrat berprestasi, ada hasrat merebut pasar, ada hasrat benerin produk, pokoknya antusias deh.

Dan Saya jadi inget beberapa pengusaha senior yang menurut saya kehilangan antusiasme..

“Yang penting jalan aja udah syukur, profit cukup untuk hidup, mau apa lagi.”

“Udah segini aja, segini juga udah alhamdulillah…”

“Ngapain lagi ekspand.. segini aja… mau apa emangnya?..”

Akhirnya Saya jadi deg-deg an sendiri, ternyata kita perlu menambahkan kalimat pada doa doa kita… semoga Allah menjaga antusiasme jihad bisnis kita di lapangan… semoga Allah menjaga api antusiasme didalam jiwa.

Ketiadaan antusiasme membuat kita menunda pekerjaan, ketiadaan antusiasme membuat kita malas berfikir, kita inginnya jadi cepat pulang kerja, adapun pergi kerja.. kita enggan. Kita enggan mengerjakannya, karena kehilangan antusiasme.

Makadari itu, dalam skala pribadi, kita harus menjaga antusiasme pribadi kita. Kita harus jaga api diri kita.

Dalam skala bermitra, kita harus jaga antusiasme mitra kita

Jika bermitra pemasaran, sediakanlah barang yang cukup, supportlah dengan sistem yang baik, dengarkanlah keluhan pasar, jagalah antusiasme pasar.

Jika kerjasamanya membutuhkan akad kerjasama yang firmed, segeralah bangun akad legal yang serius. Jangan ditunda. Tunjukkanlah sinyal bahwa Anda antusias bekerja sama, jangan sampai mitra anda kehilangan antusiasme.

Intinya.. antusiasme ini MaasyaAllah… penting bin penting… jangan main-main.

Saya akhirnya mengingat-ngingat teman-teman Saya yang capaiannya luar biasa, mereka semua adalah orang-orang yang ANTUSIAS pada proyek nya.

Antusias nulis buku…
Antusias jualan online..
Antusias bangun reseller…
Antusias jualan rumah..
Antusias ngurusin toko…

Antusiaslah kawan.. bangunlah antusiasme…

Hatur tengkyu…

KR Business Notes
Senin, 18 Februari 2019

****

Silakan forward tulisan ini ke linimasa Anda, atau sahabat terkasih Anda.

Bagi yang ingin berlangganan tulisan bisnis Kang Rendy, silakan klik —> http://bit.ly/gabungkrbn , terima kasih

Dapatkan video terbatas materi Kang Rendy dengan topik “Sustain dalam Bisnis” berdurasi 40 menit dengan klik bit.ly/SustainingBusiness

Jangan lupa untuk join FB Group kami di https://web.facebook.com/groups/185218565167664/

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*